Timur Timur Utara-NTT, Tribuncakranews.com – Berkaca pada demonstrasi Cipayung tanggal 6 Mei 2026 yang berujung bentrok dengan personil Polri, organisasi pemuda dan kemahasiswaan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cab. Kefamenanu angkat bicara.
Melalui Ketua Presidiumnya Rikardus Usfunit, GMNI Cab. Kefamenanu berkomitmen menjaga stabilitas politik di Kab. TTU agar ruang demokrasi tidak seberuntung pada aksi-aksi anarkis.
Rikardus menyebut penyampaian aspirasi di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi Undang-Undang, namun koridor hukum dan batas-batas etika penyampaian aspirasi wajib ditaati guna menjaga keseimbagan antara hak dan keeajiban warga negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 menjamin kemerdekaan penyampaian pendapat di muka umum, namun yang perlu diingat bahwa kemerdekaan berpendapat tentunya tidak mengorbankan kepentingan umum, ada hak dan kewajiban bernegara yang perlu ditaati, “Ungkap Rikardus.
Lebih lanjut Rikardus menyebut GMNI sebagai organisasi kemahasiswaan progresif yang lahir dari prinsip Marhaenisme yang berlandaskan azas Nasionalisme, Demokrasi dan Ketuhanan memiliki tanggung jawab penuh untuk menjaga stabilitas politik tetap kondusif agar programnya kerja dan visi pembangunan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Prinsip Marhaenisme yang menekankan pada azas Nasionalisme, Demokrasi dan Ketuhanan adalah bagian dari tanggung kawab GMNI untuk menjaga stabilitas politik agar program kerja dan visi pembangunan di Kab. TTU dapat berjalan sesuai agenda pemerintahan.” tegas Rikardus.
Sebagai penutup, Rikardus mengajak seluruh lapisan masyarakat agar dewasa menyikapi situasi politik yang berkembang, tidak tepengaruh isu-isu provokatif dan tetap menjaga stabilitas Kamtibmas di Kab. TTU.
“Mari kita sebagai masyarakat menjaga stabilitas Kamtibmas di Kab. TTU, tetap dewasa dalam menyikapi berbagai keadaan dan tidak terpengaruh isu-isu provokatif yang bertujuan memperkeruh situasi di Kab. TTU.
Penulis : Khanza Haryati
Editor : Khanza Haryati













