Polres Garut Sulap Lahan Tidak Produktif Jadi Kebun Jagung 1 Hektare, Dukung Ketahanan Pangan

- Kontributor

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Tribuncakranews. com – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan, Polres Garut dan Polsek Sukawening memanfaatkan lahan tidak produktif (gamblung) menjadi kebun jagung seluas 1 hektare.

Kegiatan ini dilaksanakan di Blok Panandaan, Desa Sukalarang, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.

Kapolsek Sukawening, AKP Budiman, S.H., menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan tidur tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat agar lahan yang tidak produktif dapat dioptimalkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan lahan yang ada agar lebih produktif dan bernilai ekonomis,” ujar AKP Budiman saat di temui awak media. Rabu (06/05/2026)

Baca Juga:  Diduga Sewenang-wenang, Penanggung Jawab IP3OPT Wilayah III Bulukumba Merumahkan Honorer Lama, Muncul Dugaan PPPK “Siluman”

Ia menambahkan, kegiatan penanaman jagung ini juga melibatkan personel Polsek Sukawening bersama masyarakat setempat sebagai bentuk sinergitas antara Polri dan warga.

Dengan adanya lahan kebun jagung seluas 1 hektare tersebut, diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan pangan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Polres Garut berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam berbagai program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Galian C Ilegal di Cepogo Boyolali Kian Terang-Terangan, Puluhan Dump Truck Antre Angkut Pasir, Legalitas Dipertanyakan
Diduga “Masuk Angin”, Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Mandek 5 Tahun di Polda Sumut, Oknum Penyidik Dilaporkan ke Propam
Sejarah Terbentuknya Kota Lubuklinggau, Dr. Sambas Ungkap Perjuangan Pemekaran Tahun 2001
Selama 36 Hari, 37 Orang Bandit Jalanan Kena Tembak Polrestabes
Usai Hadiri Kelulusan SMA Taruna Nusantara, Panglima TNI Bertolak ke Jakarta
Danrem 072/Pamungkas Sambut kedatangan Panglima TNI di Lanud Adisutjipto
Pengelola Terkesan Kebal Hukum, Nelayan Kuala Tambangan Desak Audit Total SPBUN 68.708.003
Kasus Mafia BBM Subsidi Sapeken, Ditpolairud Polda Jatim Kumpulkan Pulbaket, Jerat Hukum Menanti Terlapor
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:46 WIB

Dugaan Galian C Ilegal di Cepogo Boyolali Kian Terang-Terangan, Puluhan Dump Truck Antre Angkut Pasir, Legalitas Dipertanyakan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:59 WIB

Diduga “Masuk Angin”, Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Mandek 5 Tahun di Polda Sumut, Oknum Penyidik Dilaporkan ke Propam

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:53 WIB

Sejarah Terbentuknya Kota Lubuklinggau, Dr. Sambas Ungkap Perjuangan Pemekaran Tahun 2001

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:08 WIB

Selama 36 Hari, 37 Orang Bandit Jalanan Kena Tembak Polrestabes

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:44 WIB

Usai Hadiri Kelulusan SMA Taruna Nusantara, Panglima TNI Bertolak ke Jakarta

Berita Terbaru