Kaltim Mendadak “Gerah”: Ada Apa dengan “Drama Panas” di Balik Kursi Gubernur?

- Kontributor

Selasa, 28 April 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kalimantan Timur, Tribuncakranews. com yang selama ini dikenal adem ayem seperti es teh di siang bolong, mendadak berubah jadi panggung drama yang penuh plot twist. Warga yang biasanya sibuk dengan aktivitas harian, kini ikut nimbrung dalam satu topik yang sama: “Ini sebenarnya lagi kenapa, sih?”

Dari luar, mungkin terlihat seperti demo biasa. Tapi kalau ditelusuri, ceritanya lebih berlapis daripada sinetron striping.

Sejak awal masa Pilkada, publik sudah mencium aroma yang… hmm, cukup “berwarna”. Isu dinasti politik berhembus cukup kencang, lengkap dengan dugaan pengerahan influencer dan bisik-bisik klasik seperti “serangan fajar”. Belum lagi susunan “keluarga strategis” yang bikin orang bertanya-tanya: ini pemerintahan atau reuni keluarga besar?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belum genap setahun dilantik, kejutan demi kejutan muncul. Mulai dari kisruh BBM yang diduga bermasalah hingga membuat kendaraan mogok massal, sampai langkah hukum yang diambil sebagian warga. Situasi yang awalnya teknis, berubah jadi topik panas di warung kopi.

Belum selesai satu urusan, muncul lagi cerita lain. Pernyataan di forum resmi yang menyenggol gubernur lain ikut memantik reaksi publik. Warga pun jadi bertanya-tanya: ini lagi fokus kerja, atau lagi ikut lomba sindir nasional?

Di dalam kantor pemerintahan sendiri, kabarnya tak kalah menarik. Ada bisik-bisik soal “pejabat bayangan” yang disebut-sebut punya pengaruh besar. Sementara itu, hubungan dengan media juga ikut diuji, setelah muncul cerita soal tekanan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas.

Lalu ada juga kisah “tim ahli”—jumlahnya puluhan, anggarannya miliaran. Harapannya sih jadi otak tambahan, tapi yang muncul justru beberapa pernyataan yang bikin publik garuk-garuk kepala.

Belum cukup? Ada anggaran influencer, program beasiswa yang tiba-tiba menghilang, hingga pembelian mobil dinas dengan alasan yang… berbeda-beda tergantung siapa yang menjelaskan. Satu bilang demi medan berat, satu lagi demi “wibawa daerah”. Warga pun cuma bisa: “Oh… gitu ya.”

Renovasi rumah jabatan juga tak luput dari perhatian. Dengan anggaran fantastis, alasan “sudah tidak layak” terdengar sedikit kontras dengan kondisi bangunan yang dikenal kokoh. Bahkan ada yang bercanda, “Itu kena badai juga masih berdiri.”

Kebijakan penonaktifan kepesertaan bantuan kesehatan juga ikut memicu reaksi, bahkan dari sesama pejabat daerah. Sinyal bahwa tidak semua hal berjalan mulus di dalam.

Dan tentu saja, ada detail-detail kecil yang justru jadi bahan obrolan besar. Seperti gaya kunjungan yang dinilai kurang membumi, yang akhirnya ikut menambah panjang daftar perbincangan publik.

Puncaknya? Aksi demonstrasi. Warga datang, menunggu, berharap bisa bertemu langsung. Tapi hingga larut malam, yang ditunggu tak kunjung muncul. Padahal sebelumnya sempat ada pernyataan bahwa kantor gubernur “terbuka 24 jam”.

Realitanya? Ya… warga pulang dengan lebih banyak tanda tanya daripada jawaban.

Di tengah semua ini, publik sebenarnya tidak sedang mencari drama. Mereka hanya ingin kejelasan, konsistensi, dan rasa bahwa suara mereka benar-benar didengar.

Karena pada akhirnya, jabatan publik bukan sekadar kursi empuk—melainkan amanah yang datang dengan sorotan, harapan, dan tentu saja… ekspektasi yang tidak bisa dianggap sepele.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan di Jalan Daendels Purworejo, Dua Remaja Alami Luka Serius
Polisi Peduli pendidikan, Kapolres Semarang sambangi SD Negeri 01 Susukan
Ketua Umum DPP. Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia Beserta Humas Tegaskan : Jangan Jadikan Stempel “ Wartawan Bodrex ” sebagai Alat Mendiskreditkan Marwah Profesi Pers Indonesia
Hari Santri Nasional 2026 di Kalsel: 5.000 Santri dan Ulama Doakan Banua Terhindar dari Karhutla
Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Produk Lokal, Wapres Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap
Kembangkan Tangan Bionik dan Alat Rehabilitasi, UNDIP Raih Penghargaan Menteri Pertahanan RI
Polisi Gelar Ekshumasi Makam Ibu Rumah Tangga di Bangsri Jepara
Perkuat Strategi Pembinaan Napiter, Lapas Pati Ikuti Rakornas Pendalaman Akar Radikalisme dan Motif Terorisme
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:53 WIB

Kecelakaan di Jalan Daendels Purworejo, Dua Remaja Alami Luka Serius

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Polisi Peduli pendidikan, Kapolres Semarang sambangi SD Negeri 01 Susukan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:05 WIB

Ketua Umum DPP. Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia Beserta Humas Tegaskan : Jangan Jadikan Stempel “ Wartawan Bodrex ” sebagai Alat Mendiskreditkan Marwah Profesi Pers Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Hari Santri Nasional 2026 di Kalsel: 5.000 Santri dan Ulama Doakan Banua Terhindar dari Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Produk Lokal, Wapres Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap

Berita Terbaru

Breaking News

Kecelakaan di Jalan Daendels Purworejo, Dua Remaja Alami Luka Serius

Selasa, 27 Okt 2026 - 02:53 WIB