Dari “Jaga Jakarta” ke Bintang Tiga: Jejak Komjen Asep Edi Suheri Menjaga Ibu Kota di Tengah Gelombang Krisis

- Kontributor

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Tribuncakranews.com — Karier Irjen Pol. Asep Edi Suheri kembali mencatat babak penting. Setelah resmi menjabat Kapolda Metro Jaya pada Agustus 2025, kini ia mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) atau jenderal bintang tiga, Rabu (13/5/2026).

Kenaikan pangkat tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi Polda Metro Jaya dan menjadi bagian dari mutasi besar Polri berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 yang merotasi 108 perwira tinggi dan menengah di jajaran kepolisian.

“Selamat dan sukses kepada Komjen Asep Edi Suheri atas kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi,” tulis akun resmi @poldametrojaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Promosi itu bukan datang tanpa alasan. Sejak dipercaya memimpin Polda Metro Jaya pada 19 Agustus 2025, Asep Edi Suheri langsung dihadapkan pada kompleksitas ibu kota yang sarat dinamika sosial, politik, dan keamanan.

Gelombang demonstrasi mahasiswa, konflik sosial, tawuran antarwarga, geng motor, hingga meningkatnya keresahan akibat kejahatan jalanan menjadi ujian awal kepemimpinannya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Situasi keamanan Jakarta sempat memanas pada akhir 2025 hingga awal 2026. Salah satu peristiwa yang menjadi sorotan publik adalah insiden anggota Brimob yang melindas pengemudi ojek online Affan Kurniawan saat aksi demonstrasi 28 Agustus 2025.

Namun di tengah tekanan tersebut, Asep Edi Suheri mulai memperkenalkan pendekatan “Jaga Jakarta”, sebuah pola pengamanan yang mengedepankan komunikasi humanis, dialog persuasif, dan pendekatan sosial kepada masyarakat.

Melalui komunikasi aktif dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas akar rumput, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jakarta perlahan mulai lebih kondusif.

Tak hanya fokus pada pengamanan aksi massa agar berlangsung aman dan humanis tanpa bentrokan maupun penggunaan kekuatan berlebihan, Polda Metro Jaya di bawah kepemimpinannya juga dihadapkan pada penanganan berbagai kasus sensitif yang menjadi perhatian publik.

Baca Juga:  Di Malus Kelurahan Petanang Ilir Sudah Dipasang Tower Combat Telkomsel Upaya Atasi Blank Spot

Mulai dari kasus penyiraman air keras, dugaan pelanggaran etik, hingga kejahatan siber dan manipulasi digital yang terus berkembang menjadi tantangan tersendiri bagi institusi kepolisian di era modern.

Di bidang pemberantasan narkotika, nama Asep Edi Suheri juga bukan sosok baru. Lulusan Akademi Kepolisian 1994 itu dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse dan penindakan narkoba.

Sebelum menjadi Kapolda Metro Jaya, ia pernah menjabat Wakabareskrim Polri, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, hingga Kepala Satgas Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P3N) Bareskrim Polri.

Dalam perjalanan kariernya, ia tercatat berhasil mengungkap sejumlah jaringan narkotika internasional dengan barang bukti dalam jumlah besar, sekaligus terlibat dalam penanganan berbagai perkara nasional, termasuk kasus Ferdy Sambo dan pengungkapan kejahatan siber berskala besar.

Sebagai putra purnawirawan TNI AD Letkol Infanteri A. Sukmana, Asep Edi Suheri dinilai tumbuh melalui jalur reserse yang kuat dengan pengalaman lapangan yang panjang.

Kini, dengan pangkat baru sebagai Komjen Pol, tantangan yang dihadapi tentu semakin besar. Ia dituntut mampu menjaga stabilitas keamanan Jakarta sebagai kota megapolitan sekaligus pusat pemerintahan nasional.

Kenaikan pangkat tersebut juga menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri yang tidak terlepas dari kebutuhan institusi, regenerasi kepemimpinan, dan penyesuaian struktur jabatan strategis.

Meski demikian, publik tetap menaruh harapan besar agar kenaikan pangkat itu sejalan dengan peningkatan profesionalisme, pelayanan publik, pengawasan internal, serta kemampuan Polri menjaga keamanan secara humanis dan berkeadilan.

Sebab pada akhirnya, pangkat bintang tiga bukan sekadar simbol prestise, melainkan amanah besar untuk menjaga marwah institusi dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Penulis : Khanza Haryati

Editor : Khanza Haryati

Sumber Berita: INSTAGRAM POLDA METRO JAYA

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FJG Gelar Ngobrol Gayeng Pemilu Daerah Bahas Dampak Putusan MK 135/2024 Bersama Wakil Ketua Komite DPD RI
Libur Tanggal Merah Jadi Ajang Gotong Royong, Warga Kauman dan Satgas TMMD Kebut Pengecoran Jalan
GEGER! Jago Merah “Menyerbu” Dapur MBG Tanjungjaya Pakenjeng, Aksi Kilat Damkar Berhasil Cegah Ledakan Besar
Polres Wonogiri Perketat Pengamanan Ibadah Kenaikan Isa Almasih 2026, Puluhan Gereja Dipastikan Aman dan Kondusif
Alun-Alun Dibangun dari Uang Rakyat, Publik Soroti Perizinan terhadap Pasar Malam di Jantung Kota Galang
Menantang Aparat: Diklaim Tutup, Sindikat Sabung Ayam ‘Edy’ di Kutalimbaru Terang-terangan Gelar “Event Besar” Besok
Tersangka Penganiayaan dan Keluarga Sebarkan Informasi HoaksTuding Oknum Ketua Ormas Cari Panggung
Resmi Dikukuhkan, Ariffian Kurniawan Nakhodai Persinas ASAD Kota Semarang Masa Bhakti 2026-2031
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:31 WIB

FJG Gelar Ngobrol Gayeng Pemilu Daerah Bahas Dampak Putusan MK 135/2024 Bersama Wakil Ketua Komite DPD RI

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:19 WIB

Libur Tanggal Merah Jadi Ajang Gotong Royong, Warga Kauman dan Satgas TMMD Kebut Pengecoran Jalan

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:05 WIB

GEGER! Jago Merah “Menyerbu” Dapur MBG Tanjungjaya Pakenjeng, Aksi Kilat Damkar Berhasil Cegah Ledakan Besar

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:49 WIB

Polres Wonogiri Perketat Pengamanan Ibadah Kenaikan Isa Almasih 2026, Puluhan Gereja Dipastikan Aman dan Kondusif

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:43 WIB

Alun-Alun Dibangun dari Uang Rakyat, Publik Soroti Perizinan terhadap Pasar Malam di Jantung Kota Galang

Berita Terbaru