GARUT, TRIBUNCAKRANEWS.COM
Bayangkan sebuah rumah sakit di mana pasien tidak perlu lagi cemas menghadapi antrean panjang, bangunan dirancang tahan gempa, dan pelayanannya dijamin ramah layaknya hotel bintang lima. Inilah angan-angan yang mulai diwujudkan oleh Pemerintah Kabupaten Garut untuk warganya!
Pada Jumat (9/10/2026)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana RSUD dr. Slamet mendadak kedatangan 12 “tamu istimewa” dari Perkumpulan Teknik Pelayanan-Kesehatan Indonesia (PTPI).
Kedatangan para pakar ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan misi besar menyulap rumah sakit pelat merah tersebut menjadi fasilitas kesehatan berstandar SNI Smart Hospital.
Tantangan Unik:
1Tempat Tidur untuk 1.000 Penduduk!
Di balik ambisi keren ini, tersimpan cerita perjuangan yang cukup pelik. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, blak-blakan mengungkapkan tantangan unik di wilayahnya.
Dengan jumlah penduduk yang menembus angka 2,9 juta jiwa, kapasitas tempat tidur dan jumlah tenaga medis saat ini ibarat
“kejar-kejaran” dengan jumlah pasien.
Secara teori, satu tempat tidur idealnya melayani 1.000 orang. Karena sering mengalami overload (kelebihan kapasitas), Pemkab Garut tidak tinggal diam.
Mereka menyiapkan jurus jitu: membangun rumah sakit baru sekaligus merombak total alias merevitalisasi RSUD dr. Slamet agar perencanaannya jauh lebih rapi dan terintegrasi.
Apa Sih Uniknya Smart Hospital Versi PTPI?
Presiden PTPI, Eko Supriyanto, membeberkan bahwa konsep Smart Hospital ini punya standar yang bikin decak kagum. Bukan cuma soal canggih, tapi juga memerhatikan kenyamanan psikologis pasien:
Anti-Antre Lama:
Waktu tunggu pasien dipatok idealnya kurang dari 30 menit.
Super Aman:
Bangunan rumah sakit dirancang tahan dari bencana seperti gempa bumi dan kebakaran, serta dilengkapi sistem pencegahan penularan penyakit yang ketat.
Ramah Segala Sisi: Mulai dari ramah lingkungan, ramah sosial, hingga ramah di kantong (terjangkau secara ekonomi, geografis, maupun demografi).
Masterplan 15 Tahun ke Depan
Tidak tanggung-tanggung, jajaran pimpinan RSUD dr. Slamet—termasuk Kepala Dinas Kesehatan dr. Leli Yuliani dan Wadir Umum & Keuangan Gita Rahayu Kania Bdi—langsung tancap gas merancang masterplan jangka panjang hingga 15 tahun ke depan.
Tujuannya satu: mendongkrak profesionalisme SDM, menaikkan kualitas layanan, dan yang paling penting, membuat pasien pulang dengan senyum lebar karena puas.
Siapa bilang fasilitas kesehatan pemerintah itu kaku? Garut siap membuktikan bahwa layanan publik pun bisa cerdas, modern, dan super nyaman!
(Enjang)














