Garut, Tribuncakranews. com
Dalam upaya menekan angka pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DisdaldukKBPPPA) Kabupaten Garut menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Pelayanan Keluarga Berencana (KB). Kamis (21/5/2025).
Kegiatan yang bersumber dari anggaran Tahun 2026 ini dilaksanakan dengan memprioritaskan metode kontrasepsi jangka panjang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelayanan yang diberikan meliputi:
MOP (Metode Operasi Pria)
IUD (Intrauterine Device / Spiral)
IMPLAN (Susuk KB)
Jemput Bola Menggunakan Mobil Akseptor
Untuk memastikan keterjangkauan pelayanan hingga ke wilayah pelosok, DisdaldukKBPPPA Kabupaten Garut mengerahkan armada khusus, yaitu Mobil Akseptor Dimas PPKBPPPA.
Fasilitas jemput bola ini digunakan untuk memobilisasi dan melayani para akseptor agar mendapatkan akses kontrasepsi secara aman, cepat, dan gratis.
Pada pelaksanaannya kali ini, kegiatan bakti sosial dipusatkan di Puskesmas Bungbulang. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat di wilayah Garut Selatan yang ingin mendapatkan pelayanan KB berkualitas tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat kota.
Kepala Puskesmas Bungbulang, dr. Andi Hermansyah, mengatakan Kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga demi mewujudkan keluarga yang sehat, bahagia, dan sejahtera di Kabupaten Garut.
Salahsatu Petugas Lapangan, Ridwan, mengatakan, “Alhamdulillah dengan giat ini antusias warga sangat bagus, ada dari Kecamatan Pamulihan sebanyak 5 orang, dari Kecamatan Pakenjeng, 8 orang, dan dari Kecamatan Bungbulang 3 orang,” ucapnya.
“Mereka daftar dulu, lalu dicek kesehatannya, setelah selesai segalanya, mereka diberi makanan/sembako mencukupi 4 sehat 5 sempurna untuk selama 3 hari kedepan, dan diberi sejumlah uang”, lanjutnya.
“Persyaratanmya sangat mudah cukup dengan KTP mereka bisa diproses langsung gratis”, tandas Ridwan.
Salah satu peserta bernama Agus (72) warga Kecamatan Pamulihan, mengatakan dia sangat senang dengan program ini, “Rekan saya juga ada yang ikut sebanyak 5 orang, bahkan ada 2 orang yang tahun kemarin, Alhamdulillah kata mereka aman tidak mengganggu pada kesehatannya, bahkan saat berkerja juga makin ringan,” ujarnya.
(Enjang)













