Hukum Tajam ke Bawah? Sengketa Tanah di Depok Berujung Penetapan Tersangka

- Kontributor

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Depok, Tribuncakranews.com / Sabtu, 23 Mei 2026. Kasus dugaan penyerobotan tanah yang menjerat Parlindungan Siregar menjadi sorotan publik dan memunculkan pertanyaan besar mengenai kepastian hukum pertanahan di Indonesia.

Parlindungan Siregar dilaporkan oleh pihak yang mengatasnamakan kepentingan Ho Haryati terkait dugaan tindak pidana penyerobotan tanah berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 1224 terbitan tahun 1980 atas nama Hoki Harto. Laporan tersebut disebut telah berjalan hingga tahap penetapan tersangka terhadap Parlindungan Siregar oleh Polres Depok.

Namun di sisi lain, Parlindungan Siregar mengklaim tanah tersebut merupakan tanah warisan keluarga yang telah lama dikuasai secara turun-temurun bahkan telah ditempati sejak dirinya lahir. Objek tanah itu juga disebut tercatat dalam Girik Nomor 914 atas nama Menah yang diterbitkan tahun 1987 dengan luas kurang lebih dua hektar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permasalahan menjadi semakin kompleks ketika ahli waris Menah mengaku tidak pernah menjual tanah tersebut kepada Hoki Harto. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait asal-usul terbitnya SHM Nomor 1224 tersebut.

Publik pun mempertanyakan, apabila benar pada tahun 1980 telah terdapat sertifikat hak milik yang sah di atas objek tanah dimaksud, mengapa pada tahun 1987 masih dapat terbit girik atas nama pihak lain dengan luasan yang disebut berada pada lokasi yang sama.

Baca Juga:  Gempita Kreativitas! Ratusan Siswa SD se-Kecamatan Bungbulang Beradu Bakat di Ajang Bergengsi

Dalam praktik hukum pertanahan, sengketa tumpang tindih hak atas tanah pada umumnya lebih dahulu diuji melalui mekanisme perdata maupun administrasi pertanahan untuk menelusuri riwayat tanah, keabsahan dokumen, serta proses penerbitan hak.

Parlindungan Siregar menyatakan dirinya tidak keberatan apabila penetapan tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah sesuai ketentuan hukum. Namun ia menilai sejumlah bukti yang diajukan dalam perkara tersebut merupakan rekayasa yang merugikan dirinya.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat luas karena dinilai menyangkut rasa keadilan, kepastian hukum pertanahan, serta profesionalitas dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan sengketa hak atas tanah.

Hingga rilis ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi lebih lanjut mengenai dasar alat bukti yang digunakan dalam proses penetapan tersangka terhadap Parlindungan Siregar.

Penulis : Marno

Editor : Khanza Haryati

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puting Beliung Terjang Kudus, Rumah Warga Rusak hingga Pohon Tumbang Timpa Bangunan
Rotasi Jabatan di Polres Gunungkidul: Kapolres Tekankan Adaptasi Cepat dan Peningkatan Pelayanan Publik
LSM GMPK Laporkan Dugaan Kejanggalan Lelang Barang Kampus STIE Bank BPD Jateng, Kepala Bank BPD Jateng Diminta Beri Penjelasan
Komitmen Nyata, PT Praba Mas Hill Gercep Lakukan Pengaspalan Jalan Kalipancur
Ironi Proyek Garasi BKPSDM Kab. Semarang: Papan Imbauan K3 Terpasang, Pekerja di Lapangan Tanpa APD.
GMPK Soroti Dampak Aktivitas Kendaraan Berat terhadap Lingkungan dan Keselamatan Warga Semarang
Marak Pengerukan Sawah di Kembangan Bonang Pakai Solar Subsidi dan Tanpa Izin, Aparat Diminta Tegas
Jangan Main-Main dengan Uang Negara! GAWARIS Jabar Desak Pemeriksaan Proyek Revitalisasi SMA IT Mekarmukti
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Puting Beliung Terjang Kudus, Rumah Warga Rusak hingga Pohon Tumbang Timpa Bangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Rotasi Jabatan di Polres Gunungkidul: Kapolres Tekankan Adaptasi Cepat dan Peningkatan Pelayanan Publik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:31 WIB

LSM GMPK Laporkan Dugaan Kejanggalan Lelang Barang Kampus STIE Bank BPD Jateng, Kepala Bank BPD Jateng Diminta Beri Penjelasan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Komitmen Nyata, PT Praba Mas Hill Gercep Lakukan Pengaspalan Jalan Kalipancur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Ironi Proyek Garasi BKPSDM Kab. Semarang: Papan Imbauan K3 Terpasang, Pekerja di Lapangan Tanpa APD.

Berita Terbaru