Nusakambangan Jadi Kawasan Produktif, Titiek Soeharto Apresiasi Keberhasilan Kemenimipas Bangun Kemandirian

- Kontributor

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilacap, Tribuncakranews.com – Program ketahanan pangan yang dikembangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Sabtu (20/6).

Kunjungan yang didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto tersebut meninjau secara langsung berbagai sektor pembinaan dan ketahanan pangan yang dikelola di lingkungan pemasyarakatan, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga balai latihan kerja bagi warga binaan.

Titiek Soeharto mengaku terkesan dengan transformasi lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi kawasan yang mampu menghasilkan berbagai komoditas pangan strategis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini kami melihat langsung bagaimana lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat disulap menjadi lahan yang produktif. Ada padi, anggur, peternakan ayam, budidaya udang hingga sidat. Ini merupakan langkah luar biasa yang patut diapresiasi dan dapat menjadi contoh bagi daerah maupun instansi lain,” ujarnya.

Titiek Soeharto menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung swasembada pangan apabila dikelola dengan serius dan inovatif. Selain menghasilkan komoditas pangan, program tersebut juga memberikan manfaat sosial melalui keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produksi dan pelatihan keterampilan.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan bahwa pengembangan ketahanan pangan di Nusakambangan merupakan bagian dari komitmen Kementerian Imipas dalam mengoptimalkan aset negara sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

“Kami berterima kasih atas apresiasi dan masukan dari Komisi IV DPR RI. Berbagai evaluasi dan arahan yang diberikan akan menjadi bahan penyempurnaan program agar manfaatnya semakin luas, baik bagi warga binaan maupun masyarakat,” kata Agus Andrianto.

Baca Juga:  Kapolres Kudus Pantau Langsung Pembagian Nasi Jangkrik, Ribuan Warga Padati Kawasan Menara 

Pada kesempatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, menyampaikan bahwa keberhasilan Nusakambangan merupakan hasil komitmen jajaran pemasyarakatan dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk mendukung program pemerintah sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat.

“Apresiasi dari Ketua Komisi IV DPR RI menjadi motivasi bagi jajaran pemasyarakatan untuk terus berinovasi. Program yang dikembangkan di Nusakambangan tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan dan bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Mardi Santoso.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau berbagai fasilitas pembinaan kemandirian, di antaranya workshop produksi batako dan paving block berbahan Fly Ash Bottom Ash (FABA), balai latihan kerja konveksi, pengolahan pupuk organik, budidaya ikan sidat, tambak udang vaname, peternakan sapi, domba, ayam petelur, bebek petelur, hingga pengembangan UMKM warga binaan.

Salah satu lokasi yang menarik perhatian adalah peternakan ayam petelur di Lapas Terbuka Nusakambangan. Titiek Soeharto bahkan turut memanen telur secara langsung dan memberikan apresiasi atas keberhasilan budidaya unggas yang mampu menghasilkan ribuan butir telur setiap hari.

Saat ini, kawasan ketahanan pangan Nusakambangan telah menjadi salah satu model pembinaan produktif yang tidak hanya mendukung kebutuhan pangan internal pemasyarakatan, tetapi juga memberikan kontribusi bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Transformasi Nusakambangan menjadi pusat ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Umum DPP IKAPPI Dijadwalkan Kunjungi Pasar Tradisional di Surabaya, Dilanjutkan Gala Premier Film “ISTIMEWA”
Polsek Bungbulang Bersama TNI dan Satpol PP Tertibkan Pengguna Knalpot Brong di Jalan Raya
Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Jadi Sorotan Warga
Polresta Deli Serdang Bekuk Dua orang Pengedar Narkoba di Pagar Merbau
Pilkades Serentak Tahun 2026 di wilayah Kab. TTS Diujung Tanduk. Ketua Atraksi Kab. TTS : Jangan Ada Agenda Tersembunyi.
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pelantikan Pejabat Strategis Pemda DIY
Kasrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan Government Procurement Forum & Expo 2026
Bupati Palas Didesak Copot Kades Gunung Malintang, : Buntut dari Dugaan Keterlibatan Kasus Penganiayaan di Dusun Balaka 
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Ketua Umum DPP IKAPPI Dijadwalkan Kunjungi Pasar Tradisional di Surabaya, Dilanjutkan Gala Premier Film “ISTIMEWA”

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Polsek Bungbulang Bersama TNI dan Satpol PP Tertibkan Pengguna Knalpot Brong di Jalan Raya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Operasional SPPG Bandung Wonosegoro 2 Jadi Sorotan Warga

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Polresta Deli Serdang Bekuk Dua orang Pengedar Narkoba di Pagar Merbau

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Pilkades Serentak Tahun 2026 di wilayah Kab. TTS Diujung Tanduk. Ketua Atraksi Kab. TTS : Jangan Ada Agenda Tersembunyi.

Berita Terbaru