Perdana Panen Melon Greenhouse BUMDes Jaya Mandiri Korowelanganyar, Jadi Edukasi Pertanian Modern bagi Anak-anak

- Kontributor

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL –Tribuncakranews.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Mandiri Desa Korowelanganyar, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, menggelar open farm atau pembukaan pemetikan perdana melon yang dibudidayakan melalui program ketahanan pangan desa. Senin 03/08/2026

Budidaya melon tersebut menjadi salah satu inovasi yang dipilih Pemerintah Desa Korowelanganyar dalam mengembangkan program ketahanan pangan sekaligus mendorong kegiatan pertanian yang memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha bagi masyarakat.

Tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, keberadaan greenhouse melon tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi anak-anak sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK). Anak-anak diperkenalkan dengan konsep pertanian modern serta pemanfaatan lahan secara maksimal untuk kegiatan pertanian dan kewirausahaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Tidak hanya warga Desa Korowelanganyar, masyarakat dari desa sekitar juga turut hadir dan membeli hasil panen melon BUMDes Jaya Mandiri. Bahkan, sejumlah wali murid turut mendukung dengan membeli langsung hasil panen tersebut.

Direktur BUMDes Jaya Mandiri Desa Korowelanganyar, Nur Fatoni, mengatakan kegiatan open farm greenhouse melon tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan desa dan menjadi panen perdana yang dilakukan BUMDes Jaya Mandiri.

“Ini merupakan program ketahanan pangan Desa Korowelanganyar dan untuk panen melon ini merupakan yang perdana. Kami memilih bibit melon premium dan sekaligus memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah dasar maupun taman kanak-kanak untuk mengenalkan pertanian modern sejak dini,” ujar Nur Fatoni.

Menurutnya, salah satu tujuan kegiatan tersebut adalah memberikan pemahaman kepada generasi muda bahwa kegiatan pertanian tidak selalu membutuhkan lahan yang luas.

“Bagaimana memanfaatkan lahan seminimal mungkin untuk pertanian, sekaligus bisa menjadi lahan wirausaha guna meningkatkan ekonomi keluarga. Bahkan, di teras rumah pun sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan usaha,” jelasnya fatoni.

Jenis melon yang dibudidayakan adalah White Net V9, salah satu varietas melon premium yang memiliki nilai jual cukup baik.

Untuk pemasaran, BUMDes Jaya Mandiri memanfaatkan media sosial dan bekerja sama dengan pihak ketiga sebagai mitra penjualan. Namun, masyarakat desa tetap menjadi prioritas utama dalam penjualan hasil panen.

“Untuk pemasaran kami menggunakan media sosial dan alhamdulillah respons positif dari masyarakat maupun sekolah-sekolah cukup banyak. Bahkan, guru dan kepala sekolah langsung meminta untuk ikut dalam pembukaan panen perdana ini sebagai bagian dari edukasi kepada anak-anak dan pembentukan karakter sejak dini,” ungkapnya fatoni.

Nur Fatoni menambahkan, untuk hasil panen pada hari pembukaan, pihaknya terlebih dahulu memprioritaskan masyarakat sekitar. Sementara hasil panen yang masih tersisa akan dipasarkan kepada pihak ketiga atau pengepul.

“Untuk hari ini kami utamakan masyarakat terlebih dahulu. Sisanya besok kami jual ke pihak ketiga. Harapan kami ke depan usaha melon ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Desa Korowelanganyar, khususnya,” katanya fatoni.

Kegiatan open farm tersebut juga mendapat sambutan positif dari dunia pendidikan. Kepala SDN 1 Korowelangkulon Supri, menyebut kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran di luar sekolah yang bersifat kontekstual.

Menurutnya, lokasi Desa Korowelangkulon yang bersebelahan dengan Desa Korowelanganyar menjadi salah satu alasan pihak sekolah memilih lokasi tersebut sebagai tempat edukasi bagi para siswa.

“Ini salah satu program pembelajaran di luar sekolah dan juga pembelajaran kontekstual. Karena Desa Korowelangkulon dan Korowelanganyar bersebelahan, kami memilih lokasi ini agar anak-anak mendapatkan edukasi pembelajaran secara maksimal,” jelasnya supri.

Baca Juga:  Sat Lantas Polres Semarang Gencarkan Edukasi Tertib Lalu Lintas di Masa Ops. Keselamatan Candi 2026

Ia mengatakan antusiasme siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut sangat tinggi. Bahkan, hampir seluruh siswa dalam satu sekolah ingin mengikuti kegiatan secara bersamaan.

“Antusiasme anak-anak cukup tinggi, bahkan sampai berebut untuk ikut. Satu sekolah sebenarnya ingin ikut bersamaan, tetapi kami khawatir terjadi penumpukan di lokasi. Karena itu, saya instruksikan untuk dibagi menjadi dua kloter,” ungkapnya supri.

Menurutnya, pembelajaran langsung melalui kegiatan pertanian modern seperti greenhouse melon memberikan pengalaman yang luar biasa bagi siswa.

“Pembelajaran ini sangat luar biasa. Alhamdulillah, ini bisa menginspirasi anak-anak untuk belajar dan mengembangkan budidaya seperti ini di rumah masing-masing, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” tuturnya supri.

Ia juga berpesan kepada para siswa agar tidak memandang sebelah mata sektor pertanian.

