Presiden Perintahkan Berantas Tambang Ilegal, Aktivitas Tambang Pasir di Bintan Masih Jadi Sorotan

- Kontributor

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINTAN – Tribuncakranews.com – Komitmen Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memberantas aktivitas pertambangan ilegal di seluruh wilayah Indonesia terus disampaikan secara tegas. Penegakkan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan dan eksploitasi sumber daya alam tanpa izin menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan serta kekayaan alam nasional.

Namun, kondisi yang terjadi di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, justru memunculkan perhatian publik. Di sejumlah lokasi, seperti Kampung Banjar, Korindo, Nikoi, Kawal, hingga Malang Rapat, aktivitas penambangan pasir darat masih terlihat berlangsung.

Di beberapa titik, alat berat tampak beroperasi dan kendaraan pengangkut material keluar-masuk area pertambangan. Sementara itu, bentang alam yang sebelumnya masih alami perlahan berubah menjadi kawasan bekas galian yang dipenuhi lubang-lubang besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktivitas tersebut disebut-sebut telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan serta penegakan hukum terhadap kegiatan pertambangan yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Bekas galian yang ditinggalkan juga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan. Sejumlah lubang bekas tambang terlihat terisi air dan berpotensi mengubah kondisi ekosistem di sekitarnya apabila tidak dilakukan upaya penataan maupun pemulihan lingkungan secara memadai.

Di tengah gencarnya upaya pemerintah pusat melakukan penertiban terhadap aktivitas pertambangan bermasalah di berbagai daerah, masyarakat menilai diperlukan pengawasan yang lebih ketat dan penegakan hukum yang konsisten hingga ke tingkat daerah. Arahan yang telah disampaikan pemerintah pusat dinilai harus diikuti dengan langkah nyata di lapangan agar tujuan penertiban dapat berjalan secara efektif.

Sorotan pun mengarah kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait di wilayah setempat, mulai dari tingkat Polsek, Polres Bintan, hingga Polda Kepulauan Riau. Masyarakat berharap adanya klarifikasi serta langkah-langkah pengawasan yang transparan terhadap aktivitas pertambangan yang menjadi perhatian publik tersebut.

Baca Juga:  Ketum DPP Bara Hati Indonesia Rikkot Damanik SH:Desak Walikota Pematangsiantar Evaluasi Kadis Perdagangan Herbet Aruan 'Sidak Minyak Kita Dinilai Gagal

Sejumlah kalangan menilai bahwa tindakan konkret sangat diperlukan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat. Transparansi dalam penanganan persoalan ini dianggap penting guna menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum serta upaya perlindungan lingkungan hidup.

Kabupaten Bintan selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki keindahan alam dan potensi pariwisata yang besar. Oleh karena itu, keberlanjutan lingkungan hidup menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian serius agar pembangunan ekonomi dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian alam.

Perhatian publik juga tertuju kepada Bareskrim Polri yang dinilai memiliki peran penting dalam memastikan setiap dugaan pelanggaran dapat ditelusuri secara menyeluruh, objektif, transparan, dan berdasarkan fakta hukum yang berlaku.

Apabila pemerintah pusat benar-benar serius dalam memberantas praktik pertambangan ilegal, maka setiap laporan maupun informasi yang berkembang di daerah perlu memperoleh perhatian yang sama. Penegakan hukum yang adil dan konsisten menjadi kunci dalam menjaga wibawa negara, melindungi lingkungan hidup, serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

Pada akhirnya, yang menjadi perhatian bukan semata-mata aktivitas pengambilan sumber daya alam itu sendiri, melainkan bagaimana negara hadir melalui pengawasan, penegakan hukum, dan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan. Ketika arahan Presiden telah disampaikan dengan jelas, masyarakat tentu berharap implementasinya dapat terlihat nyata di lapangan.

Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya sumber daya alam yang terus dieksploitasi, melainkan juga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum serta komitmen negara dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

 

Tim/Red

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Umum DPP IKAPPI Dijadwalkan Kunjungi Pasar Tradisional di Surabaya, Dilanjutkan Gala Premier Film “ISTIMEWA”
Polsek Bungbulang Bersama TNI dan Satpol PP Tertibkan Pengguna Knalpot Brong di Jalan Raya
Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Jadi Sorotan Warga
Polresta Deli Serdang Bekuk Dua orang Pengedar Narkoba di Pagar Merbau
Pilkades Serentak Tahun 2026 di wilayah Kab. TTS Diujung Tanduk. Ketua Atraksi Kab. TTS : Jangan Ada Agenda Tersembunyi.
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pelantikan Pejabat Strategis Pemda DIY
Kasrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan Government Procurement Forum & Expo 2026
Bupati Palas Didesak Copot Kades Gunung Malintang, : Buntut dari Dugaan Keterlibatan Kasus Penganiayaan di Dusun Balaka 
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Ketua Umum DPP IKAPPI Dijadwalkan Kunjungi Pasar Tradisional di Surabaya, Dilanjutkan Gala Premier Film “ISTIMEWA”

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Polsek Bungbulang Bersama TNI dan Satpol PP Tertibkan Pengguna Knalpot Brong di Jalan Raya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Jadi Sorotan Warga

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Polresta Deli Serdang Bekuk Dua orang Pengedar Narkoba di Pagar Merbau

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Pilkades Serentak Tahun 2026 di wilayah Kab. TTS Diujung Tanduk. Ketua Atraksi Kab. TTS : Jangan Ada Agenda Tersembunyi.

Berita Terbaru