BANYUMAS Tribuncakranews. com — Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., menerima kunjungan silaturahmi pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banyumas di ruang kerjanya, Selasa (31/3/2026). Pertemuan berlangsung hangat, membahas rencana kegiatan Milad IMM hingga dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam suasana Idulfitri, Kapolresta membuka dialog dengan pesan kebersamaan. “Kami hadir sebagai mitra mahasiswa. Setiap kegiatan akan kami kawal agar berjalan aman dan kondusif, bukan untuk membatasi ruang gerak,” ujarnya, seraya menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin.
Dari pihak mahasiswa, perwakilan DPD IMM Jawa Tengah, Fuad Minan Zuhri, memaparkan rencana Milad IMM se-Jateng yang akan digelar pada 11–12 April 2026 di kawasan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Agenda tersebut dirancang atraktif, mulai dari kompetisi mobile legend, mini soccer, hingga lomba video kreatif yang melibatkan generasi muda lintas daerah. “Kami berharap dukungan pengamanan dari kepolisian agar kegiatan berjalan lancar,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya itu, IMM Banyumas juga menyiapkan agenda lanjutan berupa temu alumni serta Musyawarah Cabang sebagai momentum regenerasi organisasi.
Di sisi lain, forum ini juga menjadi ruang penyampaian aspirasi warga. Salah satunya terkait gangguan ketertiban di sekitar Pasar Manis, seperti kebisingan musik dan penggunaan knalpot tidak standar. Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh salah satu pengurus IMM sebagai representasi keresahan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Kapolresta menegaskan keterbukaan institusinya terhadap setiap masukan. “Silakan sampaikan melalui jalur komunikasi yang ada, kami siap menindaklanjuti. Sinergi ini penting agar setiap persoalan bisa diurai bersama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan tantangan baru di era digital yang turut memengaruhi pola interaksi sosial. Menurutnya, perbedaan karakter individu kerap memicu gesekan, terutama di ruang media sosial yang kerap diwarnai pernyataan keras. “Di dunia maya, batas karakter menjadi kabur. Ini perlu disikapi dengan kedewasaan agar tidak memicu konflik di dunia nyata,” jelasnya.
Menutup pertemuan, Kapolresta mengajak mahasiswa menjadi bagian dari solusi dalam menjaga stabilitas wilayah. “Mari kita jaga Banyumas tetap aman dan nyaman. Peran mahasiswa sangat penting sebagai agen perubahan sekaligus penjaga harmoni sosial,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung kondusif, mencerminkan kuatnya sinergi antara kepolisian dan kalangan mahasiswa dalam merawat kondusivitas daerah.
(PID Presisi Humas Polresta Banyumas).













