Pengawasan Publik KBB Terancam, hanya Puluhan Wartawan Aktif sebagai Kontrol Sosial 

- Kontributor

Selasa, 22 September 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN BANDUNG BARAT, TRIBUNCAKRANEWS.COM — Fakta mengejutkan diungkapkan oleh Ketua Kelompok Kerja Wartawan Kabupaten Bandung Barat (Pokja Wartawan KBB). Di wilayah yang berpenduduk hampir 2 juta jiwa dengan anggaran APBD mencapai Rp3,14 triliun, jumlah wartawan yang benar-benar aktif, tersertifikasi, bertugas di lapangan, dan konsisten mengawal kepentingan rakyat hanya berkisar 32 hingga 40 orang. Bukan ratusan, melainkan puluhan.

“Dari sekitar 120 media yang mengaku beroperasi di KBB, yang terverifikasi keberadaannya di wilayah ini hanya puluhan. Yang memiliki Sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pun baru 38 orang, dan yang benar-benar turun ke lapangan setiap hari — hanya 32 hingga 40 orang. Selebihnya? Muncul saat ada undangan, lalu hilang,” tegas Ketua Pokja Wartawan KBB pada Selasa (22/9).

Baca Juga:  Ribuan Warga DIY Antusias Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Korem 072/Pamungkas dan Kadin DIY

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artinya, satu wartawan yang berintegritas harus mengawal hampir 60.000 jiwa penduduk dan pengelolaan anggaran lebih dari Rp100 miliar. Beban pengawasan publik di KBB sungguh tidak sebanding dengan jumlah pengawas yang ada. Kondisi ini membuka celah besar di mana penyimpangan dapat terjadi tanpa diketahui masyarakat luas.

 

“Inilah alasan mengapa banyak kebijakan dan anggaran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berjalan tanpa pengawasan yang memadai. Meski kami sedikit, kami bertekad tetap bersatu dan bersuara lantang. Kebenaran dan pengawasan demi kepentingan rakyat KBB tidak boleh berhenti hanya karena jumlah kami terbatas,” pungkas Ketua Pokja Wartawan KBB.

Narasumber/Pewarta: M. Raup / Tim Redaksi Pokja KBB

Editor Redaksi:

 

 

​

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DR. FACHRUL RAZI: PENYADAPAN PRESIDEN PRABOWO ADALAH MAKAR
PEMBANGUNAN RUKO DI ATAS LAHAN PSDA PROVINSI JAWA TENGAH DI DESA SEMAMPIR PATI DISOROT, SEMPAT DIHENTIKAN SATPOL PP, IZIN DIPERTANYAKAN!
Klarifikasi Amriana Kastury: Saya Fokus Berjualan, Kasus Sudah di Ranah Hukum — Minta Media Berimbang
Alami pecah ban belakang kanan, Bus Bandung Express terguling di Ambarawa.
Siswi SMK Hamil 7 Bulan Diduga Akibat Hubungan dengan Oknum ASN, Status WD Masih Beristri Jadi Sorotan
PENYADAPAN POLITIK: KETIKA ALAT KEKUASAAN MENGAWASI PRESIDEN, DEMOKRASI BERADA DALAM ANCAMAN
Perkuat Karakter Kebangsaan Mahasiswa, Danrem 072/Pamungkas Sambut Audiensi UNJAYA Yogyakarta
Perluas Kontribusi Global Atasi Krisis Lingkungan, UNDIP Gandeng Celvera Biosystems Singapura dalam Proyek Riset “Blue Java”
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:14 WIB

DR. FACHRUL RAZI: PENYADAPAN PRESIDEN PRABOWO ADALAH MAKAR

Jumat, 6 November 2026 - 17:26 WIB

PEMBANGUNAN RUKO DI ATAS LAHAN PSDA PROVINSI JAWA TENGAH DI DESA SEMAMPIR PATI DISOROT, SEMPAT DIHENTIKAN SATPOL PP, IZIN DIPERTANYAKAN!

Jumat, 6 November 2026 - 16:57 WIB

Klarifikasi Amriana Kastury: Saya Fokus Berjualan, Kasus Sudah di Ranah Hukum — Minta Media Berimbang

Jumat, 6 November 2026 - 16:43 WIB

Alami pecah ban belakang kanan, Bus Bandung Express terguling di Ambarawa.

Jumat, 6 November 2026 - 16:38 WIB

Siswi SMK Hamil 7 Bulan Diduga Akibat Hubungan dengan Oknum ASN, Status WD Masih Beristri Jadi Sorotan

Berita Terbaru