“Cintai produk dalam negeri. Bertani bukanlah sesuatu yang remeh. Dari hasil melon seperti ini ternyata bisa sangat menguntungkan dan bisa dibudidayakan dengan tempat yang minimalis,” pesannya supri.

 

550 Tanaman Melon

Sementara itu, Kepala Desa Korowelanganyar, Eko Tri Hardono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan pemetikan perdana melon greenhouse BUMDes Jaya Mandiri Desa Korowelanganyar.

“Hari ini kita melaksanakan perdana petik melon greenhouse Jaya Mandiri Desa Korowelanganyar. Kami membuka pemetikan perdana selama satu hari untuk masyarakat desa dan terbuka untuk umum,” kata Eko.

Ia menjelaskan, dalam satu periode budidaya tersebut terdapat sekitar 550 tanaman melon varietas White Net V9. Untuk menjaga kualitas buah, setiap tanaman hanya dipelihara satu buah melon.

“Di sini ada 550 tanaman melon. Setiap tanaman hanya kami besarkan satu buah melon agar hasilnya lebih maksimal, baik dari sisi ukuran maupun beratnya. Rata-rata berat buah sekitar 1,5 hingga 1,7 kilogram per buah,” jelasnya eko.

Untuk pemasaran, BUMDes Jaya Mandiri telah memiliki pihak ketiga atau pengepul yang siap menampung hasil panen. Menurut Eko, seluruh hasil produksi dapat terserap, baik buah dengan kualitas grade A maupun grade B.

“Untuk pihak ketiga atau pengepul, mereka siap menampung semua hasil panen, baik grade A maupun grade B. Semuanya diambil dengan harga yang disesuaikan dengan kualitas buah,” terangnya eko.

Eko menyebut tingkat keberhasilan budidaya melon pada periode perdana tersebut diperkirakan mencapai sekitar 75 persen. Setelah seluruh hasil panen diperhitungkan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap modal, biaya produksi, hasil penjualan, dan keuntungan yang diperoleh.

“Kalau untuk estimasi keberhasilan, saat ini baru sekitar 75 persen. Nanti kami perhitungkan modal dan hasilnya. Ketika secara perhitungan memang masuk dan menguntungkan, kami akan mengembangkan lagi dengan menambah greenhouse untuk kemajuan BUMDes Jaya Mandiri dan memproduksi lebih banyak lagi,” ujarnya eko.

Terkait kendala, Eko mengatakan secara umum tidak jauh berbeda dengan persoalan yang dihadapi petani, seperti tanaman layu dan serangan lalat buah. Namun, penggunaan sistem greenhouse dinilai mampu meminimalkan berbagai risiko tersebut.

“Kendalanya sama seperti petani pada umumnya, seperti tanaman layu dan lalat buah. Tetapi karena kami menggunakan greenhouse, alhamdulillah kendalanya relatif minim,” katanya.

Program budidaya melon tersebut diharapkan tidak hanya mampu memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan desa, tetapi juga menjadi embrio pengembangan usaha produktif BUMDes Jaya Mandiri.

Selain menghasilkan nilai ekonomi, keberadaan greenhouse melon juga membuka ruang edukasi pertanian modern bagi generasi muda, sekaligus memberikan contoh bahwa kegiatan pertanian dapat dilakukan dengan lahan terbatas dan tetap memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha yang bernilai ekonomi.(SY)

Penulis : SY

Editor : KH

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo Pimpin Upacara Perdana, Aiptu Bambang Naik Pangkat Pengabdian Jadi Ipda
Klien Pos Bapas Blora Gelar Kerja Bakti Sambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
GAWARIS Desak BGN Audit Investigatif SPPG Neglasari 2 Usai Dugaan Temuan Ulat pada Menu MBG di SDN Tegalgede 3
Kinerja Korwil dan Korcam SPPI Dipertanyakan, Hendi Heryana Desak BGN Audit Investigatif SPPG Neglasari 2
Satlantas Polres Karanganyar Tingkatkan Edukasi Mekanisme Perpanjangan SIM yang Terlambat, Masyarakat Diimbau Tidak Menunggu Masa Berlaku Habis
DPW GNP TIPIKOR JAWA TENGAH AKAN AJUKAN RDP KE DPRD BANYUMAS TERKAIT HASIL PENGAWASAN SPPG PROGRAM MBG
Nyawa Dipertaruhkan di Jalan Kandis, Teuku Reyza: Anak-Anak Ini Diduga Dieksploitasi
Pucuk pimpinan Polres Semarang berganti, Polres Semarang gelar Farewell Parade.
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo Pimpin Upacara Perdana, Aiptu Bambang Naik Pangkat Pengabdian Jadi Ipda

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Klien Pos Bapas Blora Gelar Kerja Bakti Sambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Perdana Panen Melon Greenhouse BUMDes Jaya Mandiri Korowelanganyar, Jadi Edukasi Pertanian Modern bagi Anak-anak

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:51 WIB

GAWARIS Desak BGN Audit Investigatif SPPG Neglasari 2 Usai Dugaan Temuan Ulat pada Menu MBG di SDN Tegalgede 3

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Kinerja Korwil dan Korcam SPPI Dipertanyakan, Hendi Heryana Desak BGN Audit Investigatif SPPG Neglasari 2

Berita Terbaru