Ketua DPW IWOI Jateng: Pernyataan “Londo Ireng” Sangat Menyakitkan, Jurnalistik Pilar Demokrasi yang Tak Boleh Direndahkan

- Kontributor

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Tribuncakranews.com 27 Juli 2026 – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Jawa Tengah, Teguh, menyampaikan kekecewaan yang mendalam dan penilaian tegas terkait pernyataan yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah “Londo Ireng” serta merujuk kalangan wartawan dan lembaga pers dalam konteks yang dinilai merendahkan.

Menurut Teguh, pernyataan tersebut bukan sekadar ucapan biasa, melainkan sangat menyakitkan hati seluruh insan pers yang telah berjuang menjaga prinsip jurnalistik yang benar, jujur, dan bertanggung jawab.

“Kami sangat tersentak dan kecewa mendengar pernyataan tersebut. Istilah yang disampaikan sangat menyakitkan dan terasa merendahkan martabat profesi kami. Jurnalistik adalah pilar keempat demokrasi yang kedudukannya setara dengan lembaga negara lainnya,” tegas Teguh dalam pernyataan persnya, Senin (27/7).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut ia jelaskan, fungsi utama pers adalah menjadi jembatan aspirasi rakyat. Setiap karya jurnalistik yang dihasilkan bertujuan agar suara masyarakat, harapan, kritik, dan kenyataan yang terjadi di lapangan dapat tersampaikan secara lugas, adil, dan terbuka kepada publik.

Baca Juga:  TNI Kembali Evakuasi 4 Pendulang Emas Korban Teror OPM di Pegunungan Bintang

“Melalui jurnalistik, kebenaran dapat terungkap dan suara rakyat bisa didengar oleh siapa saja, termasuk oleh pemimpin negara. Kami bekerja bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan demi menjaga keseimbangan demokrasi dan transparansi penyelenggaraan negara,” tambahnya.

Teguh berharap pernyataan tersebut bukanlah sikap resmi negara terhadap kalangan pers. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk senantiasa menjaga kehormatan antarprofesi, sebab pers yang independen dan kritis justru menjadi tanda bahwa demokrasi di negara ini masih berjalan dengan sehat.

Hingga berita ini dirilis, DPW IWOI Jawa Tengah berharap adanya klarifikasi atau sikap yang lebih menghargai peran pers, mengingat insan pers senantiasa bekerja menjunjung tinggi kode etik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rahmi Febrianti Sumbang Emas untuk Kendal di Porprov Jateng XVII 2026, Atlet Putra Raih Perunggu
Dua Pemimpin Solo Bertemu, Satu Tekad Wujudkan Kota Aman dan Harmonis
Sasar Pusat Perbelanjaan, Satlantas Polres Sragen Gencarkan Operasi Patuh Candi 2026
Tujuh Tahun Koma Usai Dikeroyok Saat Bertugas, AKBP (Anumerta) Aditia Mulya Ramdhani Dimakamkan di Klaten
Tragedi Berdarah Usai Menolong Doni Pacek! AS Jadi Korban Penyerangan Brutal, Keluarga Tuntut Keadilan
Sambut HKGB ke-74, Polda DIY Gelar Pasar Pangan Murah Bantu Ekonomi Warga
Jamin Hak Utarakan Aspirasi Sumpah Pemuda, Polda DIY Siapkan Pelayanan Humanis Dan Rekayasa Lalu Lintas Situasional
SINERGI TNI AL DAN INSTANSI TERKAIT, 15.000 LITER AIR BERSIH DISALURKAN UNTUK WARGA TERDAMPAK KEKERINGAN DI PATI
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rahmi Febrianti Sumbang Emas untuk Kendal di Porprov Jateng XVII 2026, Atlet Putra Raih Perunggu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Dua Pemimpin Solo Bertemu, Satu Tekad Wujudkan Kota Aman dan Harmonis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Sasar Pusat Perbelanjaan, Satlantas Polres Sragen Gencarkan Operasi Patuh Candi 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Tujuh Tahun Koma Usai Dikeroyok Saat Bertugas, AKBP (Anumerta) Aditia Mulya Ramdhani Dimakamkan di Klaten

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Tragedi Berdarah Usai Menolong Doni Pacek! AS Jadi Korban Penyerangan Brutal, Keluarga Tuntut Keadilan

Berita Terbaru