Gunungsari, Tribuncakranews.com 18 Juni 2026 – Himpunan Mahasiswa Gunungsari (HIMAGU) menghadiri Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan di Kecamatan Gunungsari. Kehadiran mahasiswa dalam forum tersebut merupakan bagian dari komitmen akademis dan tanggung jawab sosial untuk memberikan masukan konstruktif terhadap pelaksanaan kebijakan publik yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bagus Mahesa memaparkan hasil kajian yang telah dilakukan oleh HIMAGU terkait implementasi Program MBG di Kecamatan Gunungsari. Kajian tersebut berfokus pada tiga aspek utama, yaitu kualitas makanan, transparansi informasi kepada penerima manfaat, dan optimalisasi pelibatan UMKM lokal dalam rantai pasok program.
Menurut Bagus Mahesa, Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan strategis yang memiliki tujuan mulia dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda. Namun demikian, keberhasilan program harus diukur tidak hanya dari jumlah penerima manfaat, melainkan juga dari kualitas pelaksanaan serta dampak yang dihasilkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hasil kajian kami menunjukkan bahwa pengawasan kualitas makanan harus menjadi perhatian utama seluruh pihak. Program ini akan memberikan dampak maksimal apabila makanan yang disajikan memenuhi standar gizi, keamanan pangan, dan kelayakan konsumsi bagi peserta didik,” ujar Bagus Mahesa dalam pemaparannya.
Selain aspek kualitas makanan, HIMAGU juga menyoroti pentingnya transparansi informasi dalam pelaksanaan Program MBG. Mahasiswa menilai bahwa penerima manfaat dan masyarakat perlu memperoleh akses informasi yang memadai mengenai kandungan gizi, komposisi makanan, serta penggunaan anggaran program sebagai bagian dari prinsip akuntabilitas dan keterbukaan publik.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, HIMAGU mendorong agar pelaksanaan Program MBG dapat semakin melibatkan UMKM, petani, peternak, dan pelaku usaha lokal di Kecamatan Gunungsari. Langkah tersebut dinilai mampu memperluas manfaat program tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sebagai bentuk rekomendasi, HIMAGU mengusulkan penguatan pengawasan kualitas makanan, peningkatan transparansi informasi kepada penerima manfaat, prioritas pelibatan UMKM lokal, serta pembentukan forum evaluasi berkala yang melibatkan pemerintah, penyelenggara program, masyarakat, akademisi, dan mahasiswa.
Melalui forum rapat koordinasi ini, Himpunan Mahasiswa Gunungsari berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus diperbaiki dan dikembangkan sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal, berkelanjutan, dan tepat sasaran bagi masyarakat.(amin/mugiono)













