WARGA TEJO GUNUNGKIDUL TUNJUKKAN KEKOMPAKAN, WAKIL BUPATI: TRADISI HARUS DIJAGA GENERASI MUDA RONGKOP

- Kontributor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungkidul tribuncakranews.com | – Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, masih ada satu kekuatan yang mampu menyatukan masyarakat tanpa memandang usia, status sosial, maupun latar belakang. Kekuatan itu bernama tradisi. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Padukuhan Tejo, Kalurahan Pucanganom, Kapanewon Rongkop, Senin (10/8/2026). Ratusan warga tumpah ruah mengikuti rangkaian kegiatan Bersih Dusun, sebuah tradisi warisan leluhur yang hingga kini tetap lestari dan menjadi perekat kehidupan sosial masyarakat. Kemeriahan semakin terasa ketika Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, hadir langsung di tengah-tengah warga.

Kehadirannya bukan sekadar memenuhi agenda pemerintahan, melainkan menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan masyarakat yang terus menjaga nilai budaya dan semangat gotong royong. Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan tampak sibuk mempersiapkan rangkaian acara. Para sesepuh, pemuda, ibu-ibu, hingga anak-anak berbaur dalam suasana penuh kebersamaan. Pawai dusun yang menjadi bagian dari tradisi berlangsung meriah, menampilkan kreativitas warga sekaligus menjadi ruang ekspresi budaya yang membanggakan.

Bagi masyarakat Tejo, Bersih Dusun bukan hanya agenda tahunan. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan, keselamatan, rezeki, hasil bumi, dan kehidupan yang terus mengalir dari tahun ke tahun. Di hadapan masyarakat, Joko Parwoto mengaku terkesan dengan kekompakan warga yang masih menjaga tradisi leluhur di tengah arus modernisasi. Menurutnya, Bersih Dusun mengandung pesan yang jauh lebih dalam daripada sekadar seremoni budaya. Di dalamnya hidup nilai-nilai gotong royong, kerukunan, saling menghormati, dan kepedulian sosial yang menjadi fondasi kuat kehidupan masyarakat Gunungkidul. “Tradisi seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Jangan sampai nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat kita hilang ditelan zaman,“ ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari sekadar pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah dan masyarakat. Dalam sambutannya, Joko menegaskan bahwa pemerintah harus hadir dan dekat dengan rakyat. Baginya, mendengarkan keluhan masyarakat dan memperjuangkan harapan mereka merupakan bagian penting dari tugas seorang pemimpin. Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga yang hadir. Di tengah berbagai tantangan pembangunan, masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah yang tidak hanya datang saat acara seremonial, tetapi juga mampu mendengar dan mencari solusi bersama. Joko juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan. Menurutnya, semangat guyub rukun yang selama ini hidup di pedesaan merupakan modal sosial terbesar untuk membangun daerah. “Pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri. Dengan dukungan masyarakat, berbagai persoalan dapat diselesaikan bersama-sama,“ pesannya.

Baca Juga:  Sasaran Program TMMD Reguler 128 Kulon Progo Selesai Dikerjakan

Kegiatan Bersih Dusun Tejo menjadi bukti bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan energi sosial yang masih sangat relevan untuk masa kini dan masa depan. Di tengah dunia yang semakin individualistis, masyarakat Tejo justru menunjukkan bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam membangun kehidupan yang harmonis. Menjelang akhir acara, suasana haru dan penuh doa menyelimuti kegiatan. Wakil Bupati Gunungkidul menyampaikan harapan agar Padukuhan Tejo senantiasa diberi ketenteraman, kesehatan, rezeki yang melimpah, hasil pertanian yang baik, serta kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera. Doa yang disampaikan dalam bahasa Jawa itu disambut anggukan dan senyum warga yang hadir. Sebab bagi masyarakat Tejo, Bersih Dusun bukan hanya tentang menjaga tradisi. Lebih dari itu, ia adalah cara merawat rasa syukur, memperkuat persaudaraan, dan menjaga harapan agar kehidupan di masa depan tetap berjalan dalam suasana ayem, tentrem, dan guyub rukun.

Di Padukuhan Tejo, tradisi membuktikan satu hal penting yakni ketika masyarakat bersatu, budaya hidup, dan pemerintah hadir bersama rakyat, maka harapan akan selalu menemukan jalannya.

(Red.pur)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demo di Depan PT S2P PLTU Karangkandri Dipertanyakan, Warga Desak Pemerintah Audit Kewajiban Perusahaan
Tim Hukum UUN (FERADI WPI – Subur Jaya Lawfirm) Pertanyakan Mobil yang digunakan menculik UUN kenapa tidak disita sebagai Barang Bukti. Dugaan Anomali Proses Penanganan Perkara UUN, Polda Banten disorot Masyarakat
Beasiswa Sakai 2026: Kepedulian PT Arara Abadi di HUT Riau ke-69
WARGA GUNUNG SARI DESAK DLH KAB. SERANG BUKA IUP, IPAL, SIBA, BPJS & UMR PT GSU. “JANGAN ADA YANG DITUTUPI”
Breaking News,,!! Bedata Neri Resmi Menjadi Ketua RT. 01 RW 07, Kelurahan Pesisir: Siap Menjalankan Amanah dan Dukung Seluruh Program Walikota Agung Nugroho 
Breaking News,,!! Bedata Neri Resmi Menjadi Ketua RT. 01 RW 07, Kelurahan Pesisir: Siap Menjalankan Amanah dan Dukung Seluruh Program Walikota Agung Nugroho 
HUT SELEKTIF NEWS Ke 4 dan Hut BOSSMUDA NEWS Ke 2 Berikan Penghargaan kepada Tokoh-Tokoh Inspiratif Sumatera Utara
Aktivitas Tambang Galian C Ilegal di Desa Kepuhpandak Mojokerto Kembali Beroperasi, Publik Desak Tindakan Tegas Aparat Penegak Hukum
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Demo di Depan PT S2P PLTU Karangkandri Dipertanyakan, Warga Desak Pemerintah Audit Kewajiban Perusahaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:16 WIB

WARGA TEJO GUNUNGKIDUL TUNJUKKAN KEKOMPAKAN, WAKIL BUPATI: TRADISI HARUS DIJAGA GENERASI MUDA RONGKOP

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Tim Hukum UUN (FERADI WPI – Subur Jaya Lawfirm) Pertanyakan Mobil yang digunakan menculik UUN kenapa tidak disita sebagai Barang Bukti. Dugaan Anomali Proses Penanganan Perkara UUN, Polda Banten disorot Masyarakat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:11 WIB

Beasiswa Sakai 2026: Kepedulian PT Arara Abadi di HUT Riau ke-69

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

WARGA GUNUNG SARI DESAK DLH KAB. SERANG BUKA IUP, IPAL, SIBA, BPJS & UMR PT GSU. “JANGAN ADA YANG DITUTUPI”

Berita Terbaru