Lahan Disita Negara Tak Kunjung Dikelola, Kinerja PT. Agrinas Palma Nusantara Dipertanyakan

- Kontributor

Senin, 23 Maret 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riau, Tribuncakranews.com — Hampir satu tahun sejak negara mengambil alih lahan eks milik PT. RSUP, PT. RSTM, dan PT. GHM melalui skema penertiban kawasan hutan, publik mulai mempertanyakan keseriusan pengelolaan oleh pihak yang ditunjuk, yakni PT. Agrinas Palma Nusantara, khususnya di Wilayah RH 2 Pekanbaru. Senin, 23/3/2026.

Alih-alih menunjukkan progres pengelolaan yang jelas dan terukur, kondisi di lapangan justru menimbulkan tanda tanya besar. Lahan yang telah disita negara tersebut hingga kini terkesan terbengkalai, tanpa adanya aktivitas optimalisasi sebagaimana tujuan awal pengambilalihan, yakni untuk penataan dan pemanfaatan aset negara secara sah dan produktif

Ironisnya, berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, aktivitas panen buah kelapa sawit di lahan tersebut justru masih berlangsung. Namun, panen itu diduga tetap dilakukan oleh pihak perusahaan lama yang sebelumnya menguasai lahan, bukan sepenuhnya di bawah kendali negara atau pengelola baru yang ditunjuk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pembiaran, bahkan potensi permainan di balik pengelolaan lahan eks sitaan negara. Jika benar hasil kebun masih dinikmati oleh pihak lama, maka hal ini berpotensi merugikan negara dan mencederai semangat penegakan hukum dalam penertiban kawasan hutan.

“Ini menjadi preseden buruk. Negara sudah hadir mengambil alih, tapi di lapangan tidak ada perubahan signifikan. Bahkan hasilnya diduga masih dinikmati pihak lama. Lalu di mana fungsi pengawasan dan pengelolaan?” ungkap Datuk M. Yani, Ketua Lam Pulau Burung.

Selain itu, lambannya pengelolaan oleh PT. Agrinas Palma Nusantara juga membuka ruang konflik horizontal di tengah masyarakat. Ketidakjelasan status penguasaan dan pengelolaan lahan berpotensi dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk kepentingan tertentu, yang ujungnya merugikan masyarakat sekitar.

Seharusnya, pasca penyitaan, negara melalui perusahaan yang ditunjuk segera melakukan inventarisasi, penataan, serta pengelolaan yang transparan dan akuntabel. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan stagnasi.

Publik kini menunggu langkah tegas dari pemerintah pusat, termasuk evaluasi terhadap kinerja PT. Agrinas Palma Nusantara. Jika ditemukan adanya kelalaian atau indikasi penyimpangan, maka tidak ada alasan untuk tidak melakukan penindakan.

Kasus ini menjadi ujian nyata: apakah pengambilalihan lahan oleh negara benar-benar untuk kepentingan rakyat dan penegakan hukum, atau justru hanya menjadi formalitas tanpa perubahan substansi di lapangan. Marno (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodim 0207/Simalungun Gelar Open Tournament Domino ORADO 101 Piala Panglima TNI Peringati HUT Ke-81 TNI.
Pangdam IV/Diponegoro Dorong Atlet Menembak Kejar Prestasi Nasional dan Internasional
Pemilik Family Bakery Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual, Gandeng LSM Tamperak
Di Tengah Tekanan Ekonomi, Kades Karang Getas Tetap Produktif Berjualan Semangka dan Melon
Polres Purworejo Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Kapolres Simalungun Hadiri Opening Tournamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI, Dukung Pemecahan Rekor MURI Sambut HUT TNI Ke-81
ORI Kalsel Dilantik, Siap Kawal Kebijakan Pemerintah: Tegaskan Komitmen Berjuang untuk Rakyat
Doa di Tengah Puing Islamic Center Bekasi, FWJI Desak Kepastian Aset dan Pembangunan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 19:52 WIB

Kodim 0207/Simalungun Gelar Open Tournament Domino ORADO 101 Piala Panglima TNI Peringati HUT Ke-81 TNI.

Minggu, 27 September 2026 - 19:41 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Dorong Atlet Menembak Kejar Prestasi Nasional dan Internasional

Minggu, 27 September 2026 - 19:07 WIB

Pemilik Family Bakery Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual, Gandeng LSM Tamperak

Minggu, 27 September 2026 - 15:25 WIB

Di Tengah Tekanan Ekonomi, Kades Karang Getas Tetap Produktif Berjualan Semangka dan Melon

Minggu, 27 September 2026 - 15:18 WIB

Polres Purworejo Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Berita Terbaru