Perkuat Harmonisasi, Masyarakat Adat Suku Sanak Suarakan Pengakuan Hak Ulayat dan Kearifan Lokal

- Kontributor

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timur Tengah Utara-NTT, Tribuncajranews.com – Masyarakat adat Suku Sanak di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menegaskan pentingnya pengakuan terhadap hak-hak tradisional dalam pertemuan yang berlangsung di Rumah Adat Suku Sanak, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kamis (30/4/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi para tokoh adat untuk menyampaikan aspirasi terkait kedaulatan wilayah dan pelibatan masyarakat dalam kebijakan publik.

Ketua Adat atau Usif Suku Sanak menekankan bahwa *hak ulayat* merupakan elemen krusial yang harus diakui dan dihormati oleh seluruh pihak, baik pemerintah maupun pihak swasta yang beraktivitas di wilayah adat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, hak ulayat adalah wewenang mutlak masyarakat adat dalam mengelola, memanfaatkan, dan menjaga warisan leluhur sesuai dengan nilai, norma, serta hukum adat yang telah berlaku turun-temurun.

“Kami berharap adanya penghormatan nyata terhadap hak ulayat kami. Ini bukan sekadar masalah lahan, melainkan tentang menjaga amanah leluhur dan hukum yang sudah hidup jauh sebelum adanya kepentingan-kepentingan modern,” tegas tokoh adat Suku Sanak.

Baca Juga:  Dukung Stabilitas Kamtibmas di Kabupaten TTU, GMNI Cab. Kefamenanu Siap Wujudkan Situasi Kondusif

Selain persoalan lahan, poin utama yang disuarakan adalah tuntutan keterlibatan aktif para tokoh adat dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Masyarakat menilai, pelibatan tokoh adat sangat penting untuk menjamin setiap kebijakan tetap selaras dengan *kearifan lokal* serta menjaga keseimbangan sosial di tengah masyarakat.

Dengan keterlibatan tersebut, diharapkan tidak ada kebijakan yang mencederai budaya lokal setempat.

Terkait penyelesaian sengketa, Suku Sanak juga memberikan penekanan khusus. Mereka menyatakan bahwa setiap persoalan yang berkaitan dengan wilayah adat sebaiknya diselesaikan melalui *mekanisme hukum adat* yang mengedepankan musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.

“Jalur adat dinilai jauh lebih efektif dalam menjaga keharmonisan hubungan antarwarga.

Tujuan utama kami adalah menciptakan situasi yang aman dan kondusif, di mana perdamaian dicapai melalui dialog yang bermartabat,” tambahnya.

Aspirasi ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi para pemangku kepentingan guna menciptakan sinergi yang harmonis antara pembangunan daerah dan penghormatan terhadap tatanan adat yang ada di bumi Biinmafo.

Penulis : Khanza Haryati

Editor : Khanza Haryati

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Garut Didesak Audit Menyeluruh Program MBG di Pakenjeng, Ketidakhadiran Kepala Sppg dan Korwil SPPG Tuai Sorotan
Danrem 072/Pamungkas Pimpin Rapat Perdana Dewan Pengawas BLU RS Tingkat III dr. Soetarto Yogyakarta
Dugaan Pungutan Liar Berkedok Pembangunan di SMKN Kebonagung Pacitan: Wali Murid Tertekan, Dinas Pendidikan Diminta Bertindak Tegas
Istana Rafa’ – Belajar Ceria, Bermain
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Banten Bedah Rumah Warga dan Salurkan 100 Paket Sembako
Semarak Piala Dunia 2026, Polda Banten Gelar Nobar Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polda DIY Gelar Upacara Pencucian Pataka Manggala Nayya Wiwarottama dengan Air Suci dari Lereng Merapi
Subdit Kamsel Ditlantas Polda Riau Gelar Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas dan Bagikan Helm SNI kepada Pengguna Jalan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:55 WIB

DPRD Garut Didesak Audit Menyeluruh Program MBG di Pakenjeng, Ketidakhadiran Kepala Sppg dan Korwil SPPG Tuai Sorotan

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:48 WIB

Danrem 072/Pamungkas Pimpin Rapat Perdana Dewan Pengawas BLU RS Tingkat III dr. Soetarto Yogyakarta

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:29 WIB

Dugaan Pungutan Liar Berkedok Pembangunan di SMKN Kebonagung Pacitan: Wali Murid Tertekan, Dinas Pendidikan Diminta Bertindak Tegas

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:24 WIB

Istana Rafa’ – Belajar Ceria, Bermain

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:27 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Banten Bedah Rumah Warga dan Salurkan 100 Paket Sembako

Berita Terbaru

Daerah

Istana Rafa’ – Belajar Ceria, Bermain

Selasa, 23 Jun 2026 - 18:24 WIB