Tanah Longsor di Gunungkidul, Pelestarian Alam Serta Relokasi Rumah Perlu Dilakukan

- Kontributor

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUNUNGKIDUL, DIY – TRIBUNCAKRANEWS.COM|| Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih melakukan tinjauan langsung ke lokasi pasca-bencana tanah longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, untuk memastikan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang bagi warga terdampak, Rabu (18/2/2026) pagi.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya keselamatan warga mengingat lokasi tersebut berada di zona rawan bencana yang telah dipantau selama lebih dari sepuluh tahun.

“Sebagai langkah jangka pendek, berbagai unsur mulai dari TNI, Polri, Tagana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (PU), hingga masyarakat setempat telah dikerahkan untuk membersihkan puing-puing longsoran.” Ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengingat kondisi tanah yang masih tidak stabil dan potensi longsor susulan saat hujan lebat, Pemerintah Daerah memberikan rekomendasi agar rumah-rumah yang terdampak tidak lagi ditinggali.

Bupati meminta jajaran Pemerintah Desa untuk menyiapkan safety house atau rumah aman bagi warga yang rumahnya tidak layak huni demi alasan keamanan. Pihak BPBD dan Dinas Sosial juga diinstruksikan untuk menjamin ketersediaan logistik dan makanan bagi warga selama masa darurat.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai mengkaji opsi relokasi bagi warga yang tinggal di titik paling rawan,

“Kemarin waktu Kita Rapat Bersama, bahwa “Ngarso Dalem” (Sultan) telah memberikan izin penggunaan tanah Sultan Ground maupun tanah kas desa bagi warga miskin yang terdampak bencana alam.” Ucapnya.

Lurah Tancep dan tokoh masyarakat diminta berperan aktif mengedukasi warga agar bersedia direlokasi demi keselamatan nyawa mereka.

“Pemerintah daerah akan mengajukan kepada Keraton untuk relokasi. Namun, ini membutuhkan edukasi kepada masyarakat karena tentu berat bagi warga untuk meninggalkan tempat tinggal yang sudah ditempati puluhan tahun.” Ungkapnya.

Penyebab Bencana dan Mitigasi Lingkungan

Berdasarkan pantauan di lapangan, longsor dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi serta adanya perubahan jalur aliran air di perbukitan. Kondisi geografis yang dipenuhi material batu di bagian atas perbukitan meningkatkan risiko terjadinya longsoran susulan jika terjadi hujan deras kembali.

Selain rencana relokasi, Bupati menekankan pentingnya pelestarian alam sebagai upaya mitigasi jangka panjang. Pemerintah daerah berencana menggerakkan penanaman tanaman penguat tanah seperti vetiver (akar wangi) dan bambu di wilayah-wilayah yang rawan longsor.

“Karena ini bencana alam, maka kita harus melakukan pelestarian alam. Kita akan merekomendasi penanaman tanaman yang bisa menahan air dan tanah untuk menguatkan struktur lahan.” Pungkasnya.

Red/Pur

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dandim Kulon Progo Turut Mangayubagyo Jamaah Haji Tahun 2026
Turunkan Mesin Pompa Penyedot Air, Lancarkan Pra TMMD Sengkuyung Tahap III TA. 2026
Ketua Umum LSM AMATIR Diduga Minta Hentikan Kritik, LHI Riau Tetap Laporkan Dugaan Korupsi UIN Suska ke Polda
SMAN 2 Medan Sambut 432 Siswa Baru, Orang Tua Diajak Berkolaborasi Wujudkan Prestasi
Polisi Tindak Penjual Ciu di Masaran, Lima Botol Miras Disita dalam Operasi Cipta Kondisi
Gugatan Sosial dari Rakyat: Menakar Ulang Kontrak Sosial Indonesia di Tengah Badai Korupsi
Satpas SIM Karanganyar Hadirkan Pelayanan Prima, Permudah Masyarakat Urus SIM
Hari Pertama Masuk Sekolah, SDN 1 Pidodowetan Sambut Siswa Baru dengan Semangat Belajar di Tahun Ajaran 2026/2027
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 14:38 WIB

Dandim Kulon Progo Turut Mangayubagyo Jamaah Haji Tahun 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 12:30 WIB

Turunkan Mesin Pompa Penyedot Air, Lancarkan Pra TMMD Sengkuyung Tahap III TA. 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 12:27 WIB

Ketua Umum LSM AMATIR Diduga Minta Hentikan Kritik, LHI Riau Tetap Laporkan Dugaan Korupsi UIN Suska ke Polda

Senin, 13 Juli 2026 - 12:23 WIB

SMAN 2 Medan Sambut 432 Siswa Baru, Orang Tua Diajak Berkolaborasi Wujudkan Prestasi

Senin, 13 Juli 2026 - 10:51 WIB

Polisi Tindak Penjual Ciu di Masaran, Lima Botol Miras Disita dalam Operasi Cipta Kondisi

Berita Terbaru