Garut, Tribuncakranews.com // Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, berujung pada terjadinya bencana alam di beberapa titik, Rabu (15/4/2026) mulai dari pukul 12.00 WIB hingga sore hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, curah hujan yang lebat memicu terjadinya banjir luapan serta tanah longsor yang berdampak pada aktivitas warga, diantaranya di Kampung Cijengkol perbatasan Desa Bungbulang dan Desa Mekarjaya, di Kampung Cicatur RT 03 RW 02, Desa Bungbulang, di Kampung Rajawali, RT 04, RW 09, Desa Bungbulang, dan di titik Wilayah Kecamatan Bungbulang lainnya, Kabupaten Garut.
Kejadian hujan mulai turun dengan sangat deras sejak siang hari hingga sore, mengakibatkan debit air di beberapa saluran irigasi dan sungai kecil meluap. Kondisi tanah yang labil di wilayah pemukiman dekat bibir sungai juga tidak mampu menahan resapan air, sehingga memicu pergerakan tanah. Selain itu area persawahan dilaporkan terendam air akibat sistem drainase yang tidak mampu menampung debit hujan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terdapat laporan mengenai material longsor yang menutupi sebagian akses jalan, dan luapan air menutup jalan raya, sehingga mengganggu lalu lintas kendaraan.
Warga diimbau untuk berhati-hati saat melintasi jalur yang rawan pergerakan tanah.
Hingga berita ini diturunkan, warga bersama unsur kewilayahan mulai bergotong-royong untuk membersihkan sisa-sisa material lumpur dan sampah yang terbawa arus air.
Pihak terkait terus melakukan pendataan untuk memastikan tidak ada korban jiwa dan menghitung kerugian materil yang dialami warga.
Himbauan keamanan kepada masyarakat Kecamatan Bungbulang, diharapkan tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat lereng tebing atau bantaran sungai. Mengingat prakiraan cuaca masih potensi hujan, koordinasi antar warga sangat diperlukan untuk antisipasi dini jika terjadi bencana serupa.
Warga Kampung Cicatur, Ade Yusup beraharap longsoran tersebut segera diperbaiki, hal senada diungkapkan Ketua RT 04 Kampung Rajawali, Oti, bahwa luapan air dan longsor di lokasi itu termasuk langganan, dan sekarang mengancam rumah warga di dekatnya.
(Enjang)













