Purworejo, Tribuncakranews.com – Dalam suasana penuh kehangatan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, sejumlah alumni tahun 2002 SMAN 7 Purworejo menggelar kegiatan silaturahmi sederhana namun penuh makna. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Undhari, Desa Kemanukan, pada Senin (23/03/2026).
Hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya Indah Dian Anggraeni dari Desa Bener serta Kunthari Ika Wardhani yang sehari-hari berdomisili di Kemayoran, Jakarta Pusat. Meski disibukkan dengan aktivitas masing-masing, keduanya menyempatkan diri untuk pulang kampung guna menjalin kembali tali silaturahmi dengan sesama alumni.
Acara yang dihadiri sejumlah alumni ini berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Momen Idul Fitri dimanfaatkan sebagai ajang saling memaafkan serta mempererat hubungan yang telah terjalin sejak masa sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Walaupun yang hadir hanya beberapa orang, kebersamaan ini sangat berkesan dan penuh arti. Semoga ke depan semakin banyak yang bergabung,” ungkap salah satu peserta yang akrab disapa Dhani.
Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa hubungan persahabatan antaralumni tetap terjaga meski terpisah oleh jarak dan kesibukan. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi tradisi positif bagi alumni tahun 2002 SMAN 7 Purworejo.
Salah satu tuan rumah, Undhari, juga menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus digelar di masa mendatang. Menurutnya, kebersamaan yang tercipta dalam pertemuan tersebut memiliki nilai yang sangat berarti.
“Saya berharap momen silaturahmi seperti ini terus terjalin. Ke depan, semoga semakin banyak yang hadir sehingga suasananya semakin meriah,” tuturnya.
Meski dihadiri oleh jumlah peserta yang terbatas, suasana kekeluargaan begitu terasa. Para alumni saling berbagi cerita, mengenang masa lalu, serta mempererat kembali ikatan yang sempat terpisah oleh waktu dan kesibukan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin, sehingga hubungan antar alumni tetap terjaga dan semakin solid di masa yang akan datang.
Surjono (*)













