KOTA CIMAHI Tribuncakranews. com – Penempatan kondom secara terbuka di area kasir sejumlah minimarket di Kota Cimahi memicu kemarahan warga. Produk alat kontrasepsi yang dipajang mencolok di ruang publik dinilai mengabaikan perlindungan anak dan menunjukkan lemahnya kepedulian pengelola minimarket terhadap etika lingkungan belanja keluarga.
Keluhan datang dari para orang tua yang merasa resah karena anak-anak dengan mudah melihat produk dewasa saat berada di kasir. Kondisi itu dianggap tidak pantas karena area kasir merupakan titik utama interaksi pengunjung, termasuk anak usia dini dan pelajar.
Salah seorang warga Kelurahan Cibabat, Maya Sartika, mengaku kecewa dengan tata letak produk yang dinilai tidak memiliki batas etika terhadap anak-anak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anak saya sampai bertanya itu barang apa. Orang tua jadi serba salah menjelaskan karena anak masih kecil. Ini bukan soal boleh atau tidak dijual, tapi soal penempatannya yang tidak pantas,” tegas Maya, Minggu (17/5/2026)
Menurutnya, minimarket seharusnya tidak hanya memikirkan penjualan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menjaga ruang publik tetap aman dan ramah bagi anak-anak.
Ia menilai pemajangan kondom di depan kasir seolah dianggap hal biasa, padahal dampaknya bisa memicu rasa penasaran anak sejak dini terhadap produk yang belum layak mereka ketahui.
“Kalau terus dipajang terbuka seperti itu, lama-lama masyarakat dipaksa menganggap ini normal. Padahal ada norma dan etika yang harus dijaga,” katanya.
Sorotan warga juga mengarah pada lemahnya pengawasan pemerintah terhadap tata display produk dewasa di pusat perbelanjaan modern. Banyak warga mempertanyakan mengapa produk khusus orang dewasa justru ditempatkan di area paling terbuka dan mudah dijangkau pandangan publik.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Cimahi dan instansi terkait segera turun tangan melakukan penertiban terhadap minimarket yang masih memajang kondom secara terbuka di dekat kasir. Warga meminta ada aturan tegas mengenai penempatan produk dewasa agar tidak dipertontonkan bebas di ruang publik.
“Jangan sampai alasan bisnis mengalahkan perlindungan anak. Minimarket harus sadar bahwa banyak keluarga dan anak-anak datang setiap hari ke sana,” ujar seorang warga lainnya.
Persoalan tersebut kini menjadi perhatian serius masyarakat. Warga berharap pengelola minimarket segera mengevaluasi tata letak produk dan memindahkannya ke area khusus yang lebih tertutup demi menjaga kenyamanan serta nilai sosial di tengah masyarakat. (GaR)













