Gunungkidul, Tribuncakranews.com — Di tengah hamparan lahan pertanian yang hijau di Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, sebuah langkah besar tengah dipersiapkan. Bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebuah gerakan kolaboratif yang diharapkan mampu mengubah cara masyarakat mengakses layanan keuangan sekaligus memperkuat ekonomi desa dari akar rumput.
Pada 21 Juli 2026, kawasan Lumbung Mataraman Bendung Semin akan menjadi tuan rumah kegiatan bertajuk “Penguatan Ekosistem Keuangan Inklusif pada Ekonomi Produktif di Lumbung Mataraman.” Acara ini akan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dan diproyeksikan dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai unsur pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat.
Membangun Desa dari Akses Keuangan yang Lebih Mudah
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di era ketika akses permodalan menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi, desa tidak lagi cukup hanya memiliki potensi alam. Dibutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan petani, pelaku UMKM, lembaga keuangan, dan pemerintah dalam satu ruang kolaborasi.
Lumbung Mataraman Bendung dipilih karena dinilai menjadi contoh bagaimana kawasan pertanian dapat berkembang menjadi pusat ekonomi produktif yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami pentingnya literasi keuangan, tetapi juga memperoleh akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pengembangan usaha, hingga peluang pemasaran.
Talkshow, Business Matching hingga Penyaluran Bantuan
Agenda kegiatan disusun cukup padat sejak pagi.
Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari sejumlah pejabat. Salah satu momen penting adalah penyerahan bantuan CSR kepada Lumbung Mataraman, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Setelah itu, tamu VIP akan melakukan peninjauan kawasan Lumbung Mataraman untuk melihat secara langsung berbagai aktivitas ekonomi produktif yang telah berkembang.
Dua sesi talkshow menjadi inti kegiatan. Para narasumber berasal dari berbagai instansi strategis, antara lain:
Bank BPD DIY
Bank Indonesia
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Dinas Pertanian DIY
Dinas Koperasi dan UKM
Akademisi
Lurah Bendung Semin
Diskusi akan membahas bagaimana membangun sistem keuangan yang inklusif sehingga masyarakat desa semakin mudah memperoleh akses pembiayaan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing usaha.
Business Matching, Membuka Peluang Kerja Sama Baru
Tidak berhenti pada diskusi, panitia juga menghadirkan sesi Business Matching.
Forum ini menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha dengan berbagai lembaga pendukung seperti:
Bank BPD DIY
Dinas Pertanian DIY
Dinas Koperasi dan UKM DIY
Harapannya, berbagai potensi usaha desa dapat bertemu dengan sumber pembiayaan, pendampingan, maupun jaringan pemasaran yang lebih luas.
Dengan demikian, hasil kegiatan tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi menghasilkan peluang kerja sama yang benar-benar dapat diwujudkan.
Dihadiri Tokoh Penting DIY
Kegiatan ini dijadwalkan dihadiri sejumlah tamu undangan dan pejabat penting, di antaranya:
Sekretaris Daerah DIY
Bupati Gunungkidul
Otoritas Jasa Keuangan
Bank Indonesia
Direksi Bank BPD DIY
Dinas Pertanian DIY
Dinas Koperasi dan UKM DIY
Forkopimda
Perangkat Kalurahan Bendung
Pengurus dan anggota Lumbung Mataraman dari Bendung, Wukirsari, Giripeni, hingga Glagaharjo.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi desa kini menjadi perhatian bersama lintas sektor.
Lumbung Mataraman, Wajah Baru Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa
Selama ini Lumbung Mataraman dikenal sebagai kawasan yang memadukan pertanian, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, edukasi, hingga wisata berbasis desa.
Melalui penguatan ekosistem keuangan inklusif, kawasan ini diharapkan berkembang menjadi model pengelolaan ekonomi desa yang mampu menghubungkan sektor pertanian dengan lembaga keuangan, dunia usaha, dan pemerintah.
Jika kolaborasi ini berjalan optimal, manfaatnya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga pelaku UMKM, kelompok perempuan, generasi muda, hingga masyarakat luas.
Menjadikan Desa sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi
Di balik hamparan sawah dan kebun yang membentang di Bendung Semin, tersimpan harapan besar bahwa desa mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masa depan.
Ketika akses keuangan semakin terbuka, kolaborasi semakin kuat, dan inovasi terus didorong, desa tidak lagi dipandang sebagai wilayah pinggiran. Justru dari desa lah lahir kekuatan ekonomi baru yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Kegiatan Penguatan Ekosistem Keuangan Inklusif pada Ekonomi Produktif di Lumbung Mataraman menjadi bukti bahwa membangun Indonesia dapat dimulai dari desa—dengan memperkuat akses keuangan, memberdayakan masyarakat, dan membuka peluang usaha yang lebih luas demi kesejahteraan bersama.












