Pemilik Cafe Resmi Laporkan AG, Didugal Arogan, Mengancam, dan Picu Kegaduhan  

- Kontributor

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLORA, TRIBUNCAKRANEWS.COM – Kasus keributan yang sempat viral di media sosial dan terjadi di sebuah cafe di Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, akhirnya berujung ke jalur hukum. Pemilik cafe yang menjadi korban resmi melaporkan terduga pelaku berinisial AG ke Polres Blora, atas dugaan sikap arogan dan tindakan pengancaman.

Tagihan Belum Lunas Sebelumnya

Kuasa hukum korban John L Situmorang S.H., M.H. menjelaskan, AG bersama beberapa rekannya sebelumnya sempat melakukan karaoke di cafe tersebut beberapa hari sebelum kejadian viral. Dari aktivitas tersebut, total tagihan mencapai Rp2.200.000, namun baru dibayarkan Rp1.000.000, sehingga masih terdapat kekurangan pembayaran sebesar Rp1.200.000.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permintaan Menunggu Magrib Picu Kemarahan

Keesokan harinya, AG kembali datang ke cafe. Saat itu waktu memasuki Magrib, sehingga pihak cafe meminta agar aktivitas karaoke menunggu sementara sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan. Pihak cafe menyampaikan bahwa karaoke boleh dilanjutkan, namun kekurangan pembayaran sebelumnya diminta untuk diselesaikan terlebih dahulu.

Alih-alih menyelesaikan kewajiban, AG justru mengelak dan diduga marah-marah, bahkan memancing perhatian pengunjung lain. Situasi semakin memanas ketika pihak AG lebih dulu mengunggah video kejadian ke media sosial, yang kemudian dibalas dengan unggahan video klarifikasi dari pihak cafe. Perang narasi di ruang digital inilah yang membuat peristiwa tersebut viral dan menuai beragam reaksi publik.

AG Mengaku Sebagai Wartawan dan Anggota LSM

Atas kejadian tersebut, Polsek Jepon langsung turun ke lokasi untuk mengamankan situasi, dibantu oleh Bhabinkamtibmas. Namun AG masih menunjukkan sikap arogansi, bahkan mengaku sebagai wartawan dan anggota LSM.

Meski sempat dilakukan upaya mediasi, perdamaian tidak tercapai. Pihak korban awalnya bersedia berdamai, namun AG dinilai tetap bersikeras, tidak menghargai proses mediasi, dan bahkan pergi tanpa pamit, sehingga upaya damai dinyatakan gagal.

Laporan Resmi Diterima Polisi

Sikap AG dalam video yang beredar luas menuai kecaman keras dari warganet, yang menilai perilaku tersebut tidak pantas dan merugikan pelaku usaha.

Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zainul Arifin, membenarkan adanya laporan tersebut. “Benar, kami telah menerima laporan dari pemilik cafe pada Senin, 9 Februari 2026. Laporan tersebut akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur hukum,” ujarnya.

Dalam pelaporan tersebut, korban didampingi oleh kuasa hukum John L. Situmorang, S.H., M.H., serta Paulina Chrysanti Situmeang, S.H., M.H., selaku Ketua Bidang Perlindungan Perempuan & Anak (PPA) PERADI DPC Jakarta Timur.

Kapolsek Jepon, IPTU Moh. Junaidi, S.H., M.H., juga membenarkan bahwa jajarannya langsung turun ke lokasi pascakejadian. “Anggota Polsek Jepon bersama Bhabinkamtibmas langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian,” jelasnya kepada awak media.

Kasus Buka Diskusi Soal Etika dan Dampak Media Sosial

Karena upaya damai tidak membuahkan hasil, pihak korban akhirnya resmi melaporkan kasus ini ke Polres Blora guna mendapatkan kepastian dan perlindungan hukum.

Kasus ini menjadi perhatian luas publik dan membuka diskusi soal etika pelanggan, kewajiban pembayaran, serta dampak media sosial yang kerap membentuk opini sepihak sebelum proses hukum berjalan.

Hingga berita ini diturunkan, terduga pelaku AG belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Jadi Pusat Distribusi Miras Ilegal, Gudang di Majenang Luput dari Penindakan
AMPP Dukung Mabes POLRI Tolak Banding dan Proses Pidana
Dugaan pembunuhan dengan korban warga Dusun Nongko Suit Gambir Manis Pracimantoro di Autopsi hari ini
Pencuri Tas Jamaah Masjid di Kudus Dibekuk Polisi, Uang Rp 5 Juta Raib
Polrestabes Semarang Siagakan 1.047 Personel Amankan Idul Adha 1447 H
Ungkap Peredaran Narkoba Di Phantom KTV PC Himmah Kota Medan Apresiasi Kapolrestabes
Tebar Kepedulian Menjelang Iduladha, Kapolres Sragen Distribusikan Hewan Kurban ke Polsek Kawedanan, Lapas hingga Ponpes
Anggaran Bantuan Hukum 40 Persen Dipangkas, YLBH Putra Nusantara Kendal Desak Evaluasi Sistem Penyelenggara Bantuan Hukum
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:30 WIB

Diduga Jadi Pusat Distribusi Miras Ilegal, Gudang di Majenang Luput dari Penindakan

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:57 WIB

AMPP Dukung Mabes POLRI Tolak Banding dan Proses Pidana

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:25 WIB

Dugaan pembunuhan dengan korban warga Dusun Nongko Suit Gambir Manis Pracimantoro di Autopsi hari ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:06 WIB

Pencuri Tas Jamaah Masjid di Kudus Dibekuk Polisi, Uang Rp 5 Juta Raib

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:55 WIB

Polrestabes Semarang Siagakan 1.047 Personel Amankan Idul Adha 1447 H

Berita Terbaru

Berita

AMPP Dukung Mabes POLRI Tolak Banding dan Proses Pidana

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:57 WIB