Lubuklinggau, Tribuncakranews.com — Keluhan madesu kembali bertiup dari masyarakat bawah. Kali ini, beberapa warga pemiri rt,02 Kecamatan Lubuklinggau barat ll, kelurahan Lubuklinggau ulu, blak-blakan menyuarakan yang berisinal”N kekecewaan mereka terkait penyaluran bantuan sosial berupa sembako, beras, dan minyak goreng dari pemerintah setempat yang dinilai jauh dari kata adil dan tepat sasaran.
“Rumah Sudah Berkeramik Dapat Bantuan, Yang Miskin Gigit Jari
Menurut penuturan warga setempat, pembagian bantuan tersebut terkesan tebang pilih dan tidak melihat kondisi riil di lapangan. Mereka mengeluhkan bahwa bantuan sembako justru jatuh ke tangan oknum warga yang ekonominya sudah tergolong mampu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pantau saja rumahnya, sudah berkeramik dan layaknya orang punya (mampu), tapi malah terdaftar dan menerima bantuan,” cetus salah seorang warga dengan nada kecewa.
Fenomena ini tentu mencederai rasa keadilan sosial di tengah susahnya kondisi ekonomi saat ini.
“Jeritan Janda dan Duda Tua yang Tak Tersentuh Bantuan
Kondisi ini berbanding terbalik dengan nasib para janda tua, duda, serta lansia di kelurahaan Lubuklinggau ulu rt’02 kampung legok gang langgar,lorong dokter agus widodo yang hidupnya benar-benar serba kekurangan. Warga mengungkapkan, banyak di antara mereka yang kondisinya sangat memprihatinkan dan benar-benar tidak mampu, namun justru sama sekali tidak tersentuh oleh bantuan apa pun dari pemerintah desa maupun daerah.
“Ada janda dan duda yang buat makan sehari-hari saja susah, tapi tidak pernah dapat bantuan. Sementara yang rumahnya bagus malah dapat. Di mana hati nurani para petugas pendata?” tambahnya.
Warga berharap ada evaluasi total dan transparansi dari pihak Pemerintah kota lubuklinggau terutama pak Yopi Karim selalu wali kota lubuklinggau’ maupun Dinas Sosial lubuklinggau dalam melakukan verifikasi data penerima bantuan. Pendataan harus turun langsung ke lapangan agar bantuan tersebut benar-benar sampai ke tangan yang berhak, bukan berdasarkan unsur kedekatan atau faktor lainnya.
(hamsana)













