Program Bupati “Jalan LECIR”: Mungkinkah Tercapai Jika Proyek Dikerjakan Asal-asalan?

- Kontributor

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subang, Tribuncakranews.com // Secara konsep, Program Jalan LECIR—yang digagas Pemerintah Daerah untuk menghadirkan jalan Lancar, Ekonomis, Cukup, dan Ramah—sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Namun secara faktual di lapangan, tujuan itu sulit tercapai bila kualitas pekerjaan justru menunjukkan tanda-tanda asal jadi. Sabtu, 21/2/2026.

Masalah Utama di Lapangan

Beberapa temuan yang kerap disorot warga dan media antara lain:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kualitas teknis rendah: ketebalan aspal tidak merata, pemadatan kurang, material diduga di bawah spesifikasi.

Cepat rusak: jalan baru ditingkatkan tapi sudah bergelombang, retak, bahkan berlubang.

Minim pengawasan: lemahnya kontrol dari konsultan pengawas dan OPD teknis.

Tidak transparan: papan proyek minim informasi, jadwal dan spesifikasi tak jelas.

Jika kondisi ini dibiarkan, maka citra program dan kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Subang akan terus tergerus.

Konsekuensi Kebijakan

Anggaran tidak efektif: uang rakyat habis, manfaat jangka panjang nihil.

Biaya pemeliharaan membengkak: perbaikan berulang karena mutu awal buruk.

Risiko hukum: potensi pelanggaran administrasi hingga pidana (mark-up, pengurangan volume).

Agar Program Tidak Sekadar Slogan

Supaya Jalan LECIR benar-benar dirasakan masyarakat di Kabupaten Subang, diperlukan langkah tegas:

Audit teknis independen pada proyek bermasalah.

Pengawasan berlapis sejak perencanaan hingga serah terima.

Sanksi tegas bagi rekanan dan oknum pengawas yang lalai.

Transparansi publik: spesifikasi, anggaran, dan progres harus mudah diakses.

Pelibatan warga & media sebagai kontrol sosial.

Kesimpulan

Tidak. Program Jalan LECIR tidak mungkin tercapai bila proyek dikerjakan asal-asalan. Tanpa kualitas, pengawasan, dan akuntabilitas, program unggulan hanya akan menjadi retorika, sementara jalan tetap rusak dan rakyat kembali dirugikan.

Jika Anda ingin, saya bisa bantu menyusunnya dalam gaya tajam investigatif, lengkap dengan kutipan regulasi dan potensi pasal sanksi untuk memperkuat sorotan pemberitaan.

Red/Nopian

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Sekadar Belajar AI, 488 Siswa di Kudus Dibekali Cara Lawan Hoaks dan Penipuan Digital
43.890 Kilogram Beras Disalurkan untuk 1.463 KPM di Kemadang, Bantu Ringankan Beban Dapur Warga
Klien Bapas Pati di Blora Manfaatkan Pos Bapas Blora untuk Penuhi Kewajiban dan Dapatkan Pembimbingan
Tiga Hari Penuh Tradisi dan Hiburan, Merti Desa Bangunsari Meriahkan HUT RI ke-81 hingga Dongkrak UMKM Warga
GARUT GEMPAR! 42 KECAMATAN MEMANAS DI LIGA DESA VOLI INDOOR PIALA BUPATI 2026!
Ketua Pokja Wartawan KBB: Ini Bukti Kegagalan Sistemik Kemandirian Keuangan Daerah
Lapas Pati Terima Kunjungan Silaturahmi Kapolresta Pati, Perkuat Sinergitas APH
Dewan Pers Akan Kumpulkan Seluruh Konstituen Bahas Penyelenggaraan Hari Pers Nasional
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 12:05 WIB

Tak Sekadar Belajar AI, 488 Siswa di Kudus Dibekali Cara Lawan Hoaks dan Penipuan Digital

Selasa, 1 September 2026 - 10:28 WIB

43.890 Kilogram Beras Disalurkan untuk 1.463 KPM di Kemadang, Bantu Ringankan Beban Dapur Warga

Selasa, 1 September 2026 - 10:26 WIB

Klien Bapas Pati di Blora Manfaatkan Pos Bapas Blora untuk Penuhi Kewajiban dan Dapatkan Pembimbingan

Selasa, 1 September 2026 - 10:19 WIB

Tiga Hari Penuh Tradisi dan Hiburan, Merti Desa Bangunsari Meriahkan HUT RI ke-81 hingga Dongkrak UMKM Warga

Selasa, 1 September 2026 - 10:12 WIB

GARUT GEMPAR! 42 KECAMATAN MEMANAS DI LIGA DESA VOLI INDOOR PIALA BUPATI 2026!

Berita Terbaru