Tradisi Syukuran Muharam di Desa Korowelanganyar, Warga Panjatkan Doa untuk Hasil Panen Melimpah

- Kontributor

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL – Tribuncakranews.com – Masyarakat Desa Korowelanganyar, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, menggelar tradisi syukuran sebagai wujud rasa syukur sekaligus doa bersama agar para petani memperoleh hasil panen yang melimpah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026).

Tradisi ini pada umumnya diselenggarakan setiap Jumat Kliwon pada bulan Muharam. Namun, karena pada tahun ini kalender Muharam tidak terdapat Jumat Kliwon, pelaksanaannya disesuaikan tanpa mengurangi makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Melalui tradisi syukuran tersebut, masyarakat memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar para petani senantiasa diberikan keberkahan, dijauhkan dari serangan hama maupun bencana, serta memperoleh hasil panen yang melimpah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain sebagai ungkapan rasa syukur, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kepala Desa Korowelanganyar, Eko Tri Hardono, menjelaskan bahwa desa yang dipimpinnya memiliki sejarah yang panjang. Berdasarkan cerita yang diwariskan secara turun-temurun, wilayah Korowelanganyar pada masa lampau masih berupa kawasan perairan laut yang kemudian berkembang menjadi daratan. Seiring berjalannya waktu, kawasan tersebut dihuni oleh pendatang dari Keraton Mataram Yogyakarta, yakni Mbah Pono beserta istrinya, yang dikenal sebagai tokoh awal pembuka wilayah tersebut.

Eko juga menjelaskan bahwa nama Korowelanganyar memiliki makna filosofis.

«”Nama Korowelanganyar berasal dari kata ‘Korowelang’, yang berkaitan dengan kisah tanaman koro yang menjadi tempat tinggal seekor ular welang. Sedangkan kata ‘Anyar’ berarti baru, karena desa ini terbentuk setelah adanya Desa Korowelangkulon,” jelas Eko.»

Baca Juga:  Warga dan BPD Desa Sendangsikucing Soroti Transparansi APBDes, Desak Pemerintah Desa Berikan Penjelasan

Menurutnya, pada masa lampau Desa Korowelanganyar juga belum mengenal sistem pemilihan kepala desa seperti sekarang. Saat itu, pemimpin desa ditentukan melalui sistem Ulo-Ulo Toing, yakni seseorang yang dianggap memiliki kharisma, kewibawaan, serta pengaruh besar di tengah masyarakat dipercaya untuk memimpin desa.

Eko berharap tradisi syukuran Muharam tetap lestari sebagai warisan budaya yang menjadi identitas Desa Korowelanganyar sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

«”Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan oleh generasi penerus. Semoga masyarakat selalu diberikan kesehatan, para petani memperoleh hasil panen yang melimpah, serta Desa Korowelanganyar semakin maju, makmur, aman, rukun, dan sejahtera,” pungkasnya.»

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) juga turut berpartisipasi. Salah seorang peserta KKN, Yaribka, mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Desa Korowelanganyar yang tetap menjaga tradisi dan kerukunan.

«”Kami bersepuluh berasal dari berbagai program studi dan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Korowelanganyar selama 42 hari. Kami sangat terkesan dengan keramahan warga di sini dan mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga tradisi sebagai bentuk ungkapan rasa syukur,” ujarnya.»

Mahasiswi yang akrab disapa Ribka itu menjelaskan, selama pelaksanaan KKN mereka menjalankan berbagai program kerja yang berfokus pada pengembangan pendidikan, pemberdayaan ekonomi melalui UMKM, kesehatan, dan pelestarian lingkungan. Selain itu, mereka juga membantu pengelolaan administrasi desa serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan keagamaan, seni, dan olahraga bersama masyarakat.

«”Kami berharap pengabdian yang kami lakukan dapat memberikan manfaat nyata serta menjadi kontribusi bagi kemajuan Desa Korowelanganyar,” tutup Ribka.»

 

 

Surya

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danrem 072/Pamungkas Dampingi Pangdam IV/Diponegoro Kunjungi Yon TP 445/SGH di Purworejo
Eric Vr: Wartawan Disayang Masyarakat Adalah yang Berani Suarakan Keadilan sesuai UU Pers
FGD Strategi Pencegahan Tawuran Melalui Kolaborasi Peran Multi Stakeholder dalam Mitigasi Sosial dan Konflik Digital Tahun 2026, Satukan Komitmen Cegah Tawuran di Jakarta Timur
TMMD Reguler ke-129 Resmi Dibuka di Tengaran, Polres Semarang Perkuat Sinergi Dukung Percepatan Pembangunan Desa.
Kasrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Berbah, Sleman: Sinergi TNI-Rakyat Membangun Negeri dari Desa
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan TMMD Reguler Ke-129 di Purworejo
PC dan PAC LDII Kecamatan Ngaliyan Hadiri Konsolidasi Organisasi Bersama Pimpinan DPP LDII dan Ketua Umum DPP LDII Pusat
Menanti Solusi Struktural: Mengapa Bantuan Air Bersih Saja Tak Cukup Atasi Kekeringan di Jawa Barat?
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:13 WIB

Danrem 072/Pamungkas Dampingi Pangdam IV/Diponegoro Kunjungi Yon TP 445/SGH di Purworejo

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WIB

Eric Vr: Wartawan Disayang Masyarakat Adalah yang Berani Suarakan Keadilan sesuai UU Pers

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:34 WIB

Tradisi Syukuran Muharam di Desa Korowelanganyar, Warga Panjatkan Doa untuk Hasil Panen Melimpah

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:29 WIB

FGD Strategi Pencegahan Tawuran Melalui Kolaborasi Peran Multi Stakeholder dalam Mitigasi Sosial dan Konflik Digital Tahun 2026, Satukan Komitmen Cegah Tawuran di Jakarta Timur

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:54 WIB

TMMD Reguler ke-129 Resmi Dibuka di Tengaran, Polres Semarang Perkuat Sinergi Dukung Percepatan Pembangunan Desa.

Berita Terbaru