Diduga Tak Sesuai Spek, Pemasangan Batu pada Proyek Irigasi di Banyurip Purworejo Disorot

- Kontributor

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWOREJO, TRIBUNCAKRANEWS.COM — Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi D.I. Loroggrantung yang berada di Desa Condongsari, Kecamatan Banyurip, Kabupaten Purworejo, mendapat sorotan dari tim media yang melakukan fungsi kontrol sosial di lapangan.

Proyek yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang tersebut dilaksanakan oleh CV Budidaya dengan nilai kontrak sebesar Rp277.647.400. Pekerjaan tersebut memiliki waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender.

Dalam pemantauan di lokasi, tim media menemukan adanya pekerjaan pasangan batu yang diduga belum sepenuhnya mengacu pada spesifikasi teknis yang dipersyaratkan dalam pekerjaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan batu bongkaran atau batu lama yang masih berbentuk batu blondos. Ketika mandor pekerjaan dikonfirmasi mengenai batu tersebut, disebutkan bahwa material tersebut merupakan batu bongkaran lama yang masih dapat digunakan kembali.

Penggunaan kembali material lama pada prinsipnya dapat menjadi bagian dari pekerjaan apabila memang diperbolehkan dalam dokumen teknis dan memenuhi persyaratan mutu. Namun, persoalan yang menjadi perhatian tim media adalah metode pemasangan batu blondos tersebut, khususnya pada bagian koperan bawah yang terlihat tidak menggunakan adukan semen secara memadai.

Batu tampak ditata dan ditumpuk kemudian dilakukan pengecoran. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kekuatan dan kualitas konstruksi apabila metode pelaksanaannya tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Tim media menilai, kualitas pekerjaan pasangan batu pada jaringan irigasi sangat penting karena konstruksi tersebut akan berhubungan langsung dengan ketahanan bangunan terhadap tekanan air serta kondisi lingkungan di sekitarnya.

Baca Juga:  Dugaan Pengkondisian Lelang di Barjas Purworejo Mencuat, Pengakuan Sejumlah Pemenang Tender Jadi Sorotan

Jika metode pemasangan tidak sesuai dengan ketentuan teknis, dikhawatirkan dapat memengaruhi mutu dan usia konstruksi. Karena itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang untuk memastikan apakah pelaksanaan di lapangan telah sesuai dengan gambar kerja, RAB, spesifikasi teknis, serta ketentuan kontrak.

Tim media juga berharap pihak pengawas maupun konsultan pengawas segera melakukan pengecekan terhadap pekerjaan tersebut, khususnya pada bagian pasangan batu dan koperan yang menjadi sorotan.

Fungsi kontrol sosial, menurut tim media, bukan untuk mencari kesalahan pelaksana pekerjaan, melainkan memastikan penggunaan anggaran negara benar-benar menghasilkan pekerjaan dengan kualitas dan mutu sebagaimana yang telah direncanakan.

Apalagi proyek tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp277,6 juta, sehingga kualitas pekerjaan menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian seluruh pihak.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purworejo, konsultan pengawas maupun pelaksana proyek belum memberikan penjelasan secara resmi terkait temuan tersebut.

Tim media masih membuka ruang klarifikasi kepada pihak Dinas PUPR, konsultan pengawas, maupun CV Budidaya untuk memberikan penjelasan mengenai spesifikasi teknis, penggunaan material lama, serta metode pemasangan batu pada proyek rehabilitasi jaringan irigasi D.I. Loroggrantung tersebut.

 

Jono Cakra

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PGRI Cabang Gamping dan Korppri Sub Unit Korwil Gamping Donasi Air Bersih di Tepus Gunung Kidul DIY.
PTSL Pidodokulon 2026, 40 Sertifikat Diserahkan kepada Warga
BULOG Bantu Penyandang Disabilitas Untuk Kembangkan Usaha melalui RPK Mandiri di Yogyakarta
Pangdam IV/Diponegoro Kobarkan Semangat Kesaktian Pancasila
Hari Kesaktian Pancasila 2026, Kapolres Lubuk Linggau: Pancasila Harus Diamalkan dalam Setiap Pengabdian
GIIAS Semarang 2026 Digelar di Muladi Dome UNDIP, Perkuat Sinergi Kampus dan Industri Otomotif
Dandim 0730/Gunungkidul Pimpin Upacara kenaikan Pangkat 47 Prajurit di Makodim
Dalam Rangka Memperkokoh Idiologi Bangsa Korem 072/ Pamungkas Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:41 WIB

PGRI Cabang Gamping dan Korppri Sub Unit Korwil Gamping Donasi Air Bersih di Tepus Gunung Kidul DIY.

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:49 WIB

PTSL Pidodokulon 2026, 40 Sertifikat Diserahkan kepada Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:46 WIB

BULOG Bantu Penyandang Disabilitas Untuk Kembangkan Usaha melalui RPK Mandiri di Yogyakarta

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Kobarkan Semangat Kesaktian Pancasila

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Diduga Tak Sesuai Spek, Pemasangan Batu pada Proyek Irigasi di Banyurip Purworejo Disorot

Berita Terbaru