PURWOREJO, Tribuncakranews. com 16 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purworejo (Dinporapar) resmi menggelar Grand Final Pemilihan Bagus Roro Purworejo 2026, sebuah ajang prestisius untuk menjaring putra-putri terbaik daerah sebagai duta pariwisata dan budaya Kabupaten Purworejo.
Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian seleksi panjang yang dimulai sejak awal tahun 2026. Sebanyak 30 finalis, terdiri dari 15 putra dan 15 putri, bersaing untuk memperebutkan gelar Bagus dan Roro Purworejo 2026.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinporapar Purworejo, Naira Anjar Puji Susilo, menjelaskan bahwa ajang Bagus Roro merupakan wadah strategis untuk melahirkan generasi muda yang mampu menjadi wajah pariwisata Purworejo di tingkat regional maupun nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bagus Roro adalah duta pariwisata Kabupaten Purworejo. Bagus untuk putra dan Roro untuk putri. Mereka dipilih melalui proses yang ketat, mulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah, seleksi tertulis, wawancara, uji bakat, hingga masa karantina dan grand final,” ujarnya.
Proses Seleksi Ketat dan Terukur
Rangkaian pemilihan dimulai dengan sosialisasi di berbagai sekolah di Purworejo. Setelah Hari Raya Idulfitri, para peserta mengikuti seleksi administrasi, tes tertulis, wawancara, serta penilaian minat dan bakat.
Finalis yang lolos kemudian menjalani pembekalan dan karantina sejak 13 Mei 2026. Pada 15 Mei 2026, para finalis tampil dalam fashion show dan unjuk bakat di Art Center Purworejo.
Grand Final yang digelar pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, menjadi penentuan akhir berdasarkan akumulasi nilai sejak tahap awal seleksi hingga penampilan pada malam puncak.
Seluruh Finalis Menjadi Agen Pariwisata
Menurut Naira, seluruh finalis yang berhasil lolos ke tahap akhir secara otomatis menjadi bagian dari Paguyuban Bagus Roro Purworejo dan akan berperan sebagai agen promosi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif daerah.
“Semua finalis adalah duta muda Purworejo. Mereka akan kami libatkan dalam berbagai kegiatan promosi pariwisata, edukasi, seni, budaya, dan kampanye kepedulian lingkungan,” jelasnya.
Wakili Purworejo di Ajang Mas Mbak Jawa Tengah 2026
Pasangan juara pertama Bagus dan Roro Purworejo 2026 akan mewakili Kabupaten Purworejo dalam ajang Mas Mbak Jawa Tengah 2026.
Dinporapar memastikan pemenang akan mendapatkan pelatihan intensif untuk meningkatkan kemampuan public speaking, pengetahuan kepariwisataan, wawasan budaya, serta penguasaan media sosial.
Libatkan Desainer Lokal dan Produk UMKM
Ajang ini juga menjadi panggung promosi bagi karya-karya desainer lokal Purworejo. Para finalis mengenakan busana batik dan kreasi khas daerah yang dapat dibeli oleh masyarakat dan kolektor.
Langkah ini memperkuat sinergi antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus membuka peluang pemasaran bagi pelaku usaha lokal.
Dewan Juri Berpengalaman
Penilaian Grand Final dilakukan oleh lima juri yang berasal dari berbagai latar belakang, antara lain alumni Bagus Roro Purworejo, perwakilan paguyuban Mas Mbak Jawa Tengah, seniman, pelaku media, dan tokoh kebudayaan nasional.
Komposisi juri tersebut memastikan proses penilaian berlangsung objektif, profesional, dan kredibel.
Optimisme Purworejo di Tingkat Provinsi
Purworejo menatap kompetisi tingkat Jawa Tengah dengan optimisme tinggi. Pada tahun 2025, wakil Purworejo berhasil menembus Top 10 Mas Mbak Jawa Tengah—prestasi terbaik yang diraih daerah tersebut dalam satu dekade terakhir.
Selain itu, wakil putri Purworejo meraih predikat Mbak Persahabatan Jawa Tengah, sementara akun Instagram Paguyuban Bagus Roro Purworejo dinobatkan sebagai pengelolaan media sosial terbaik se-Jawa Tengah.
Membangun Generasi Muda Berprestasi
Melalui ajang Bagus Roro, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap dapat membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap potensi daerah.
Lebih dari sekadar kontes, Bagus Roro merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak pemimpin muda yang mampu membawa nama Purworejo ke tingkat yang lebih tinggi, baik di bidang pariwisata, budaya, maupun pembangunan daerah.











