Banding, Mantan Sekda & Pj Bupati Cilacap, Awaluddin Muuri, Hukuman Malah Diperberat

- Kontributor

Minggu, 19 April 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | TRIBUNCAKRANEWS. COM – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) dan juga Pejabat (Pj) Bupati Kabupaten Cilacap, Awaluddin Muuri mengajukan banding atas putusan dari Pengadilan Tipikor Semarang yang menjatuhi hukuman 2,5 tahun penjara tanpa denda.

Dalam sidang banding tersebut, Pengadilan Tinggi Jawa Tengah memperberat hukuman terhadap Awaluddin Muuri dalam kasus korupsi pengadaan lahan seluas 716 hektare oleh BUMD.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Arfan Triono mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima salinan putusan banding dari Pengadilan Tinggi Jawa Tengah. Dalam putusan tersebut, hukuman Awaluddin yang sebelumnya dijatuhi 2,5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Semarang, kini diperberat menjadi 10 tahun penjara. Tidak hanya itu, dia juga dijatuhi denda sebesar Rp500 juta. Jika tidak dibayarkan, denda tersebut akan diganti dengan kurungan selama tiga bulan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengadilan Tinggi Jawa Tengah juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pembayaran uang pengganti kerugian negara sebesar Rp1,8 miliar,” ujarnya di Semarang, Kamis (16/04/2026).

Ia menambahkan, apabila uang pengganti tersebut tidak dibayarkan, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap itu akan menjalani hukuman tambahan berupa kurungan selama 1,5 tahun.

Pengadilan Tinggi Jawa Tengah juga memperberat hukuman terhadap Komisaris PT Cilacap Segara Artha, Iskandar Zulkarnain. Vonis yang sebelumnya 3 tahun 9 bulan penjara kini meningkat drastis menjadi 10 tahun penjara. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 4 miliar. Jika tidak dibayarkan, akan diganti dengan kurungan selama 2,5 tahun.

Kasus ini bermula dari transaksi pembelian lahan HGU milik PT Rumpun Sari Antan (RSA) di Kecamatan Cipari oleh Perumda Kawasan Industri Cilacap melalui PT Cilacap Segara Artha (CSA) dengan nilai mencapai Rp 237 miliar.

Dalam proses tersebut, Direktur Utama PT RSA, Andhy Nur Huda, diduga memberikan sejumlah uang kepada Awaluddin Muuri sebesar Rp 1,8 miliar dan kepada Iskandar Zulkarnain sebesar Rp 4,3 miliar. ( MBAH WASIS )

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabapas Pati Tak Mau Redup, Terus Menyala Menebar Manfaat Lewat Ruang Akademik
Sinergi TNI AU dan APTRI Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Tebu Nasional 2026
Dua Hari Setelah Viral, KK Endang Akhirnya Terbit; Bupati Turun Tangan, Camat Sidak Desa Temboro
Pohon Mangga Lapuk Tumbang Tutup Jalan Raya Pamengpeuk, UPT Damkar Pamengpek Gerak Cepat Lakukan Evakuasi
Warga Tunggul Pandean Mengajukan Gugatan Di Pengadilan Negeri Jepara 
Satpolairud Polresta Pati Gelar Aksi Cek Kesehatan Berlayar, Pastikan ABK Siap Melaut dengan Aman
Satbinmas Polresta Pati Perkuat Cooling System Lewat Sambang Tokoh Masyarakat dan Sosialisasi Call Center 110
Kades Tabunio Minta Maaf Terkait Pernyataan “BBM Subsidi Baik-Baik Saja Sepakati 7 Poin dengan Nelayan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:05 WIB

Kabapas Pati Tak Mau Redup, Terus Menyala Menebar Manfaat Lewat Ruang Akademik

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:56 WIB

Sinergi TNI AU dan APTRI Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Tebu Nasional 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:39 WIB

Dua Hari Setelah Viral, KK Endang Akhirnya Terbit; Bupati Turun Tangan, Camat Sidak Desa Temboro

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:28 WIB

Pohon Mangga Lapuk Tumbang Tutup Jalan Raya Pamengpeuk, UPT Damkar Pamengpek Gerak Cepat Lakukan Evakuasi

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:09 WIB

Warga Tunggul Pandean Mengajukan Gugatan Di Pengadilan Negeri Jepara 

Berita Terbaru