Kasus Mafia BBM Subsidi Sapeken, Ditpolairud Polda Jatim Kumpulkan Pulbaket, Jerat Hukum Menanti Terlapor

- Kontributor

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep,Tribuncakranews. com – Sempat dinilai meredup, penanganan perkara dugaan tindak pidana penyalahgunaan dan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di wilayah Sapeken, Kabupaten Sumenep, kini memasuki babak baru. Tim Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur dilaporkan telah turun langsung ke lapangan guna melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket).

Langkah taktis kepolisian ini dinilai memperjelas titik terang dalam melengkapi unsur-unsur pidana guna menjerat pihak Terlapor, yakni H. Ardi. Kasus ini mencuat berdasarkan laporan resmi yang dilayangkan oleh seorang Aktivis Lintas Pulau yaitu Juhari terkait aktivitas penimbunan BBM subsidi di luar sarana Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) resmi juga terkait reklamasi urugan ilegal.

Saat dikonfirmasi, Juhari mengungkapkan bahwa dirinya telah memberikan keterangan komprehensif kepada tim penyidik Ditpolair Polda Jatim. Saat ini, fokus penanganan perkara berada pada fase penguatan alat bukti melalui pemeriksaan saksi-saksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah berbicara panjang lebar dengan tim Polair Polda Jatim. Salah satu pihak tim Polair Polda meminta saya bersiap menghadirkan saksi-saksi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Penyidik mengatakan,

‘Pak Juhari tinggal tunggu info dari kantor untuk saksi-saksinya dipersiapkan.’ Saya tegaskan, para saksi sudah ada dan siap memberikan keterangan kapanpun dibutuhkan di hadapan penyidik,” ujar Juhari dengan nada tegas.

Lebih lanjut, Juhari membongkar adanya indikasi kejanggalan dalam legalitas operasional penimbunan BBM milik Terlapor. Ia mensinyalir adanya klaim restu atau “izin” sepihak yang dikeluarkan oleh mantan Penjabat (Pj) Kepala Desa Sapeken sebelum kepala desa saat ini menjabat.

Secara hukum tata negara dan regulasi migas, klaim izin tersebut dinilai cacat hukum dan merupakan bentuk pelampauan kewenangan (detournement de pouvoir).

Baca Juga:  Presiden Prabowo Akan Resmikan Museum Ibu Marsinah serta Panen Raya Jagung Nasional

“Saya sengaja bolak-balik Kangean Sapeken hanya untuk mengonfirmasi hal ini kepada Pj Kades yang lama.

Logikanya, sejak kapan seorang Pj Kepala Desa memiliki kewenangan absolut untuk menerbitkan izin penimbunan atau urugan BBM? Jangankan tingkat desa, Bupati, Camat, dinas perizinan daerah pun tidak memiliki yurisdiksi dalam hal ini. Regulasi kita tegas menyatakan bahwa otoritas tersebut mutlak berada di bawah kementerian pusat,” papar Juhari.

Di akhir keterangannya, Juhari menilai klaim adanya izin dari pihak desa tersebut hanyalah upaya domestikasi hukum yang dipaksakan untuk mengaburkan tindak pidana yang dilaporkannya.

“Mungkin ini hanya akal-akalan dari pihak yang tidak paham hukum untuk mematahkan laporan yang saya layangkan,” pungkasnya.

Secara yuridis, tindakan penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi merupakan pelanggaran berat terhadap stabilitas ekonomi masyarakat kepulauan. Jika terbukti memfasilitasi atau melakukan penimbunan BBM bersubsidi secara ilegal.

Terlapor dapat dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dalam UU No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Sanksi pidana yang membayangi adalah hukuman penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp60.000.000.000 (enam puluh miliar rupiah).

Masyarakat Menunggu ketegasan dan komitmen Ditpolair Polda Jatim untuk mengusut tuntas keterlibatan seluruh aktor, baik pelaku utama maupun oknum birokrasi yang diduga turut serta melegitimasi praktik mafia BBM ini secara ilegal. Jangan sampai Masyarakat menilai Kedatangan Tim polair Polda jatim ke Sapeken hanya Pelesiran.

 

(Juhari)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan di Jalan Daendels Purworejo, Dua Remaja Alami Luka Serius
Polisi Peduli pendidikan, Kapolres Semarang sambangi SD Negeri 01 Susukan
Ketua Umum DPP. Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia Beserta Humas Tegaskan : Jangan Jadikan Stempel “ Wartawan Bodrex ” sebagai Alat Mendiskreditkan Marwah Profesi Pers Indonesia
Hari Santri Nasional 2026 di Kalsel: 5.000 Santri dan Ulama Doakan Banua Terhindar dari Karhutla
Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Produk Lokal, Wapres Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap
Kembangkan Tangan Bionik dan Alat Rehabilitasi, UNDIP Raih Penghargaan Menteri Pertahanan RI
Polisi Gelar Ekshumasi Makam Ibu Rumah Tangga di Bangsri Jepara
Perkuat Strategi Pembinaan Napiter, Lapas Pati Ikuti Rakornas Pendalaman Akar Radikalisme dan Motif Terorisme
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:53 WIB

Kecelakaan di Jalan Daendels Purworejo, Dua Remaja Alami Luka Serius

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Polisi Peduli pendidikan, Kapolres Semarang sambangi SD Negeri 01 Susukan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:05 WIB

Ketua Umum DPP. Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia Beserta Humas Tegaskan : Jangan Jadikan Stempel “ Wartawan Bodrex ” sebagai Alat Mendiskreditkan Marwah Profesi Pers Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Hari Santri Nasional 2026 di Kalsel: 5.000 Santri dan Ulama Doakan Banua Terhindar dari Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Produk Lokal, Wapres Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap

Berita Terbaru

Breaking News

Kecelakaan di Jalan Daendels Purworejo, Dua Remaja Alami Luka Serius

Selasa, 27 Okt 2026 - 02:53 WIB