Purworejo, Tribuncakranews.com – Fenomena dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum pejabat kembali menjadi sorotan publik. Tokoh masyarakat Gus Takim angkat bicara dengan nada keras, menilai perilaku tersebut sebagai bentuk kemerosotan moral yang tidak dapat ditoleransi.
Saat ditemui di sebuah tempat berkumpul warga pada Selasa (21/4/2026), Gus Takim menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya isu perselingkuhan yang menyeret nama pejabat, termasuk aparatur sipil negara (ASN).
“Kalau memang ada oknum pejabat yang melakukan perselingkuhan, itu sangat memalukan. Moral pejabat tersebut sudah sangat bejat. Mereka seharusnya menjadi suri teladan masyarakat, bukan justru memberi contoh buruk,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, dampak dari perselingkuhan tidak hanya merusak individu yang terlibat, tetapi juga menghancurkan tatanan keluarga dari kedua belah pihak. Menurutnya, perilaku tersebut mencederai nilai sosial dan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.
“Yang rusak bukan hanya dirinya sendiri, tapi keluarga pasti ikut hancur, baik dari pihak laki-laki maupun perempuan. Ini persoalan serius, bukan sekadar urusan pribadi,” lanjutnya.
Lebih jauh, Gus Takim mendesak agar pihak berwenang tidak bersikap permisif terhadap dugaan pelanggaran moral yang dilakukan oleh pejabat publik. Ia meminta adanya tindakan tegas, termasuk pencopotan jabatan bagi oknum yang terbukti berselingkuh.
“Kalau ada yang terbukti, tidak usah banyak pertimbangan, langsung dilengserkan saja. Ganti dengan pejabat yang masih bersih dan benar-benar bisa menjadi panutan masyarakat. Untuk apa kita membela perilaku seperti itu?” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa perselingkuhan merupakan perbuatan yang tidak hanya melanggar norma sosial, tetapi juga nilai-nilai agama yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.
Publik kini menunggu langkah konkret dari pihak terkait untuk menjaga marwah institusi dan mengembalikan kepercayaan masyarakat” Tuturnya
Surjono













