Gunungkidul, Tribuncakranews.com — Ahad pagi, 20 September 2026, Aula Balai Kalurahan Bandung, Kapanewon Playen Gunungkidul, menjadi ruang bagi tiga calon Lurah Bandung untuk menyampaikan gagasan tentang arah pembangunan kalurahan ke depan.
Mulai pukul 09.00 WIB, Panitia Pemilihan Lurah Kalurahan Bandung menggelar pemaparan visi dan misi calon Lurah Bandung Tahun 2026.
Masing-masing calon diberikan waktu maksimal 15 menit untuk menyampaikan visi, misi, serta gagasan yang akan mereka bawa apabila mendapat amanah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Agenda ini menjadi salah satu momentum penting bagi warga untuk mengenal lebih dekat gagasan masing-masing calon. Sebelumnya, Panitia Pemilihan Lurah Bandung telah menetapkan tiga calon sekaligus nomor urut mereka: Tony Kuntoro nomor urut 1, Sunarto, S.ST. nomor urut 2, dan Mawal Edi Tri Kusmantya nomor urut 3.
Tony Kuntoro: Pertanian dan Percepatan Digital
Pemaparan diawali oleh Tony Kuntoro, calon Lurah Bandung nomor urut 1.
Dalam visi dan misinya, Tony menitikberatkan perhatian pada penguatan fasilitas pertanian serta percepatan digitalisasi di Kalurahan Bandung.
Dua isu tersebut menjadi bagian dari gagasan pembangunan yang ia tawarkan kepada masyarakat: bagaimana fasilitas pertanian dapat semakin mendukung aktivitas warga sekaligus bagaimana perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendorong pelayanan dan tata kelola kalurahan.
Gagasan digitalisasi ini hadir di tengah upaya Kalurahan Bandung yang dalam beberapa tahun terakhir juga telah mengembangkan pelayanan administrasi berbasis digital.
Sunarto: “Membangun Desa Nganti Wangun”
Giliran berikutnya adalah Sunarto, S.ST., calon nomor urut 2.
Dengan gagasan “membangun desa nganti wangun”, Sunarto menyampaikan sejumlah rencana yang menitikberatkan pada pembangunan dan optimalisasi potensi yang dimiliki Kalurahan Bandung.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah inisiasi pembangunan lapangan jemparingan dengan memanfaatkan peluang pendanaan melalui Dana Keistimewaan.
Selain itu, Sunarto juga menyoroti pentingnya memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Kalurahan (PAKal) yang sudah tersedia.
Isu peningkatan pendapatan asli kalurahan menjadi bagian yang relevan dalam pengelolaan pemerintahan desa. Data APBKal Bandung 2026 yang dipublikasikan pemerintah kalurahan mencatat pendapatan asli kalurahan sebesar sekitar Rp47,75 juta, sementara total pendapatan diproyeksikan mencapai sekitar Rp1,97 miliar.
Mawal Edi Tri Kusmantya: Melanjutkan dan Mengoptimalkan
Sementara itu, Mawal Edi Tri Kusmantya, calon Lurah Bandung nomor urut 3 sekaligus petahana, membawa gagasan keberlanjutan.
Dalam pemaparannya, Mawal menyampaikan visi untuk meneruskan, meningkatkan, dan mengoptimalisasikan usaha serta perjuangan yang telah dilakukan sebelumnya.
Beberapa poin yang disampaikan antara lain mewujudkan pemerintahan kalurahan yang bersih dan anti-KKN, meningkatkan kualitas pelayanan serta tata kelola pemerintahan kalurahan, menghadirkan pelayanan yang ramah dan santun, serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Kalurahan Bandung.
Mawal sebelumnya telah memimpin Kalurahan Bandung pada periode 2018–2026. Dalam laporan akhir masa jabatannya, sejumlah program yang disampaikan antara lain pembangunan infrastruktur padukuhan, penguatan BUMKal, ketahanan pangan, serta peningkatan pelayanan administrasi berbasis digital.
Kini, gagasan keberlanjutan tersebut kembali ia tawarkan dalam kontestasi Pemilihan Lurah Bandung 2026.
Bukan Sekadar Memilih Nomor
Tiga calon, tiga nomor urut, dan sejumlah gagasan yang berbeda.
Namun di balik pemaparan visi dan misi tersebut, ada pesan yang jauh lebih besar: pemilihan lurah bukan sekadar tentang siapa yang mendapatkan suara terbanyak, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab.
Ketua Panitia Pemilihan Lurah Bandung Playen, Sunandaryo, mengajak masyarakat Kalurahan Bandung untuk memilih calon lurah dengan hati dan diniatkan untuk pengembangan Kalurahan Bandung.
Ia juga mengingatkan agar pilihan politik tidak menghilangkan persaudaraan antarwarga.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat deklarasi damai yang sebelumnya dilakukan ketiga calon. Dalam deklarasi tersebut, para calon berkomitmen menjaga agar tahapan Pemilihan Lurah Bandung berlangsung aman, tertib, jujur, adil, demokratis, dan bermartabat.
Tiga Gagasan, Satu Masa Depan Bandung
Pemaparan visi dan misi akhirnya bukan sekadar acara seremonial.
Di dalamnya ada pertanian, digitalisasi, pembangunan, olahraga tradisional, pendapatan kalurahan, pelayanan publik, hingga tata kelola pemerintahan yang bersih.
Semua gagasan tersebut kini berada di ruang publik untuk diketahui dan dipertimbangkan masyarakat.
Tony Kuntoro dengan gagasan pertanian dan digitalisasi.
Sunarto dengan semangat “membangun desa nganti wangun”.
Mawal Edi Tri Kusmantya dengan agenda meneruskan dan mengoptimalkan pembangunan serta pelayanan pemerintahan.
Tiga nama telah ditetapkan.
Tiga gagasan telah disampaikan.
Dan ketika hari pemilihan tiba, masyarakat Kalurahan Bandung akan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan arah kepemimpinan kalurahan pada periode berikutnya.
Satu hal yang diharapkan tetap sama setelah seluruh proses selesai: Bandung tetap guyub, rukun, dan bersama-sama membangun kalurahan.
Karena pesta demokrasi boleh menghadirkan pilihan yang berbeda, tetapi persaudaraan warga jangan sampai berbeda. (Red/Pur)














