Polemik Tambang Pakis Kendal, Warga Bantah Demo Penutupan Representasi Warga Desa

- Kontributor

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL, Tribuncakranews.com  — Polemik terkait pemberitaan penutupan aktivitas tambang di Dusun Pakis, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, terus bergulir. Sejumlah warga setempat menyampaikan keberatan atas pemberitaan yang dinilai sepihak dan tidak mewakili suara mayoritas masyarakat Dusun Pakis.

Warga menegaskan bahwa aksi penutupan tambang yang sebelumnya diberitakan bukan dilakukan oleh seluruh masyarakat Dusun Pakis, melainkan hanya segelintir orang yang sebagian diduga berasal dari luar wilayah setempat.

“Yang demo itu bukan mewakili seluruh warga Pakis. Banyak warga justru tidak tahu-menahu soal aksi tersebut,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat, Kamis (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga juga mempertanyakan keterlibatan Ketua RW dalam aksi tersebut. Pasalnya, sosok yang disebut sebagai Ketua RW diketahui sudah tidak lagi menjabat karena telah mengundurkan diri dari kepengurusan wilayah.

“RT dan RW aktif tidak pernah dilibatkan maupun dimintai pendapat. Bahkan yang mengatasnamakan RW itu sebenarnya sudah mengundurkan diri,” ungkap warga lainnya.

Situasi semakin memanas setelah pada Kamis (13/5/2026), puluhan warga mendatangi rumah saudara K yang diduga menjadi provokator di balik munculnya pemberitaan tambang ilegal di salah satu media beberapa hari lalu.

Warga menilai pemberitaan tersebut telah memicu keresahan sosial dan memunculkan kesan seolah seluruh masyarakat menolak aktivitas tambang yang selama ini justru menjadi sumber penghasilan sebagian warga.

“Hampir seluruh warga sebenarnya tidak keberatan dengan kegiatan itu. Sekarang setelah ditutup, banyak warga kehilangan pendapatan. Kondisi ekonomi sedang sulit, kegiatan itu membantu masyarakat untuk makan,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Menurut warga, persoalan tambang tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi semata. Mereka meminta semua pihak memahami bahwa ada dampak sosial dan ekonomi yang saling berkaitan di tengah kondisi masyarakat saat ini.

Baca Juga:  Diduga Pengemudi Mengantuk, Truk Bermuatan Daun Jeruk Alami Kecelakaan Tunggal di Wonogiri, Satu Orang Meninggal Dunia

“Ini seperti dua mata uang yang saling berkaitan. Kalau memang mau ditutup, ya semuanya harus jelas. Beri kami pekerjaan pengganti supaya masyarakat tetap bisa hidup,” tambahnya.

Warga Pakis juga sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai tidak berimbang karena tidak melakukan konfirmasi kepada perangkat desa, RT maupun RW setempat sebelum berita dipublikasikan.

Akibat pemberitaan tersebut, warga merasa nama Dusun Pakis menjadi gaduh dan berpotensi memecah keharmonisan antar masyarakat.

“Puluhan warga Pakis justru merasa keberatan atas pemberitaan itu. Mereka mempertanyakan siapa sebenarnya yang demo dan kenapa mengatasnamakan warga Pakis,” kata warga lainnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sidomukti saat ditemui tim jurnalis media PortalLensa menyampaikan bahwa sebuah pemberitaan seharusnya mengedepankan prinsip keberimbangan dan konfirmasi kepada pihak terkait sebelum dipublikasikan.

“Setidaknya sebelum memberitakan, alangkah bijaknya melakukan klarifikasi kepada warga maupun perangkat desa setempat agar informasi yang diterima benar-benar berimbang,” ujar Kepala Desa.

Ia juga menyinggung pihak-pihak yang mengaku sebagai warga Pakis namun tidak mengetahui keberadaan rumah RT maupun RW setempat.

“Kalau dibilang tidak tahu rumah Pak RT dan Pak RW, berarti orang-orang tersebut patut dipertanyakan apakah benar warga Pakis atau bukan,” tegasnya.

Hingga kini, polemik aktivitas tambang di Dusun Pakis masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Warga berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan musyawarah agar situasi di lingkungan desa tetap kondusif. Sugeng (*)

Editor : Khanza Haryati

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Pelayanan SPBU Pertamina 44.505.06 Ahmad Yani Ungaran Tidak Profesional, Konsumen Keluhkan Pengisian BBM
Polantas Menyapa, Satlantas Polres Majalengka Edukasi Masyarakat tentang Mekanisme Penerbitan SIM
Polantas Menyapa, Satlantas Polres Majalengka Bantu Penyeberangan Anak Sekolah dan Atur Arus Lalu Lintas Pagi Hari
“Harkitnas Ke-118 di Polres Sragen: Kapolres Tegaskan Kedaulatan Bangsa Dimulai dari Perlindungan Generasi Muda”
Pengedar Shabu “Mentek” Ditangkap Satresnarkoba Polres Sragen di Kamar Kos, Polisi Amankan Paket Shabu Siap Edar
Momen Harkitnas ke-118, Kapolres Sragen Serahkan Penghargaan Satkamling Terbaik untuk Penggerak Keamanan Lingkungan
Pegawai Bapas Pati Ikuti Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Teguhkan Semangat “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”
Polda Banten Peringati Harkitnas 2026, Kapolda Ajak Perkuat Persatuan di Era Digital
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:20 WIB

Diduga Pelayanan SPBU Pertamina 44.505.06 Ahmad Yani Ungaran Tidak Profesional, Konsumen Keluhkan Pengisian BBM

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:56 WIB

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Majalengka Edukasi Masyarakat tentang Mekanisme Penerbitan SIM

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:52 WIB

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Majalengka Bantu Penyeberangan Anak Sekolah dan Atur Arus Lalu Lintas Pagi Hari

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:47 WIB

“Harkitnas Ke-118 di Polres Sragen: Kapolres Tegaskan Kedaulatan Bangsa Dimulai dari Perlindungan Generasi Muda”

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:41 WIB

Pengedar Shabu “Mentek” Ditangkap Satresnarkoba Polres Sragen di Kamar Kos, Polisi Amankan Paket Shabu Siap Edar

Berita Terbaru