Kapolda Jateng Ajak Mahasiswa Jadi Mitra Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

- Kontributor

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Jateng-Kota Semarang, Tribuncakranews.com | Generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Di tengah tantangan demokrasi, perkembangan teknologi, hingga dinamika sosial yang terus berkembang, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga hadir sebagai penggerak perubahan dan penjaga nilai kebangsaan.

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Konsolidasi Nasional SEMA PTKIN ( Senat Mahasiswa Perguruan tinggi Keagamaan Islam Negeri) se-Indonesia yang digelar di Planetarium Gedung Rektorat Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Selasa (19/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo hadir sebagai narasumber dan menyampaikan orasi ilmiah di hadapan sekitar 100 mahasiswa PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengangkat tema penguatan peran mahasiswa dalam mewujudkan keadilan sosial, demokrasi substantif, dan pembangunan berkelanjutan, forum tersebut menjadi ruang dialog antara kalangan akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan dalam membahas arah pembangunan bangsa ke depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam paparannya, Kapolda Jateng menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan arah besar pembangunan nasional yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025–2045.

“Generasi muda merupakan penentu masa depan bangsa. Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin yang akan menentukan arah Indonesia di masa mendatang,” ujar Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.

Ia menyebut Indonesia memiliki modal besar berupa jumlah generasi muda yang sangat besar. Karena itu, mahasiswa, khususnya mahasiswa PTKIN, diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, sekaligus mendorong pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Menurutnya, mahasiswa PTKIN memiliki tiga kekuatan utama yang menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan zaman, yakni ilmu pengetahuan, spiritualitas dan akhlak, serta semangat kebangsaan yang mampu berjalan selaras dengan modernitas.

Baca Juga:  Polda Jateng Bagikan 2.856 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Wujud Kepedulian Sosial di Hari Idul Adha

“Mahasiswa Islam harus naik kelas. Tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, integritas moral, dan kemampuan menjadi solusi di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Kapolda juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, kampus, dan Polri dalam menjaga keamanan, persatuan, serta mendukung pembangunan bangsa. Ia menilai mahasiswa bukan sekadar objek pengamanan, melainkan mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan kehidupan demokrasi yang sehat.

Dalam kesempatan itu, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo turut memperkenalkan transformasi pemolisian berbasis customer oriented sebagai bagian dari wajah baru Polri yang lebih dekat, terbuka, dan responsif terhadap masyarakat, khususnya generasi muda.

Forum konsolidasi nasional tersebut turut dihadiri Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Musahadi, M.Ag, perwakilan KPU, unsur pemerintah daerah, para dosen, serta perwakilan mahasiswa PTKIN se-Indonesia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam forum akademik merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang sehat dan konstruktif dengan generasi muda. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan sosial sekaligus penjaga nilai demokrasi dan persatuan bangsa di tengah perkembangan era digital yang semakin dinamis.

“Polri ingin hadir lebih dekat dengan generasi muda melalui ruang-ruang dialog yang terbuka dan edukatif. Dengan sinergi yang baik antara mahasiswa, kampus, dan aparat, diharapkan lahir generasi yang kritis, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa,” terang nya

Menutup keterangannya, Kabid Humas menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting di tengah tantangan global saat ini. Menurutnya, sinergi antara Polri dan kalangan akademisi menjadi langkah strategis dalam membangun ruang dialog yang sehat, kritis, dan solutif demi menjaga stabilitas nasional serta memperkuat pembangunan bangsa.

Penulis : Khanza Haryati

Editor : Khanza Haryati

Sumber Berita: Bid Humas Polda Jateng

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Warga Garut Padati Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Al-Jabbar
Beraksi di Sejumlah Lokasi, Pencuri Spesialis HP Dibekuk Tim URC Polres Sragen
Bapas Pati Dukung Peliputan ANTARA, Kenalkan Implementasi Pidana Kerja Sosial kepada Masyarakat
Sidang Gugatan Gardu Induk Memasuki Tahapan Bukti Awal Atau Profesi
Praktek “TENDER SEMU” dan Resiko Hukumnya. Ketua LSM Tamperak Jateng Menyapa.
Tokoh Forum Banyumas Eling Gelar Diskusi Kebijakan Parkir, Berharap Rencana Parkir Gratis di Alfamart Ditinjau Kembali
Polres Boyolali Ungkap Duel Sajam Pelajar, Senjata 1,8 Meter Diamankan
839 Prajurit TNI AD Resmi Dilantik, Pangdam IV/Diponegoro Tutup Dikmata Gelombang II 2026 
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

Ribuan Warga Garut Padati Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Al-Jabbar

Kamis, 10 September 2026 - 13:57 WIB

Beraksi di Sejumlah Lokasi, Pencuri Spesialis HP Dibekuk Tim URC Polres Sragen

Kamis, 10 September 2026 - 10:31 WIB

Bapas Pati Dukung Peliputan ANTARA, Kenalkan Implementasi Pidana Kerja Sosial kepada Masyarakat

Kamis, 10 September 2026 - 10:07 WIB

Sidang Gugatan Gardu Induk Memasuki Tahapan Bukti Awal Atau Profesi

Kamis, 10 September 2026 - 08:26 WIB

Praktek “TENDER SEMU” dan Resiko Hukumnya. Ketua LSM Tamperak Jateng Menyapa.

Berita Terbaru