Masa Panen Padi di Kalurahan Madurejo Prambanan Sleman DIY Telah Tiba.

- Kontributor

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman, Tribuncakranews.com – 26 Mei 2026, Masa tanam padi di Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY telah masuk masa puncaknya, yaitu panen. Masa puncak ini melalui proses selama kurang lebih tiga psampai empat bulan. Prosesnya mulai dari pembibitan, persiapan lahan, menanam, pemupukan, hingga panen.

Selama proses dari awal sampai akhir panen tentu tak akan terlepas dengan kendala dan kemudahan. Pada masa tanam dan perawatan tentu akan melibatkan tenaga kerja. Pembajak, penaman, pembersih rumput hingga tenaga panen. Semua tenaga kerja tentu harus memberi upah. Kecuali bila semua proses dikerjakan sendiri.

Pupuk yang kita gunakan selama ini adalah pupuk kimia dan pupuk kandang. Pupuk kandang selama ini hanya sebagai pelengkap nutrisi tambahan. Jadi pupuk kandang tidak menjadi pupuk pokok. Pupuk yang pokok adalah pupuk dari pabrik. Perolehan pupuk kimia ada dua sumber, yaitu pupuk subsidi dari pemerintah dan membeli sendiri di toko pertanian. Kedua pupuk harganya berbeda dengan kualitas berbeda pula. Tingginya harga pupuk menjadi kendala utama bagi petani. Belum kalau terjadi kelangkaan pupuk, petani harus mencari kesana-kemari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu petani yang tidak mau disebut nama dan alamatnya menyatakan bahwa harga pupuk mahal pagi petani kecil. Harga pupuk mahal hasil panennya tidak sesuai dengan biayanya. Kita bisa rugi dan tekor. Kalau mengandalkan pupuk kandang juga tidak bisa diandalkan karena pupuk kandang hanya sebagai pelengkap. Pupuk kimia itu yang pokok.

Petani lain menyatakan serangan hama terutama tikus menjadi musuh utama. Hama tikus sangat ganas. Pada waktu tanaman masih kecil yang dimakan batangnya. Pada saat menjelang masa panen yang dimakan padinya. Hal ini terjadi pada masa panen periode lalu, itu yang parah.

Baca Juga:  Ahli Waris Karyo Taruno Meminta Bupati Bantul Turun Tangan Terkait Masalah Sengketa Tanah di Dusun Kayen Sendangsari Pajangan

Tikus sulit dikendalikan. Saya berharap pemerintah mendengar keluhan petani lalu mencari solusi tentang pengendalian hama. Selain itu, petani berharap harga bibit, obat, pupuk dijual murah dan harga jual gabah/beras dinaikan agar petani sejahtera.

Petani lain mengatakan, kalau kita kalkulasi secara matematis petani tidak akan pernah beruntung banyak, kalau harga bibit, obat, pupuk harganya mahal. Sementara harga jual gabah atau beras murah. Petani selamanya tidak akan sejahtera Tetapi dari sisi sosial seorang petani punya prinsip bahwa menanam itu memperpanjang dan mengawetkan umur modal, lalu modal itu akan kita ambil lagi pada masa panen tiba. Disisi lain petani menghidup-hidupkan tetangga kanan kiri agar tetap bertahan hidup. Selama masa tanam sampai masa panen tiba kita selalu menggunakan tenaga mereka. Mereka dapat upah dari bekerja di sawah. Para peternak juga dapat untungnya ketika masa panen yaitu dapat mengambil jerami sebagai pakan ternaknya.

Kemudahan para petani di wilayah Kalurahan Madurejo, Prambanan, Sleman, DIY yaitu tersedia saluran irigasi, air murah, mudah, turah. Tetapi kalau pada musim kemarau panjang untuk mengairi lahan pertanian harus bergilir sesuai jadwal dengan skala prioritas.

Kemudahan lain yang sudah terbentuk kelompok tani. Kelompok tani sebagai wadah komunikasi antara petani dengan stickholder.

 

widDAW

Penulis : widDAW

Editor : Khanza Haryati

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danrem 072/Pamungkas Dampingi Pangdam IV/Diponegoro Kunjungi Yon TP 445/SGH di Purworejo
Eric Vr: Wartawan Disayang Masyarakat Adalah yang Berani Suarakan Keadilan sesuai UU Pers
Tradisi Syukuran Muharam di Desa Korowelanganyar, Warga Panjatkan Doa untuk Hasil Panen Melimpah
FGD Strategi Pencegahan Tawuran Melalui Kolaborasi Peran Multi Stakeholder dalam Mitigasi Sosial dan Konflik Digital Tahun 2026, Satukan Komitmen Cegah Tawuran di Jakarta Timur
TMMD Reguler ke-129 Resmi Dibuka di Tengaran, Polres Semarang Perkuat Sinergi Dukung Percepatan Pembangunan Desa.
Kasrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Berbah, Sleman: Sinergi TNI-Rakyat Membangun Negeri dari Desa
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan TMMD Reguler Ke-129 di Purworejo
PC dan PAC LDII Kecamatan Ngaliyan Hadiri Konsolidasi Organisasi Bersama Pimpinan DPP LDII dan Ketua Umum DPP LDII Pusat
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:13 WIB

Danrem 072/Pamungkas Dampingi Pangdam IV/Diponegoro Kunjungi Yon TP 445/SGH di Purworejo

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WIB

Eric Vr: Wartawan Disayang Masyarakat Adalah yang Berani Suarakan Keadilan sesuai UU Pers

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:34 WIB

Tradisi Syukuran Muharam di Desa Korowelanganyar, Warga Panjatkan Doa untuk Hasil Panen Melimpah

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:29 WIB

FGD Strategi Pencegahan Tawuran Melalui Kolaborasi Peran Multi Stakeholder dalam Mitigasi Sosial dan Konflik Digital Tahun 2026, Satukan Komitmen Cegah Tawuran di Jakarta Timur

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:54 WIB

TMMD Reguler ke-129 Resmi Dibuka di Tengaran, Polres Semarang Perkuat Sinergi Dukung Percepatan Pembangunan Desa.

Berita Terbaru