Program Seragam Sekolah Gratis Yang Diluncurkan Oleh Bupati Subang Diduga Kualitasnya Kurang Baik

- Kontributor

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subang, Tribuncakranews.com // Bupati Subang yang Akrab Disapa (Kang Rey) diawal tahun 2026 resmi luncurkan program seragam sekolah gratis , pada15 Januari 2026 , program ini bertujuan meringankan beban ekonomi orang tua, menghilangkan rasa minder siswa kurang mampu, serta memastikan seluruh siswa memiliki seragam layak guna meningkatkan fokus belajar.

 *Program seragam sekolah gratis ini menyiksakan polemik**

Kordinator Forum Arus bawah,Andi L Hakim Menyoroti program pembagian seragam sekolah gratis untuk SD dan SMP Dikabupaten Subang Kamis (4/2/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

praktek pendistribusian seragam gratis. Pantauan kami di lapangan siswa -siswi belum semua mendapatkan seragam tersebut!!!!

Meskipun bertujuan meringankan beban ekonomi, implementasi dilapangan terbukti bahan yang digunakan tidak bagus bahan kasar, Ucap Andi

Lanjut Andi permasalahan ini kami akan meminta hearing dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang agar mengundang kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) , Pejabat pembuatan komitmen (PPK),Dan Pihak ketiga/kontraktor.

proses pendaan barang dan jasa dengan menggunakan sistem Elektronik atau E -Katalog, harus memvalidasi kemampuan perusahaan secara sistem dan teverikasi fisik, Dikhawatirkan bahan yang digunakan tidak sesuai,jika terbukti tidak Sesuai maka PPK wajib menolak karena akan mempengaruhi harga satuan, atau terjadi mark up harga

Indikasi ini harus menjadi bahan acuan dan perhatian semua pihak termasuk DPRD Kabupaten Subang dalam pungsi pengawasan , penggunaan anggaran Daerah, karena anggaran yang digunakan tidak sedikit nilainya Miliyaran Rupiah ujarnya.

Penulis : Nopian

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPP GMNI: VONIS 10 BULAN OKNUM TNI ANIAYA SISWA SMP HINGGA TEWAS BUKAN KEADILAN, TAPI IMPUNITAS YANG DILEGALKAN
Diduga Minim Transparansi, Proyek Betonisasi Jalan di Desa Kemuning Jadi Sorotan Publik
Dorong Gaya Hidup Sehat, Danrem 072/Pamungkas Bersama Masyarakat Ikuti TransJogja Run 2026
Polisi Panggil Pemilik Motor yang Terbakar di Dekat SPBU Nanan, Ternyata Motor Kebun, Mungkinkah? 
Dugaan Galian C Ilegal di Cepogo Boyolali Kian Terang-Terangan, Puluhan Dump Truck Antre Angkut Pasir, Legalitas Dipertanyakan
Diduga “Masuk Angin”, Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Mandek 5 Tahun di Polda Sumut, Oknum Penyidik Dilaporkan ke Propam
Sejarah Terbentuknya Kota Lubuklinggau, Dr. Sambas Ungkap Perjuangan Pemekaran Tahun 2001
Selama 36 Hari, 37 Orang Bandit Jalanan Kena Tembak Polrestabes
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:38 WIB

DPP GMNI: VONIS 10 BULAN OKNUM TNI ANIAYA SISWA SMP HINGGA TEWAS BUKAN KEADILAN, TAPI IMPUNITAS YANG DILEGALKAN

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:32 WIB

Diduga Minim Transparansi, Proyek Betonisasi Jalan di Desa Kemuning Jadi Sorotan Publik

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:58 WIB

Dorong Gaya Hidup Sehat, Danrem 072/Pamungkas Bersama Masyarakat Ikuti TransJogja Run 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:49 WIB

Polisi Panggil Pemilik Motor yang Terbakar di Dekat SPBU Nanan, Ternyata Motor Kebun, Mungkinkah? 

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:46 WIB

Dugaan Galian C Ilegal di Cepogo Boyolali Kian Terang-Terangan, Puluhan Dump Truck Antre Angkut Pasir, Legalitas Dipertanyakan

Berita Terbaru