GUNUNGKIDUL, Tribuncakranews. com – Warga masyarakat Padukuhan Semampir, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul tampak sangat antusias mengikuti kirab budaya dalam rangka tradisi Rasul atau Bersih Dusun Tahun 2026, Senin (25/05/2026).
Kirab budaya tersebut berlangsung meriah dengan arak-arakan gunungan hasil bumi berupa palawija yang diiringi Bergodo Jogoboyo. Rute kirab dimulai dari ujung utara Padukuhan Semampir hingga pertigaan Jalan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di wilayah setempat.
Bertindak sebagai cucuk lampah atau pimpinan kirab yakni Suwignyo bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul dari Fraksi PKB yang juga merupakan warga Kalurahan Semugih. Di belakang rombongan cucuk lampah, kirab diikuti Bergodo Jogoboyo serta kelompok warga dari RT 01 hingga RT 04.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya warga setempat, Relawan Dapur SPPG Semugih, Rongkop juga turut berpartisipasi memeriahkan kirab budaya tersebut yang dipimpin langsung oleh Kepala Dapur dan Aslap.
Rangkaian kegiatan Bersih Dusun Semampir sendiri telah dimulai sejak Jumat (22/05/2026) malam dengan pengajian umum. Selanjutnya pada Sabtu malam digelar pentas seni jathilan, Minggu pagi senam massal, malam Senin hiburan campursari, hingga puncaknya kirab budaya pada Senin siang.
Acara kemudian ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menghadirkan dalang cilik Ki Bili Marselo dari Kweni, Pringombo, Rongkop, Gunungkidul.
Dukuh Semampir, Heri Supanto menjelaskan, tradisi Bersih Dusun atau Rasul merupakan agenda tahunan yang terus dilestarikan masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen dan rezeki selama satu tahun.
“Bersih Dusun sudah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Semampir. Ini sebagai ungkapan rasa syukur warga atas hasil bumi yang diperoleh selama setahun,” jelas Heri Supanto.
Ia menambahkan, seluruh kegiatan terlaksana berkat semangat gotong royong warga. Untuk pelaksanaan Rasul tahun ini, setiap Kepala Keluarga (KK) dikenakan iuran sebesar Rp250 ribu.
“Jumlah warga ada 205 KK, sehingga terkumpul dana sebesar Rp51.250.000. Selain itu juga ada bantuan dari para donatur sekitar Rp6 juta,” terangnya.
Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya lokal yang ditunjukkan warga Semampir menjadi bukti bahwa tradisi Rasul masih tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Gunungkidul.













