SMSI Dorong Transparansi Dana Publikasi, Minta BPK Perkuat Pengawasan dan Audit di Instansi Negara

- Kontributor

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, Tribuncakranews.com  – Ketua Koordinator Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Eks Karesidenan Pati, Agus Kliwir meminta agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) dan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Jawa Tengah melakukan audit

Untuk penggunaan anggaran publikasi di berbagai instansi pemerintah dan lembaga negara di wilayah eks Karesidenan Pati seperti Kudus, Pati, Jepara, Rembang dan Blora.

Menurut Agus Kliwir, audit tersebut perlu dilakukan untuk memastikan anggaran publikasi disalurkan kepada perusahaan pers yang memiliki legalitas jelas dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sehingga penggunaan anggaran negara, dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

“Langkah ini penting sebagai bentuk pengawasan, agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran publikasi oleh perusahaan pers yang tidak memiliki legalitas atau tidak memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Agus Kliwir, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, audit diharapkan mencakup kerjasama perusahaan pers terkait publikasi yang dilakukan oleh berbagai instansi, seperti pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri, kejaksaan, pengadilan, maupun lembaga negara lainnya di wilayah eks Karesidenan Pati.

Baca Juga:  Polres Wonogiri Hadirkan Sumber Air Bersih, Warga Tegalharjo Tak Lagi Kesulitan Hadapi Musim Kemarau

Agus Kliwir juga menilai setiap pemangku kepentingan perlu memahami pentingnya bekerja sama dengan perusahaan pers, yang memiliki legalitas dan tata kelola yang jelas.

Menurutnya, hal tersebut akan memberikan kepastian hukum, sekaligus meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran publikasi.

Ia menambahkan, perusahaan pers yang telah menjadi bagian dari konstituen Dewan Pers, seperti Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) telah memiliki mekanisme organisasi yang mendukung profesionalisme anggotanya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mendesak BPK untuk melakukan audit, pengawasan, dan pengawalan terhadap penggunaan dana publikasi pemerintah, DPRD, TNI – Polri, Kejaksaan dan Pengadilan

Agar benar-benar tepat sasaran, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” lanjutnya.

SMSI berharap langkah tersebut dapat memperkuat tata kelola anggaran publikasi, sekaligus menciptakan iklim kerjasama yang lebih profesional antara instansi pemerintah dan perusahaan pers.(red)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danrem 072/Pamungkas Dukung “GAGAH” (Gandeng, Gendong, Aman dan Harmonis) Polda DIY, Perkuat Keamanan Berbasis Masyarakat
Cegah angka pelanggaran dan Fatalitas Kecelakaan, Satlantas Polres Semarang Edukasi Ojek Pangkalan dan Ojek Online.
Anak Wartawan Senior PWI Sumut Dikriminalisasi Penyidik Soal Sengketa Tanah
Dukung Ketahanan Pangan, Dispertan Kendal Bangun Sumur Dalam untuk Petani Pidodokulon
Pengasuh Pesantren ‘Gus Yusuf’ Ditangkap Polisi, Oknum Wartawan Diduga Terima Rp65 Juta.       
Lagi Lagi Delapan Ekor Kambing Warga Botodayaan Mati Dimangsa Anjing Liar
Unimus Wisuda 1.860 Lulusan, Tujuh Mahasiswa Asing dari Timor-Leste Ikut Dikukuhkan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:19 WIB

Danrem 072/Pamungkas Dukung “GAGAH” (Gandeng, Gendong, Aman dan Harmonis) Polda DIY, Perkuat Keamanan Berbasis Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 - 13:16 WIB

Cegah angka pelanggaran dan Fatalitas Kecelakaan, Satlantas Polres Semarang Edukasi Ojek Pangkalan dan Ojek Online.

Kamis, 5 November 2026 - 13:12 WIB

Anak Wartawan Senior PWI Sumut Dikriminalisasi Penyidik Soal Sengketa Tanah

Kamis, 5 November 2026 - 13:08 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Dispertan Kendal Bangun Sumur Dalam untuk Petani Pidodokulon

Kamis, 5 November 2026 - 08:48 WIB

Pengasuh Pesantren ‘Gus Yusuf’ Ditangkap Polisi, Oknum Wartawan Diduga Terima Rp65 Juta.       

Berita Terbaru