Terjunkan Tim Pamapta, Kapolres Sragen Dalami Kasus Pengeroyokan di Sambungmacan, Dua Korban Dilarikan ke RSUD

- Kontributor

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sragen-Jateng, Tribuncakranews.com  – Aparat kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti kasus pengeroyokan berdarah yang terjadi di Dukuh Depokan RT 03, Desa Banyurip, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Selasa (26/5/2026) petang.

Insiden yang dipicu persoalan jual beli burung itu berujung aksi kekerasan brutal hingga menyebabkan dua orang mengalami luka dan harus menjalani perawatan medis intensif.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui jajaran Polsek Sambungmacan langsung menerjunkan personel untuk melakukan penanganan awal di lokasi kejadian. Tim Pamapta dan Polsek Sambungmacan melakukan pendalaman guna mengungkap secara utuh kronologi peristiwa yang menggegerkan warga tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Sragen membenarkan adanya kejadian pengeroyokan yang kini telah ditangani Satreskrim Polres Sragen.

“Benar, telah terjadi dugaan tindak pidana pengeroyokan di wilayah Sambungmacan dan saat ini penanganannya diambil alih Polres Sragen untuk proses penyelidikan serta pendalaman lebih lanjut,” ujar Kapolres Sragen.

Peristiwa bermula sekitar pukul 17.55 WIB saat tiga orang yakni Sukiswo, Suwarno, dan Aldin mendatangi rumah Kunto di Dukuh Gondang Kalang, Desa Banyurip.

Kedatangan mereka disebut untuk menanyakan soal burung milik korban yang hendak dibeli.

Saat itu terjadi percakapan antara Sukiswo dan Kunto terkait burung yang ditawarkan. Namun jawaban korban yang menolak menjual burungnya diduga memicu ketegangan hingga terjadi cekcok mulut di teras rumah.

Situasi kemudian berubah ricuh. Dua orang yang datang bersama Sukiswo diduga langsung melakukan pengeroyokan terhadap Kunto dengan cara memukul menggunakan tangan kosong.

Baca Juga:  Siapkan Generasi Cerdas Digital, Polres Semarang Gelar Pelatihan Artificial Intelligence untuk 188 Siswa SMK H. Moenadi.

Keributan yang semakin membesar membuat ayah korban, Sutarjo, keluar rumah dengan maksud melerai.

Namun nahas, upaya menenangkan suasana justru membuat Sutarjo ikut menjadi sasaran kekerasan.

Dalam kondisi kacau itu, korban mengaku melihat salah satu pelaku membawa senjata tajam jenis sabit.

Akibat aksi brutal tersebut, Kunto mengalami luka robek di bagian kepala yang diduga akibat senjata tajam serta nyeri di bagian punggung. Sementara ayahnya mengalami luka lecet dan memar di bagian bibir atas serta pelipis kanan.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan sebelum kedua korban dibawa ke Puskesmas Gondang. Karena kondisi luka cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD Sragen untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan Priyanto, kakak korban Kunto, ke Polres Sragen guna diproses secara hukum.

Hingga kini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta mendalami motif dan keterlibatan para pelaku dalam aksi pengeroyokan tersebut.

Polisi juga memastikan situasi wilayah tetap kondusif dan menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan organisasi ataupun kelompok tertentu.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penanganan perkara kepada pihak kepolisian,” tambah Kapolres Sragen.

Penulis : Khanza Haryati

Editor : Khanza Haryati

Sumber Berita: Humas Polres Sragen

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

839 Prajurit TNI AD Resmi Dilantik, Pangdam IV/Diponegoro Tutup Dikmata Gelombang II 2026 
Polres Boyolali Ungkap Duel Sajam Pelajar, Senjata 1,8 Meter Diamankan
Sugiyono Penuhi Klarifikasi Ditressiber Polda Jateng, Bawa Dua Saksi Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik via Facebook
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Penutupan Pendidikan 839 Prajurit Muda Infanteri
Lima Jurnalis Dikabarkan Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ketua PWMOI Pekanbaru Aprianto Berharap Segera Ditemukan dan Selamat
Pelapor Buta Huruf Disuruh Tanda Tangan, Tersangka WNA Penganiayaan Dilepas — Keluarga Akan Lapor Propam Polda Banten!
Sugiyono Menghadap Ditres Siber Polda Jateng, Dua Saksi Disiapkan untuk Perkuat Keterangan
HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Polda Kalbar Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan dan Karhutla
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 19:23 WIB

839 Prajurit TNI AD Resmi Dilantik, Pangdam IV/Diponegoro Tutup Dikmata Gelombang II 2026 

Rabu, 9 September 2026 - 19:18 WIB

Polres Boyolali Ungkap Duel Sajam Pelajar, Senjata 1,8 Meter Diamankan

Rabu, 9 September 2026 - 17:26 WIB

Sugiyono Penuhi Klarifikasi Ditressiber Polda Jateng, Bawa Dua Saksi Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik via Facebook

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Danrem 072/Pamungkas Hadiri Penutupan Pendidikan 839 Prajurit Muda Infanteri

Rabu, 9 September 2026 - 15:27 WIB

Lima Jurnalis Dikabarkan Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ketua PWMOI Pekanbaru Aprianto Berharap Segera Ditemukan dan Selamat

Berita Terbaru