PURWOREJO, TRIBUNCAKRANEWS.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah bersama Kesbangpol Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Penguatan Nilai Bela Negara dan Karakter Kebangsaan di Aula Desa Bener, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dan cinta tanah air sejak usia dini, khususnya melalui pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah dan Kesbangpol Kabupaten Purworejo, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Lepot Agus Manto, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Imam Teguh Purnomo, Ketua Paguyuban TK se-Kecamatan Bener Nur Faridah, Kepala Desa Bener, Habib Soleh, serta Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (Korwilcambidik) Kecamatan Bener, Junaidi. Hadir pula perwakilan dari seluruh TK di wilayah Kecamatan Bener.
Dalam sambutannya, Kepala Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Harso Susilo, melalui Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan, Lepot Agus Manto, menekankan pentingnya kesadaran bela negara di tengah derasnya arus globalisasi yang telah memasuki berbagai sendi kehidupan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, globalisasi dapat memberikan dampak positif apabila dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan zaman. Namun, globalisasi juga berpotensi membawa dampak negatif apabila pengaruh yang masuk bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan dan kepentingan nasional.
Lepot menjelaskan bahwa keberagaman merupakan potensi kekuatan bangsa, tetapi juga perlu dijaga agar tidak menimbulkan perpecahan. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat agar mampu mengantisipasi berbagai persoalan yang dapat mengancam integrasi nasional.
“Penguatan nilai bela negara dan wawasan kebangsaan perlu dilakukan di seluruh lapisan masyarakat. Di era digitalisasi, nilai-nilai Pancasila juga harus diintegrasikan dalam ekosistem digital agar terbentuk generasi yang cerdas, berintegritas, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Ia berharap kegiatan penguatan karakter kebangsaan dapat meningkatkan kualitas pembinaan masyarakat sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.
Sementara itu, Ketua Paguyuban TK se-Kecamatan Bener, Nur Faridah, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa penanaman rasa cinta tanah air dan semangat bela negara harus dimulai sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan PAUD dan TK merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Nur Faridah menjelaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan dapat ditanamkan melalui kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan anak, seperti mengikuti upacara peringatan hari nasional, menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, serta memperingati hari-hari besar nasional sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Anak-anak usia empat hingga enam tahun perlu diperkenalkan dengan nilai cinta tanah air melalui kegiatan yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, diharapkan nilai-nilai kebangsaan dapat tertanam dalam diri mereka,” ujarnya.
Ia juga mengajak para pendidik untuk menanamkan kecintaan terhadap produk lokal, menjaga nama baik bangsa, serta membiasakan perilaku positif sebagai bagian dari pembentukan karakter kebangsaan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Imam Teguh Purnomo, menegaskan pentingnya kegiatan penguatan bela negara dan karakter kebangsaan dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia menyoroti perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan telepon seluler, yang semakin dekat dengan kehidupan orang tua maupun anak-anak.
Menurut Imam, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pendampingan dan pendidikan yang tepat agar penggunaannya memberikan manfaat serta tidak mengikis nilai-nilai Pancasila.
Ia menitipkan pesan kepada para guru PAUD dan TK agar terus menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi bela negara sejak dini. Peran guru dinilai penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berakhlak mulia, memiliki karakter positif, serta mencintai tanah air dan bangsa.
Imam juga menyampaikan kepercayaannya kepada para pendidik PAUD dan TK untuk menjalankan peran tersebut melalui pembelajaran yang profesional, keteladanan, dan pembiasaan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah dan Kesbangpol Kabupaten Purworejo berharap penguatan nilai bela negara tidak hanya menjadi pemahaman secara teori, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Penanaman karakter kebangsaan sejak usia dini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun generasi penerus yang berpegang teguh pada Pancasila, menghargai keberagaman, bijak memanfaatkan teknologi, serta memiliki rasa cinta tanah air dan tanggung jawab terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ( Surjono )














