KENDAL –Tribuncakranews.com – Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Desa Berketahanan Iklim di Kabupaten Kendal diselenggarakan di Aula Balai Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Kamis–Jumat (29–30 Oktober 2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya melalui pengelolaan ekosistem mangrove, pelestarian lingkungan pesisir, serta pengembangan potensi ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Bimtek tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Eva Famurianty dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Sifurrohman selaku Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal, serta Bambang Waluyo sebagai perwakilan Kementerian Desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai mekanisme pendanaan untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam pesisir berbasis masyarakat. Selain itu, dibahas pula strategi pengelolaan dan pengembangan kawasan pesisir dalam rangka adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Materi lainnya mencakup pengelolaan sumber daya alam pesisir berbasis masyarakat untuk memperkuat ekonomi lokal. Melalui pemaparan para narasumber, peserta diharapkan dapat memahami pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pembelajaran teknis, meliputi rehabilitasi ekosistem mangrove dan pengolahan produk mangrove untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat pesisir.
Pada hari kedua, Jumat (30/10/2026), agenda kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pengukuran karbon mangrove, pengenalan dan pemanfaatan karbon di desa, serta mekanisme perhitungan karbon di desa. Peserta juga dijadwalkan menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) Desa sebagai pedoman penerapan hasil pelatihan.
Pengelolaan ekosistem mangrove menjadi salah satu perhatian penting dalam upaya membangun ketahanan iklim di wilayah pesisir. Selain berfungsi melindungi pantai dari abrasi dan mendukung keanekaragaman hayati, mangrove juga memiliki potensi ekonomi melalui pengolahan produk lokal dan pemanfaatan jasa lingkungan.
Melalui kegiatan Bimtek Desa Berketahanan Iklim ini, diharapkan terbangun pemahaman dan komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat desa untuk mengembangkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Dengan demikian, upaya pelestarian ekosistem pesisir tidak hanya mendukung mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kendal.
(Surya)














