Ditolak Saat Mengadu ke Polresta Surakarta Terkait Kematian Herwanto yang Janggal, Keluarga Akan Melapor ke Polda Jawa Tengah

- Kontributor

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wonogiri, Tribuncakranews.com – Kematian Herwanto (26) meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Herwanto, anak semata wayang dari Sularno (49), warga Padukuhan Nongkosuwit RT 001/RW 010, Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, diduga meninggal dunia secara tidak wajar di kamar kosnya di kawasan Panularan, Kota Surakarta, pada 17 Februari 2026 lalu.

Kepada awak media saat ditemui di kediamannya pada Kamis (14/5/2026), Sularno didampingi istri, adik, serta ayahnya tampak tak kuasa menahan kesedihan ketika menceritakan kronologi kematian anak semata wayangnya tersebut.

Sularno menjelaskan, sebelum meninggal dunia, Herwanto tinggal bersama istrinya, Rani Kurniawati, di sebuah kamar kos di wilayah Panularan, Solo. Namun sejak awal, keluarga merasa ada kejanggalan atas kematian korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami dari awal merasa janggal. Kok kami tidak boleh menyusul ke Solo, dan Rani meminta agar Herwanto segera dimakamkan saja,” ungkap Sularno dengan mata berkaca-kaca.

Kecurigaan keluarga semakin kuat saat proses memandikan jenazah. Menurut Sularno, wajah Herwanto tampak hitam lebam, bagian atas kepala terasa empuk tidak sewajarnya, dan dua gigi depan korban terlihat bergeser.

“Saya heran dan curiga, kenapa wajah anak saya hitam lebam, tengkoraknya seperti empuk, dan dua gigi depannya bergeser,” lanjutnya.

Kejanggalan lain juga diungkapkan Suparsi, adik Sularno sekaligus bibi korban. Ia mengaku memperoleh informasi dari Ketua RT dan warga sekitar lokasi kos seminggu setelah Herwanto dimakamkan. Menurut informasi tersebut, saat ditemukan meninggal dunia, kondisi tangan dan kaki korban diduga terikat tali dengan kuat.

Baca Juga:  LSM GMPK Layangkan Pengaduan Resmi ke Polres Kendal Terkait Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi dan Aktivitas Tambang di Boja

“Informasi dari Pak RT dan beberapa warga sekitar kos, saat ditemukan meninggal, tangan dan kaki Herwanto terikat tali. Wajahnya juga bengkak dan hitam legam,” terang Suparsi.

Lebih lanjut, Suparsi menyebut warga sempat hendak melapor ke polisi, namun diduga dicegah oleh salah satu kerabat pihak istri korban dengan alasan agar persoalan tersebut tidak menimbulkan keributan.

Merasa ada kejanggalan atas kematian anaknya, Sularno mengaku sempat mendatangi Mapolresta Surakarta pada awal Maret 2026 didampingi salah satu anggota Polsek Eromoko untuk mengadukan peristiwa tersebut. Namun, menurutnya, aduan itu tidak ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

“Saya datang ke Polresta Surakarta untuk mengadu, tetapi merasa ditolak. Bahkan saat dimintai keterangan, saya tidak pernah diminta menunjukkan identitas atau KTP,” ujarnya.

Karena merasa belum mendapatkan kepastian hukum dan keadilan, keluarga Herwanto pada Kamis (14/5/2026) membacakan surat terbuka yang ditujukan kepada Kapolda Jawa Tengah dan Kapolri di hadapan awak media.

Surat terbuka tersebut dibacakan langsung oleh Suparsi. Dalam isi suratnya, keluarga meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara transparan dan profesional atas kematian Herwanto yang dinilai penuh kejanggalan.

Pihak keluarga juga menyatakan akan segera membuat laporan resmi ke Polda Jawa Tengah guna meminta pengusutan lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian Herwanto. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Sumpah Pemuda, Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Aspirasi
Polresta Pati Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Pucakwangi, Tersangka Berhasil Diamankan
Rahmi Febrianti Sumbang Emas untuk Kendal di Porprov Jateng XVII 2026, Atlet Putra Raih Perunggu
Dua Pemimpin Solo Bertemu, Satu Tekad Wujudkan Kota Aman dan Harmonis
Sasar Pusat Perbelanjaan, Satlantas Polres Sragen Gencarkan Operasi Patuh Candi 2026
Tujuh Tahun Koma Usai Dikeroyok Saat Bertugas, AKBP (Anumerta) Aditia Mulya Ramdhani Dimakamkan di Klaten
Tragedi Berdarah Usai Menolong Doni Pacek! AS Jadi Korban Penyerangan Brutal, Keluarga Tuntut Keadilan
Sambut HKGB ke-74, Polda DIY Gelar Pasar Pangan Murah Bantu Ekonomi Warga
Berita ini 50 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:32 WIB

Hari Sumpah Pemuda, Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Aspirasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Polresta Pati Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Pucakwangi, Tersangka Berhasil Diamankan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rahmi Febrianti Sumbang Emas untuk Kendal di Porprov Jateng XVII 2026, Atlet Putra Raih Perunggu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Dua Pemimpin Solo Bertemu, Satu Tekad Wujudkan Kota Aman dan Harmonis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Sasar Pusat Perbelanjaan, Satlantas Polres Sragen Gencarkan Operasi Patuh Candi 2026

Berita Terbaru