PIHAK PUSKESMAS GUNUNG SARI DI DUGA PANDAI BERBOHONG DENGAN MENGATAKAN KELUARGA KORBAN TIDAK PERNAH DATANG KE PUSKESMAS 

- Kontributor

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serang, Tribuncakranews. com. Polemik dugaan lambannya penanganan pasien persalinan di Puskesmas Gunungsari terus bergulir. Setelah beberapa kali diberitakan media media kini muncul klarifikasi dari pihak puskesmas yang diterbitkan oleh salah satu media online lain pada Sabtu (23/05/2026).

Dalam klarifikasi tersebut, pihak Puskesmas Gunungsari melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Utami Prananda, membantah adanya pasien atas nama almarhumah Muhayaroh yang datang ke puskesmas pada 1 Mei 2026.

Pihak puskesmas juga menyebut pelayanan UGD dan persalinan tetap berjalan selama 24 jam, termasuk pada hari libur nasional. Selain itu dijelaskan bahwa petugas bidan tetap berjaga pada hari kejadian dan hanya sempat keluar sekitar 15 menit untuk makan siang sebelum kembali bertugas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, dalam klarifikasi yang dimuat media lain tersebut, pihak puskesmas menyampaikan bahwa berdasarkan audit internal, pasien disebut lebih dahulu berada di Praktik Bidan Mandiri (PBM) selama beberapa jam sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Namun demikian, klarifikasi tersebut justru memunculkan berbagai tanggapan dari pihak keluarga korban maupun masyarakat.

Keluarga almarhumah tetap meyakini bahwa korban benar sempat datang ke Puskesmas Gunungsari untuk mencari pertolongan medis sebelum akhirnya dibawa ke fasilitas kesehatan lainnya.

Menurut keluarga, saat itu korban datang didampingi beberapa orang saksi, termasuk suami korban dan pihak keluarga lainnya.

Baca Juga:  Pelaku Tawuran di Simpang Periuk Lubuklinggau Ditangkap Polisi, Sajam Disita dari Rumah Remaja

Polemik semakin berkembang lantaran awak media mengaku sempat meminta rekaman CCTV kepada pihak puskesmas untuk memastikan kronologi secara objektif. Akan tetapi, menurut keterangan awak media, rekaman tersebut tidak diperlihatkan secara langsung.

“Keluarga siap mengakui dan menjelaskan bahwa korban memang datang ke puskesmas pada hari itu,” ujar salah satu pihak keluarga kepada awak media.

Selain itu, muncul pula dugaan adanya intimidasi terhadap keluarga korban setelah kasus ini menjadi perhatian publik. Dugaan tersebut disebut berkaitan dengan komunikasi dari salah satu oknum tenaga kesehatan kepada pihak keluarga.

Meski begitu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak yang disebut dalam dugaan bahwa tersebut.

Sebelumnya, Sri Rahayu Basukiwati selaku camat gunung sari juga telah menyampaikan bahwa persoalan pelayanan di Puskesmas Gunungsari bukan kali pertama dikeluhkan masyarakat. Bahkan menurutnya, fasilitas kesehatan tersebut pernah mendapat protes dari warga terkait pelayanan.

Tokoh masyarakat dan sejumlah warga Kecamatan Gunungsari kini berharap adanya langkah transparan dari seluruh pihak agar fakta sebenarnya dapat terungkap secara jelas dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Awak media .masih terus melakukan penelusuran dan konfirmasi lanjutan kepada seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi sesuai kode etik jurnalistik.

 

(Redaksi/mugiono)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polrestabes Semarang Ungkap Dugaan Pencabulan Anak, Korban Sempat Dibawa ke Tiga Daerah
Resmob Polrestabes Semarang Ungkap Penipuan Minyak Jelantah Rp3,29 Miliar, Satu Pelaku Ditangkap di Sukoharjo
Gerak Cepat Tim Damkar Sektor Pameungpeuk Padamkan Kebakaran Lahan 1 Hektare di Cikelet, Aset Miliaran Rupiah Terselamatkan
Jelang Pembukaan MTQ XXXI, Polrestabes Semarang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 6.350 Personel Gabungan
Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Selama Acara MTQN XXXI di Simpang Lima, Polda Jateng Berikan Panduan Rute Alternatif Saat Pengalihan Arus
Polrestabes Semarang Siapkan 754 Personel Amankan Laga PSIS vs PSPS Pekanbaru, Tiket Tembus 15 Ribu
Sengketa Lahan di Desa Kembaran Kecamatan Kembaran Banyumas,Dugaan adanya Pemalsuan Tanda Tangan Almarhum dari Istri..SUGIARTO TERHADAP TERJADINYA JUAL BELI.
Wujud Kepedulian Sosial, Garda Mawar Gunungkidul Rutin Gelar Program “Jumat Berkah” Menyasar Masyarakat Membutuhkan
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:39 WIB

Polrestabes Semarang Ungkap Dugaan Pencabulan Anak, Korban Sempat Dibawa ke Tiga Daerah

Jumat, 11 September 2026 - 20:34 WIB

Resmob Polrestabes Semarang Ungkap Penipuan Minyak Jelantah Rp3,29 Miliar, Satu Pelaku Ditangkap di Sukoharjo

Jumat, 11 September 2026 - 17:56 WIB

Gerak Cepat Tim Damkar Sektor Pameungpeuk Padamkan Kebakaran Lahan 1 Hektare di Cikelet, Aset Miliaran Rupiah Terselamatkan

Jumat, 11 September 2026 - 17:42 WIB

Jelang Pembukaan MTQ XXXI, Polrestabes Semarang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 6.350 Personel Gabungan

Jumat, 11 September 2026 - 17:38 WIB

Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Selama Acara MTQN XXXI di Simpang Lima, Polda Jateng Berikan Panduan Rute Alternatif Saat Pengalihan Arus

Berita Terbaru