Ketua umum Perempuan Tangguh Nusantara, Kasihhati : Minta Presiden Pecat Ketua Komnas Perempuan karena Tidak Layak dan Tidak Punya Hati Nurani

- Kontributor

Senin, 29 Juni 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Tribuncakranews.com 

Ketua Umum Perempuan Tangguh Nusantara, Bunda Kasihhati, melontarkan kritik keras terhadap Ketua Komnas Perempuan menyusul pernyataan mengenai kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan sadis yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap korban YTR.

Ketika ditemui awak Media di kediaman senin 29 Juni 2026 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Bunda Kasihhati, pernyataan yang menyebut kasus tersebut belum memenuhi definisi “penyiksaan” berdasarkan Konvensi Anti Penyiksaan PBB telah menimbulkan kegelisahan publik dan berpotensi melukai perasaan korban beserta keluarganya.

Saat rakyat melihat seorang perempuan diduga mengalami penderitaan yang begitu berat, justru yang muncul ke ruang publik adalah penjelasan yang mudah dipahami seolah-olah korban tidak mengalami penyiksaan. Cara berkomunikasi seperti ini tidak mencerminkan empati yang seharusnya dimiliki lembaga pelindung perempuan.

Bunda Kasihhati menegaskan bahwa masyarakat tidak sedang memperdebatkan teori hukum internasional, melainkan menuntut keberpihakan kepada korban.

Komnas Perempuan dibentuk untuk menjadi benteng terakhir perempuan korban kekerasan. Ketika masyarakat berharap suara yang menguatkan korban, yang terdengar justru penjelasan yang memicu polemik. Ini bukan sekadar persoalan istilah hukum, tetapi persoalan kepekaan dan tanggung jawab moral kepada korban.

Ia menilai seorang pemimpin lembaga negara harus mampu menyampaikan penjelasan hukum secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Ketua Pokja Wartawan KBB: Ini Bukti Kegagalan Sistemik Kemandirian Keuangan Daerah

Kalau memang yang dimaksud adalah definisi teknis dalam Konvensi PBB, sampaikan secara lengkap. Jangan berhenti pada kalimat yang berpotensi menimbulkan kesan bahwa penderitaan korban dianggap belum cukup berat. Kalimat yang tidak utuh dapat melukai hati korban dan mengikis kepercayaan publik.

Atas dasar itu, Perempuan Tangguh Nusantara mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera melakukan evaluasi terhadap Ketua Komnas Perempuan.

Kami meminta Presiden segera mengevaluasi Ketua Komnas Perempuan. Apabila dinilai tidak lagi mampu membangun kepercayaan publik, menjaga empati terhadap korban, dan mengomunikasikan sikap lembaga secara utuh, maka sudah selayaknya dilakukan pergantian kepemimpinan demi memulihkan kepercayaan masyarakat kepada Komnas Perempuan.

Bunda Kasihhati menegaskan bahwa tuntutan tersebut merupakan bentuk kepedulian agar Komnas Perempuan tetap menjadi lembaga yang berpihak kepada korban, menjaga rasa keadilan, dan tidak kehilangan kepercayaan publik.

Korban membutuhkan pembela, bukan polemik. Komnas Perempuan harus kembali menjadi rumah yang menghadirkan harapan bagi perempuan korban kekerasan. Jangan sampai kepercayaan masyarakat runtuh karena komunikasi yang dinilai tidak mencerminkan rasa keadilan.

Sudah sepantasnya ketua Komnas Perempuan Di Pecat. Pungkas kasihhati.

 

(Redaksi/ Tim)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Jombang Gelar Ngopi Bareng Aktivis, Cipayung, dan BEM untuk Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Empat Jabatan Strategis Berganti, Kapolres Sragen Heru Antariksa Tekankan Amanah dan Kepercayaan
Paradoks Kekuasaan: Refleksi Dan Rekonstruksi Politik Hukum Dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran (2024–2026)
KUA Bungbulang Gelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMA Negeri 7 Garut
Polres Purworejo Ungkap Kasus Pencurian Motor di Loano, Tersangka Diduga Gunakan Hasil Penjualan untuk Judi Online
Kapolresta Surakarta AKBP Condro Bikin Heboh Posko Ojol Faroka, Ngariung Bareng hingga Berbagi Sembako
Polres Purworejo Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Desa Girijoyo
Pengeroyokan di Krandon Kudus, 8 Pemuda Diamankan Polisi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Jombang Gelar Ngopi Bareng Aktivis, Cipayung, dan BEM untuk Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Empat Jabatan Strategis Berganti, Kapolres Sragen Heru Antariksa Tekankan Amanah dan Kepercayaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Paradoks Kekuasaan: Refleksi Dan Rekonstruksi Politik Hukum Dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran (2024–2026)

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:47 WIB

KUA Bungbulang Gelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMA Negeri 7 Garut

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Polres Purworejo Ungkap Kasus Pencurian Motor di Loano, Tersangka Diduga Gunakan Hasil Penjualan untuk Judi Online

Berita Terbaru