Menanti Solusi Struktural: Mengapa Bantuan Air Bersih Saja Tak Cukup Atasi Kekeringan di Jawa Barat?

- Kontributor

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Tribuncakranews.com 

Meski kemarau baru berjalan hitungan minggu, puluhan ribu warga di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat sudah harus berhadapan dengan kenyataan pahit: antre berjam-jam demi mendapatkan seember air bersih.

Waktu produktif tersita, sanitasi terganggu, dan kecemasan membayangi kehidupan sehari-hari warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Merespons krisis ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan di 27 kabupaten/kota. Langkah cepat ini patut diapresiasi. Namun, apakah pembagian air bersih lewat truk-truk tangki sudah menyelesaikan akar masalah?

​Menurut Kang Oos Supyadin, SE., MM., seorang Pemerhati Kebijakan Publik sekaligus pengurus Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKP DAS) Korwil Garut, bantuan darurat tersebut baru sekadar mengobati gejala, belum menyembuhkan penyakit utamanya.

​Air Bersih Adalah Hak Konstitusional, Bukan Bansos Musiman

​Kang Oos menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan kewajiban konstitusional negara yang fundamental, bukan sekadar program bantuan sosial (bansos) yang datang saat musim kemarau tiba.

​”Ketersediaan air bersih adalah hak asasi warga negara yang dijamin oleh Pasal 33 ayat (3) dan Pasal 28H UUD 1945, serta dikuatkan oleh Putusan Mahkamah Konstitusi No. 85/PUU-XI/2013 dan UU No. 17/2019,” ujar Kang Oos, yang juga aktif di Dewan Adat Kabupaten Garut dan menjabat sebagai Koordinator Majelis Adat Sunda (MASDA) Jabar Kabupaten Garut.

​Ia menilai, penanganan yang ada saat ini masih bersifat reaktif. Selama alih fungsi lahan di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) terus dibiarkan, kemampuan tanah menyerap air akan terus merosot, dan siklus kekeringan ekstrem akan terus berulang setiap tahunnya.

Baca Juga:  WARGA PALEDANG HEGARMANAH SYUKURI GOTONG ROYONG RABAT JALAN LEWAT TRADISI BOTRAM TUMPENG DI ATAS DAUN PISANG DI GELAR DI JALAN

​Restorasi Hutan Hulu: Kunci Menjaga Mata Air Tetap Mengalir

Sebagai solusi konkret, FKP DAS Garut mendesak pemerintah untuk segera merumuskan kebijakan struktural jangka panjang yang berfokus pada sektor hulu.

Kuncinya ada pada satu gerakan: Restorasi Hutan.

​Restorasi ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan sebuah proses komprehensif untuk memulihkan ekosistem yang rusak melalui tiga langkah utama:

​Regenerasi Alami: Membiarkan alam memulihkan dirinya sendiri pada kawasan tertentu dengan pengawasan ketat.

​Penanaman Bibit Aktif: Melakukan reboisasi secara terencana dengan memilih jenis pohon yang memiliki daya serap air tinggi.

​Perlindungan Kawasan Hutan: Memperketat pengawasan dan hukum agar tidak ada lagi pembalakan atau alih fungsi lahan di area resapan air.

​Panggilan Kolaborasi demi Masa Depan Jawa Barat

​Melalui restorasi hutan di hulu DAS, diharapkan kualitas tanah membaik, keanekaragaman hayati pulih, dan yang terpenting: mata air di hulu tetap mengalir bahkan di puncak musim kemarau sekalipun.

​Di akhir penuturannya, tokoh adat Sunda ini mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan untuk tidak lagi menutup mata terhadap kerusakan lingkungan.

​”Semoga kita semua terlibat dan terpanggil dalam penyelamatan lingkungan hidup ini. Rahayu,” pungkasnya.

 

(Enjang)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

403 Kasus Narkoba Dibongkar, Polresta Deli Serdang Tegaskan Tak Ada Ampun bagi Pengedar
Kendal Jadi Tuan Rumah POPDA Jateng 2026, 248 Atlet Pelajar Siap Ukir Prestasi
Kebakaran Lahan Penghijauan di Tol KM 442 Bawen, Regu Siaga Bhayangkara Polres Semarang dikerahkan.
Tim Penyuluh Pasis Dikreg SESKO TNI LVI TA 2026 Gelar Penyuluhan Door to Door di Puskesmas Menteng Palangkaraya dan Masyarakat sekitar Sungai Kahayan
Kapolres Jombang Pimpin Upacara Sertijab Dua Kapolsek dan Kasihumas
Srikandi Tanimbar Pimpin Bumi Handayani: Momen Spesial HUT Polwan RI, AKBP Rosana Albertina Labobar Jabat Kapolres Gunungkidul
Galian Tanah Urug Pekuncen Disorot, Kades Sebut Ada Kesepakatan Deposit Rp100 Juta untuk Perbaikan Jalan
Syukuran HUT ke-65, Korem 072/Pamungkas Gelar Pengajian
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 20:17 WIB

403 Kasus Narkoba Dibongkar, Polresta Deli Serdang Tegaskan Tak Ada Ampun bagi Pengedar

Selasa, 1 September 2026 - 20:13 WIB

Kendal Jadi Tuan Rumah POPDA Jateng 2026, 248 Atlet Pelajar Siap Ukir Prestasi

Selasa, 1 September 2026 - 20:10 WIB

Kebakaran Lahan Penghijauan di Tol KM 442 Bawen, Regu Siaga Bhayangkara Polres Semarang dikerahkan.

Selasa, 1 September 2026 - 17:42 WIB

Tim Penyuluh Pasis Dikreg SESKO TNI LVI TA 2026 Gelar Penyuluhan Door to Door di Puskesmas Menteng Palangkaraya dan Masyarakat sekitar Sungai Kahayan

Selasa, 1 September 2026 - 17:38 WIB

Kapolres Jombang Pimpin Upacara Sertijab Dua Kapolsek dan Kasihumas

Berita Terbaru