Tekad Membangun Gaya Hidup Sesuai Tuntutan Agama

- Kontributor

Minggu, 26 April 2026 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Cilacap, Tribuncakranews.com // Minggu, 26/4/2026. Dalam kehidupan modern yang penuh dengan perubahan cepat, manusia sering dihadapkan pada berbagai pilihan gaya hidup. Kemajuan teknologi, arus informasi, dan budaya global telah membawa banyak pengaruh terhadap cara seseorang berpikir, bertindak, dan menjalani hidup. Di tengah derasnya perubahan tersebut, agama hadir sebagai pedoman yang memberikan arah agar manusia tidak kehilangan jati diri. Oleh karena itu, membangun gaya hidup sesuai tuntutan agama memerlukan tekad yang kuat agar setiap langkah kehidupan senantiasa berada dalam nilai-nilai kebenaran.

Tekad adalah kekuatan batin yang mendorong seseorang untuk tetap istiqamah dalam menjalankan kebaikan. Banyak orang memahami ajaran agama, tetapi tidak semua mampu menjadikannya sebagai pola hidup. Hal ini karena membangun gaya hidup religius bukan sekadar mengetahui mana yang benar, melainkan juga memiliki kemauan untuk mengamalkannya secara konsisten. Tekad inilah yang menjadi fondasi utama agar seseorang tidak mudah terpengaruh oleh gaya hidup yang bertentangan dengan ajaran agama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gaya hidup sesuai tuntutan agama mencakup seluruh aspek kehidupan. Dalam Islam, misalnya, gaya hidup tidak hanya berkaitan dengan ibadah ritual seperti shalat, puasa, dan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menyangkut kejujuran dalam bekerja, kesederhanaan dalam berpenampilan, menjaga pergaulan, hingga cara menggunakan waktu. Seseorang yang memiliki tekad kuat akan berusaha menjadikan agama sebagai standar dalam menentukan pilihan hidup, bukan sekadar mengikuti tren atau tekanan lingkungan.

Salah satu bentuk nyata dari tekad tersebut adalah kemampuan menahan diri dari hal-hal yang dilarang agama. Di era digital, godaan hadir begitu dekat melalui media sosial, hiburan, dan budaya konsumtif. Tanpa tekad yang kuat, seseorang dapat dengan mudah terjerumus pada perilaku yang melalaikan. Karena itu, membangun gaya hidup religius membutuhkan kesadaran bahwa setiap tindakan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Kesadaran inilah yang melahirkan kehati-hatian dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Selain itu, tekad membangun gaya hidup sesuai agama juga menumbuhkan kedisiplinan. Agama mengajarkan keteraturan, mulai dari menjaga waktu ibadah hingga mengatur hubungan dengan sesama manusia. Orang yang menjadikan agama sebagai gaya hidup akan belajar untuk hidup lebih terarah, memiliki tujuan yang jelas, dan tidak mudah terbawa arus kehidupan yang menyesatkan. Dengan demikian, agama bukan menjadi beban, melainkan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan hidup.

Membangun gaya hidup sesuai tuntutan agama juga memerlukan lingkungan yang mendukung. Tekad yang kuat akan lebih mudah terjaga apabila seseorang berada di tengah lingkungan yang baik. Teman, keluarga, dan masyarakat yang memiliki semangat religius dapat menjadi pengingat ketika iman melemah. Sebaliknya, lingkungan yang buruk sering kali menjadi penghalang dalam menjaga komitmen. Oleh sebab itu, memilih lingkungan yang sehat merupakan bagian penting dari usaha mempertahankan gaya hidup yang diridhai agama.

Pada akhirnya, tekad membangun gaya hidup sesuai tuntutan agama adalah bentuk kesungguhan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Tuhannya. Hidup yang berlandaskan agama bukan berarti menjauh dari dunia, tetapi menjadikan dunia sebagai jalan menuju kebahagiaan akhirat. Dengan tekad yang kokoh, seseorang akan mampu menjalani kehidupan yang seimbang antara kebutuhan jasmani dan rohani. Dari sanalah lahir pribadi yang tenang, bermartabat, dan menjadi teladan bagi orang lain dalam menapaki kehidupan yang penuh makna. Mbah Wasis

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga RT 04 Perumahan Indopermai Siap Berlaga di Lomba Catur Master RW 15 Tahun 2026
Polres Wonogiri Amankan Laga Semifinal Bintang Muda Cup III, Ratusan Penonton Saksikan Duel Sengit Krandegan vs Ngaglik
Polri Dukung Layanan Kesehatan Terintegrasi di Purwantoro, Ratusan Warga Desa Kepyar Ikuti Skrining Penyakit Gratis
FPII Kecam Keras Pelabelan “Londo Ireng, Kasihhati : Itu Serangan Terbuka Terhadap Martabat Insan Pers Indonesia
Babinsa Koramil 10/Sambi dan Warga Kompak Gotong Royong Bangun Talud di Tempursari
Sukindar, S.H.,C.PFW.,C.MDF.,C.JKJ.,C.FTAX Ketua PC LDII Kecamatan Ngaliyan: Pembinaan Generasi Muda Harus Intensif dengan 29 Karakter Luhur
SMKN 5 Semarang Raih Penghargaan Sekolah Teraktif Pendukung Program Rengganis Mengajar pada Jateng Green Industry Summit 2026
FERADI WPI Dukung Penyidikan Polda Banten, Pembuktian Dugaan Pengeroyokan Uun Diserahkan kepada Mekanisme Hukum
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:34 WIB

Warga RT 04 Perumahan Indopermai Siap Berlaga di Lomba Catur Master RW 15 Tahun 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:27 WIB

Polres Wonogiri Amankan Laga Semifinal Bintang Muda Cup III, Ratusan Penonton Saksikan Duel Sengit Krandegan vs Ngaglik

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:23 WIB

Polri Dukung Layanan Kesehatan Terintegrasi di Purwantoro, Ratusan Warga Desa Kepyar Ikuti Skrining Penyakit Gratis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:30 WIB

FPII Kecam Keras Pelabelan “Londo Ireng, Kasihhati : Itu Serangan Terbuka Terhadap Martabat Insan Pers Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:31 WIB

Babinsa Koramil 10/Sambi dan Warga Kompak Gotong Royong Bangun Talud di Tempursari

Berita Terbaru