Gunungsari, Banten, Tribuncakranews.com – 18 April 2026* – Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG di Kecamatan Gunungsari dinilai belum berpihak ke pelaku usaha lokal. Dari 6 dapur SPPG yang beroperasi, tidak satu pun yang melibatkan UMKM Gunungsari sebagai penyuplai bahan baku, catering, maupun jajanan pendamping.@@
Padahal tujuan SPPG bukan cuma soal gizi anak sekolah. Instruksi Presiden No. 1/2025 dan Permenko PMK No. 3/2024 jelas minta SPPG menggerakkan ekonomi lokal lewat rantai pasok dari UMKM sekitar.
*Fakta di lapangan:*
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. *Peluang hilang*: Perputaran dana SPPG per dapur bisa ratusan juta/bulan. Tapi 100% bahan baku didatangkan dari luar Gunungsari.
2. *UMKM terpinggirkan*: Puluhan pelaku usaha kuliner, pertanian, dan peternakan di Gunungsari siap supply, tapi tidak pernah dilibatkan dalam proses seleksi vendor.
3. *Bertentangan dengan semangat*: Program MBG/SPPG seharusnya jadi stimulus ekonomi desa, bukan sekadar distribusi makanan.
“Kami kecewa. Dapurnya ada di Gunungsari, anaknya anak Gunungsari, tapi rezekinya lari ke luar daerah. UMKM di sini siap jaga kualitas dan harga bersaing” ujar [gunawan], pelaku UMKM Gunungsari.
Kami mendesak:
1. *BGN & Mitra SPPG Gunungsari* segera buka data seleksi vendor dan buka ruang untuk UMKM lokal ikut tender.
2. *Pemerintah Kecamatan Gunungsari* mengawal agar kuota minimum keterlibatan UMKM lokal dipenuhi.
3. *Publik* ikut mengawasi: dapur gizi harus sekalian menaikkan gizi ekonomi warga
SPPG tanpa UMKM lokal = gizi anak kenyang, tapi perut ekonomi warga tetap kosong.
*Kontak Media:*
[No HP/WA :082249894563
[Himagu]Amin/Mugiono













