Miris! Simbol Negara Terabaikan, Bendera Merah Putih, Lapuk Dan Kusam Berkibar di Kantor Desa Samudra Jaya

- Kontributor

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Tribuncakranews.com — Kondisi memprihatinkan terlihat di depan Kantor Desa Samudra Jaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. Saat awak media berkunjung dan pemantauan langsung, tampak jelas Bendera Merah Putih yang berkibar di halaman kantor desa dalam keadaan robek, lapuk, dan kusam pada hari Rabu, 28 Januari 2025 diduga akibat kurangnya perawatan.

Bendera yang seharusnya menjadi simbol kehormatan, kedaulatan, serta identitas negara tersebut justru terlihat tidak layak pakai.

Ujung kain robek, warna memudar, Pemandangan ini menuai keprihatinan dari berbagai pihak, terutama masyarakat yang melintas dan merasa nilai-nilai nasionalisme seolah diabaikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai simbol negara, Bendera Merah Putih memiliki kedudukan yang sangat sakral dan harus dijaga kehormatannya. Keberadaannya di lingkungan kantor pemerintahan desa seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Terkait temuan tersebut. sangat menyayangkan sikap kurang peduli terhadap simbol negara di lingkungan pemerintahan.

Kantor desa adalah perpanjangan tangan pemerintah, seharusnya menjadi contoh dalam menghormati simbol negara. Jika bendera sudah robek dan kusam, wajib segera diganti, bukan dibiarkan berkibar dalam kondisi tidak layak.

Bahwa tindakan tersebut bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan berpotensi melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Melanggar Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009

Peristiwa ini diduga kuat melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Dalam Pasal 24 huruf c disebutkan dengan jelas bahwa:

“Setiap orang dilarang mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam.”

Artinya, bendera yang sudah tidak layak secara fisik tidak boleh dikibarkan dalam kondisi apa pun, termasuk di lingkungan kantor pemerintahan.

Lebih lanjut, pada Pasal 67 huruf b dijelaskan bahwa:

“Setiap orang yang dengan sengaja mengibarkan Bendera Negara dalam keadaan rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).”

Dengan demikian, pembiaran bendera dalam kondisi rusak di Kantor Desa Samudra Jaya bukan hanya mencederai nilai nasionalisme, tetapi juga berpotensi melanggar hukum.

Pihak kecamatan maupun pemerintah kabupaten segera turun tangan melakukan pembinaan dan memberikan teguran kepada aparatur desa agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami berharap ada evaluasi, pembinaan, dan tindakan tegas. Jangan sampai simbol negara disepelekan. Ini bukan soal kain bendera saja, tapi soal kehormatan bangsa.

Saat awak media melakukan upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Kepala Desa Samudra Jaya, Dadang Hermawan, untuk meminta tanggapan terkait persoalan tersebut, namun hingga berita ini ditayangkan tidak ada respons yang diberikan. Hal ini diduga upaya konfirmasi dari awak media diabaikan.

Penulis : Hendy Heryana

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Simalungun Genjarkan Sosialisasi Virtual “Polri untuk Masyarakat”, Ingatkan Warga Waspada Modus Pinjam HP
Rumahnya Tidak Layak Huni, Warga Miskin Desa Bira Barat Tidak Tersentuh Bantuan
Dihadiri Seribu Lebih Masyarakat, Pawai Obor Tabligh Akbar Nada dan Dakwah Meriahkan Mapag Ramadhan di Bungbulang 
Lapor Pak Kapolsek! Judi Sabung Ayam Gang Sejati ‘Kebal Hukum’, Diduga Dikelola Oknum Cepak Loreng di Tengah Gencarnya Operasi Kapolrestabes
PB Pendawa Indonesia Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan 
MPC PP Kota Medan Apresiasi Kinerja 100 Hari Kapolrestabes Medan 
Aksi Premanisme Debt Collector MayBank Finance: Tarik Paksa Mobil Anggota Pemuda Pancasila di Jogjakarta
Proyek Jalan Gagal Kontruksi,Kinerja PPK Dipertanyakan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:14 WIB

Polres Simalungun Genjarkan Sosialisasi Virtual “Polri untuk Masyarakat”, Ingatkan Warga Waspada Modus Pinjam HP

Minggu, 15 Februari 2026 - 10:46 WIB

Rumahnya Tidak Layak Huni, Warga Miskin Desa Bira Barat Tidak Tersentuh Bantuan

Minggu, 15 Februari 2026 - 07:24 WIB

Dihadiri Seribu Lebih Masyarakat, Pawai Obor Tabligh Akbar Nada dan Dakwah Meriahkan Mapag Ramadhan di Bungbulang 

Minggu, 15 Februari 2026 - 07:20 WIB

Lapor Pak Kapolsek! Judi Sabung Ayam Gang Sejati ‘Kebal Hukum’, Diduga Dikelola Oknum Cepak Loreng di Tengah Gencarnya Operasi Kapolrestabes

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:41 WIB

MPC PP Kota Medan Apresiasi Kinerja 100 Hari Kapolrestabes Medan 

Berita Terbaru