Pelaksana Proyek Pasar Kroya Disorot, Diduga Abaikan Keselamatan Kerja Dan Tunggakan Pembayaran Vendor Capai Rp12,3 Miliar

- Kontributor

Jumat, 24 April 2026 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilacap, Tribuncakranews.com – Pelaksanaan proyek Lanjutan Renovasi Pasar Kroya kembali menjadi sorotan publik. Selain dugaan pelanggaran standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kini muncul persoalan tunggakan pembayaran kepada sejumlah vendor dengan nilai fantastis yang disebut mencapai Rp12,3 miliar. Jum’at, 24/4/2026.

Sorotan ini juga datang dari Gatot Aji Suseno dari Ormas GRIB Jaya, yang mengaku prihatin atas situasi tersebut. Menurut informasi yang berkembang, berbagai upaya penyampaian aspirasi dan peringatan telah dilakukan, namun disebut belum mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

Akibat tidak adanya respons yang memadai, kini warga masyarakat disebut mulai mendorong agar dilakukan penyelesaian secara terbuka dan tuntas terhadap hak-hak para vendor yang hingga saat ini belum terbayarkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, proyek ini juga disorot karena adanya dokumentasi pekerja berada di ketinggian tanpa perlengkapan pengaman yang memadai. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan buruh dan bertentangan dengan prinsip dasar K3 dalam pekerjaan konstruksi.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, dengan nama kegiatan Lanjutan Renovasi Pasar Kroya. Nilai kontrak tercantum sebesar Rp48.723.542.000, bersumber dari APBN Tahun 2026, dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender.

Kontraktor pelaksana tercatat PT Armada Hada Graha – PT Reka Esti Utama (KSO). Dalam keterangan yang beredar, disebut nama Erwin sebagai pimpinan proyek (PM/Pimpro) dan Budi sebagai Site Manager.

Sejumlah pihak berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan audit, mediasi, dan pengawasan menyeluruh, baik terhadap aspek keselamatan kerja maupun kewajiban pembayaran kepada vendor, agar persoalan tidak semakin meluas.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun instansi terkait masih diupayakan konfirmasi.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepanikan Mencekam di Malam Hari: Kobaran Api Lahan Gambut Garut Berhasil Dijinakkan Damkar! Pamengpek 
Rumah Tinggal Pondasi, Korban Banjir Arabungong Belum Terima Bantuan Pascabencana November 2025
Klarifikasi Atas Pemberitaan Dugaan Gudang Penampungan BBM Bersubsidi di Kota Semarang
SMK PGRI Sukoharjo Gelar Pertemuan Orang Tua Siswa Baru dan Sosialisasi Program Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027
Polres Semarang Gelar Apel Siaga Karhutla, Kapolres Tekankan Sinergi dan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau
Petani Ditemukan Meninggal di Area Persawahan Kalibeji, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Ketua Umum DPP IKAPPI Dijadwalkan Kunjungi Pasar Tradisional di Surabaya, Dilanjutkan Gala Premier Film “ISTIMEWA”
Polsek Bungbulang Bersama TNI dan Satpol PP Tertibkan Pengguna Knalpot Brong di Jalan Raya
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:17 WIB

Kepanikan Mencekam di Malam Hari: Kobaran Api Lahan Gambut Garut Berhasil Dijinakkan Damkar! Pamengpek 

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Rumah Tinggal Pondasi, Korban Banjir Arabungong Belum Terima Bantuan Pascabencana November 2025

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:48 WIB

Klarifikasi Atas Pemberitaan Dugaan Gudang Penampungan BBM Bersubsidi di Kota Semarang

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:47 WIB

SMK PGRI Sukoharjo Gelar Pertemuan Orang Tua Siswa Baru dan Sosialisasi Program Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:10 WIB

Petani Ditemukan Meninggal di Area Persawahan Kalibeji, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Berita Terbaru