Sleman, Tribuncakranews.com – 26 Mei 2026, Masa tanam padi di Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY telah masuk masa puncaknya, yaitu panen. Masa puncak ini melalui proses selama kurang lebih tiga psampai empat bulan. Prosesnya mulai dari pembibitan, persiapan lahan, menanam, pemupukan, hingga panen.
Selama proses dari awal sampai akhir panen tentu tak akan terlepas dengan kendala dan kemudahan. Pada masa tanam dan perawatan tentu akan melibatkan tenaga kerja. Pembajak, penaman, pembersih rumput hingga tenaga panen. Semua tenaga kerja tentu harus memberi upah. Kecuali bila semua proses dikerjakan sendiri.
Pupuk yang kita gunakan selama ini adalah pupuk kimia dan pupuk kandang. Pupuk kandang selama ini hanya sebagai pelengkap nutrisi tambahan. Jadi pupuk kandang tidak menjadi pupuk pokok. Pupuk yang pokok adalah pupuk dari pabrik. Perolehan pupuk kimia ada dua sumber, yaitu pupuk subsidi dari pemerintah dan membeli sendiri di toko pertanian. Kedua pupuk harganya berbeda dengan kualitas berbeda pula. Tingginya harga pupuk menjadi kendala utama bagi petani. Belum kalau terjadi kelangkaan pupuk, petani harus mencari kesana-kemari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu petani yang tidak mau disebut nama dan alamatnya menyatakan bahwa harga pupuk mahal pagi petani kecil. Harga pupuk mahal hasil panennya tidak sesuai dengan biayanya. Kita bisa rugi dan tekor. Kalau mengandalkan pupuk kandang juga tidak bisa diandalkan karena pupuk kandang hanya sebagai pelengkap. Pupuk kimia itu yang pokok.
Petani lain menyatakan serangan hama terutama tikus menjadi musuh utama. Hama tikus sangat ganas. Pada waktu tanaman masih kecil yang dimakan batangnya. Pada saat menjelang masa panen yang dimakan padinya. Hal ini terjadi pada masa panen periode lalu, itu yang parah.
Tikus sulit dikendalikan. Saya berharap pemerintah mendengar keluhan petani lalu mencari solusi tentang pengendalian hama. Selain itu, petani berharap harga bibit, obat, pupuk dijual murah dan harga jual gabah/beras dinaikan agar petani sejahtera.
Petani lain mengatakan, kalau kita kalkulasi secara matematis petani tidak akan pernah beruntung banyak, kalau harga bibit, obat, pupuk harganya mahal. Sementara harga jual gabah atau beras murah. Petani selamanya tidak akan sejahtera Tetapi dari sisi sosial seorang petani punya prinsip bahwa menanam itu memperpanjang dan mengawetkan umur modal, lalu modal itu akan kita ambil lagi pada masa panen tiba. Disisi lain petani menghidup-hidupkan tetangga kanan kiri agar tetap bertahan hidup. Selama masa tanam sampai masa panen tiba kita selalu menggunakan tenaga mereka. Mereka dapat upah dari bekerja di sawah. Para peternak juga dapat untungnya ketika masa panen yaitu dapat mengambil jerami sebagai pakan ternaknya.
Kemudahan para petani di wilayah Kalurahan Madurejo, Prambanan, Sleman, DIY yaitu tersedia saluran irigasi, air murah, mudah, turah. Tetapi kalau pada musim kemarau panjang untuk mengairi lahan pertanian harus bergilir sesuai jadwal dengan skala prioritas.
Kemudahan lain yang sudah terbentuk kelompok tani. Kelompok tani sebagai wadah komunikasi antara petani dengan stickholder.
widDAW
Penulis : widDAW
Editor : Khanza Haryati













