Luar Biasa Saat Gema Qasidah Rebana dan Gambus di Pendopo: Garut Jadi Magnet Ekonomi Jawa Barat

- Kontributor

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Tribuncakranews.com 

Alunan musik Islami dan syahdunya petikan gambus resmi menggema di Jantung Kota Intan.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka gelaran akbar Garut Hebat Fest 2026: Festival Bintang Vokalis, Gambus, dan Qasidah Rebana Klasik Tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Selasa (7/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Festival bergengsi ini tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat bagi seniman religius se-Jawa Barat, tetapi juga disiapkan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif dan media dakwah yang kekinian.

​Dalam sambutannya, Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa seni musik bernuansa Islami adalah bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Garut. Lewat festival ini, ia ingin anak-anak muda tidak kehilangan arah dan tetap mencintai warisan budaya lokal di tengah gempuran zaman.

​”Ini adalah budaya yang harus terus kita dorong agar mendidik anak-anak kita supaya lebih mencintai budayanya sendiri. Keunggulan identitas Garut adalah seni budaya berbasis Islami. Lebih dari itu, kami berharap event ini juga mampu mendongkrak aktivitas ekonomi daerah,” ujar Abdusy Syakur Amin.

​Keseriusan Pemkab Garut tidak main-main. Bupati bahkan sudah meminta Kementerian Agama untuk menyusun agenda perlombaan seni musik Islami secara berkelanjutan, bahkan memasukkannya ke dalam kompetisi antarsekolah sebagai langkah kaderisasi sejak dini.

​Garut Jadi “Role Model” Nasional

​Apresiasi tinggi datang dari Ketua Umum DPW Lembaga Seni dan Qasidah (Lasqi) Nusantara Jaya Provinsi Jawa Barat, KH. Maman Imanul Haq. Di hadapan para tokoh penting yang hadir—termasuk Ketua Umum DPP Lasqi Jazlul Fawaid dan Kakanwil Kemenag Jabar H. Dudu Rohman—KH. Maman memuji komitmen penuh Pemkab Garut.

Baca Juga:  Kasus MBG Garut Memanas, Dugaan Penipuan dan Pelanggaran Juknis Terungkap

​”Saya bangga saat keliling ke Kalimantan, Sumatera, atau Lombok, saya selalu katakan: Jawa Barat punya Garut! Daerah yang Bupatinya memfasilitasi penuh seni qasidah, punya kaderisasi yang matang lewat festival, hingga akhirnya sukses mencetak juara di tingkat Nasional,” ungkap KH. Maman bangga.

​Ia mengingatkan bahwa esensi utama dari festival ini adalah mengembalikan qasidah sebagai media dakwah yang sejuk, yang mampu menyentuh hati masyarakat melalui pendekatan seni dan budaya yang beradab.

​Perebutkan Gelar Juara: 18 Daerah Kepung Garut

​Ketua Umum DPD Lasqi Kabupaten Garut, Iden Sambas, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini mengusung tema besar: “Mari Kita Kembangkan Musik Islami untuk Mewujudkan Masyarakat yang Madani.”

​Festival yang berlangsung selama dua hari (7-8 Juli 2026) ini menjadi magnet bagi ratusan seniman dari berbagai penjuru Jawa Barat. Tercatat, perwakilan dari 18 kabupaten/kota turun gunung untuk memperebutkan takhta juara, dengan rincian kompetisi yang sengit.

​Kategori Bintang Vokalis: Diikuti oleh 70 peserta solo yang siap memukau juri dengan vokal emasnya.

​Kategori Qasidah Rebana Klasik: Diikuti oleh 18 grup dengan harmonisasi instrumen yang solid.

​Dampak Nyata bagi Ekonomi Lokal

​Bukan sekadar urusan panggung dan piala, hadirnya ratusan peserta, official, dan penonton dari luar daerah selama dua hari ini dipastikan membawa angin segar bagi sektor ekonomi kreatif di Garut. Mulai dari tingkat okupansi penginapan, kuliner khas Garut, hingga kerajinan lokal diproyeksikan kecipratan berkah dari perputaran ekonomi selama festival berlangsung.

​Garut Hebat Fest 2026 sukses membuktikan bahwa melestarikan tradisi dan menggerakkan roda ekonomi bisa berjalan beriringan dalam satu harmoni yang indah.

 

​(Enjang)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Tahun Dinilai Tanpa Ganti Rugi, Warga Senama Nenek Desak PTPN IV Regional III Hentikan Aktivitas di Lahan Sengketa
H-2 Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026, tni Dan Warga Laksanakan Pra TMMD
Dandim Kulon Progo Turut Mangayubagyo Jamaah Haji Tahun 2026
Turunkan Mesin Pompa Penyedot Air, Lancarkan Pra TMMD Sengkuyung Tahap III TA. 2026
Ketua Umum LSM AMATIR Diduga Minta Hentikan Kritik, LHI Riau Tetap Laporkan Dugaan Korupsi UIN Suska ke Polda
Polisi Tindak Penjual Ciu di Masaran, Lima Botol Miras Disita dalam Operasi Cipta Kondisi
Gugatan Sosial dari Rakyat: Menakar Ulang Kontrak Sosial Indonesia di Tengah Badai Korupsi
Satpas SIM Karanganyar Hadirkan Pelayanan Prima, Permudah Masyarakat Urus SIM
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:40 WIB

Puluhan Tahun Dinilai Tanpa Ganti Rugi, Warga Senama Nenek Desak PTPN IV Regional III Hentikan Aktivitas di Lahan Sengketa

Senin, 13 Juli 2026 - 16:35 WIB

H-2 Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026, tni Dan Warga Laksanakan Pra TMMD

Senin, 13 Juli 2026 - 14:38 WIB

Dandim Kulon Progo Turut Mangayubagyo Jamaah Haji Tahun 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 12:30 WIB

Turunkan Mesin Pompa Penyedot Air, Lancarkan Pra TMMD Sengkuyung Tahap III TA. 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 12:27 WIB

Ketua Umum LSM AMATIR Diduga Minta Hentikan Kritik, LHI Riau Tetap Laporkan Dugaan Korupsi UIN Suska ke Polda

Berita Terbaru